• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 29 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Dua Hadis yang Tegaskan Menjaga Lisan saat Berpuasa

07/04/2023
in Syariah, Unggulan
Bangun Subuh Kesiangan, Apakah Tetap Lanjut Puasa

(foto: pixabay)

109
SHARES
840
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA dua hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang menegaskan agar kita menjaga lisan saat berpuasa. Bagaimana bunyinya dan apa saja hikmah yang dikandungnya?

Umat Islam diperintahkan untuk mampu menjaga hawa nafsu dari segala sesuatu yang membatalkan atau bahkan mengurangi nilai ibadah yang tengah dijalani saat bulan Ramadan.

Dalam hadisnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk menjaga lisan saat berpuasa.

Perintah ini sebagaimana yang tertuang dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ رِوَايَةً قَالَ إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

“Dari Abu Hurairah -secara riwayat (menukil dan menceritakan hadis dari Nabi)- beliau bersabda,

“Apabila salah seorang dari kalian di suatu hari sedang berpuasa berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berbuat kebodohan dan sia-sia.

Bila dia dicaci oleh orang lain atau diperangi, maka hendaklah dia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpusa.” (HR Muslim, No 1151)

Masih dalam redaksi hadis yang sama, riwayat lain dari Abu Dawud disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصِّيَامُ جُنَّةٌ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

“Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata, “Puasa adalah tameng, apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, dan melakukan perbuatan bodoh.

Apabila terdapat seseorang memusuhinya atau mencelanya maka hendaknya dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.”

Berdasarkan pada dua hadis sahih di atas, kewajiban bagi orang yang berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan lebih dari itu yakni juga menjaga diri dari ucapan kotor.

Baca Juga: Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

Dua Hadis yang Tegaskan Menjaga Lisan saat Berpuasa

Mengapa yang dilarang terlebih dahulu adalah berkata kotor atau tidak baik?

Menurut Alfred Korzybski, penggagas teori general semantik menyebutkan manusia memiliki kemampuan untuk menyimpan pengalaman dan pengetahuan lewat fungsi bahasa sebagai penghubung waktu.

Bahasa mengikat waktu dan bahasa mengikat umur manusia bersama.

Sederhananya, dapat dikatakan bahwa tutur kata mempengaruhi kejiwaan secara individu maupun sosial. Oleh karenanya, bahasa memiliki peran kuat dalam mempentuk pribadi seseorang.

Jauh sebelum ditemukannya teori general semantik, Nabi Ibrahim telah mencontohkan kepada keturunannya untuk bertutur kata dengan baik.

Sebagaimana doanya kepada Allah Subhanahu wa taala dalam surat Asy Syuara ayat 84:

وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ

“Jadikanlah aku sebagai buah tutur yang baik di kalangan orang-orang (yang datang) kemudian.”

Lebih lanjut, sejatinya perintah untuk berkata baik dan meninggalkan ucapan kotor tak hanya berlaku ketika seseorang tengah menjalankan puasa.

Dalam hal ini, puasa menjadi satu momentum untuk membiasakan diri berkata dan berbuat baik.

Karenanya, diharapkan setelah usainya Ramadan, terbentuklah ketakwaan yang semakin mendekatkan umat Islam kepada Allah Subhanahu wa taala.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)

Derajat takwa tentu tidak akan mudah diraih. Dimulai dari membiasakan berbicara baik, maka akan berpengaruh pada perilaku dan tindakan. Ini juga yang disebut dengan akhlakul karimah.

Upaya membangun karakter baik melalui ucapan yang baik pula.

Demikianlah keutamaan menjaga lisan saat puasa yang termaktub dalam hadis. Mulai sekarang, mari mulai berbenah, menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan ikhlas karena Allah Subhanahu wa taala.

Tujuannya hanya satu, yaitu menghantarkan diri semakin dekat dengan-Nya.

Pada akhirnya, melalui perantara ini, atas seizin Allah Subhanahu wa taala dapat menghantarkan bagi setiap Muslim yang menunaikan puasa mencapai derajat insan yang bertakwa. Wallahu’alam.[ind/mui]

Tags: Dua Hadis yang Tegaskan Menjaga Lisan saat Berpuasa
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Tips Puasa Gadget di Bulan Ramadan

Next Post

Belajar Hakikat Pernikahan dari Orangtua Shalahuddin Al Ayubi

Next Post
Belajar Hakikat Pernikahan dari Orang Tua Shalahuddin Al Ayubi

Belajar Hakikat Pernikahan dari Orangtua Shalahuddin Al Ayubi

Beri Edukasi Sejak Dini Tentang Kewajiban Zakat, LAZ Al Azhar Gelar Kegiatan Zakat Day di 8 Kampus Al Azhar Jawa Timur

Beri Edukasi Sejak Dini Tentang Kewajiban Zakat, LAZ Al Azhar Gelar Kegiatan Zakat Day di 8 Kampus Al Azhar Jawa Timur

Kolak Menggerakkan Ekonomi Rakyat saat Ramadan

Kolak Menggerakkan Ekonomi Rakyat saat Ramadan

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    494 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3436 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7902 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6706 shares
    Share 2682 Tweet 1677
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5269 shares
    Share 2108 Tweet 1317
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga