• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Fokus

Mengenal Mentalitas Kita

12/01/2023
in Fokus
Tiga Langkah Membangun Sikap Positif

Ilustrasi, foto: walldiskpaper.com

84
SHARES
648
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MANUSIA itu Allah nilai bukan dari ‘bungkus’nya. Tapi dari dalam dirinya.

Sebagian besar kita sering bercermin. Apa yang diperiksa dari pantulan cermin tentang diri kita? Ada yang memeriksa matanya, bibirnya, hidungnya, pipinya, dahinya, atau juga memeriksa tubuhnya.

Pertanyaannya, adakah yang bercermin untuk memeriksa keadaan jiwa atau mentalitas dirinya? Rasanya, tidak.

Memeriksa Mentalitas Kita

Mentalitas atau keadaan jiwa memang sangat dinamis. Perubahannya begitu cepat. Tapi, reaksi positif atau negatifnya mengikuti dasar atau pijakannya.

Mereka yang punya pijakan kuat, mentalitasnya akan stabil, tegar, dan lainnya. Tapi jika pijakannya lemah, apalagi jika tidak punya pijakan sama sekali, maka akan diombang-ambing keadaan.

Contoh, kalau dikabarkan bahwa ayah atau ibu kita meninggal dunia, reaksi umum adalah sedih. Dan tubuh akan mengikuti keadaan sedih dengan cara menangis.

Sampai di situ wajar. Tapi jika reaksinya bukan hanya sedih, tapi juga marah, takut, bingung, dan lainnya; maka hal itu menjadi tidak wajar. Pada keadaan ini menunjukkan bahwa mentalitas kita sedang sakit.

Jadi, dengan ‘pukulan’ yang sama, tapi reaksinya berbeda jauh. Yang satu hanya bersedih, yang satunya lagi histeris, berteriak-teriak, dan seterusnya.

Bahkan, tidak jarang, seolah-olah harus ada yang patut disalahkan dari musibah yang sebetulnya wajar itu. Misalnya, menyalahkan dokter yang merawat, sanak keluarga yang harusnya mendampingi, bahkan bisa juga menyalahkan Tuhan.

Contoh lain, ingin menyalahkan orang lain. Mentalitas jenis ini menganggap bahwa dirinya tak mungkin salah. Kalau ada yang salah, pasti karena dilakukan orang lain.

Biasanya mentalitas negatif ini dijangkiti oleh mereka yang punya ‘power’. Bisa sebagai atasan, senior, kakak terhadap adik-adik, bahkan ayah atau ibu terhadap anak-anaknya.

Istilahnya, selama masih ada ‘buntut’, salahkan saja ‘buntut’nya. Sementara dirinya selamat.

Padahal, bagaimana mungkin buntut saja yang harus disalahkan, karena ia hanya mengikuti keinginan yang di ‘atas’nya.

Sembuhkan dan Jangan Dibiarkan

Jika bayangan di cermin terdapat jerawat di wajah kita, kita pun akan berusaha untuk mengobati. Lalu, bagaimana kalau dirasa ada yang ‘tidak beres’ dari mentalitas kita, apakah akan kita biarkan saja?

Nah, inilah yang patut dilakukan, yaitu berusaha menyembuhkan mentalitas kita. Sakit mental tentu jauh lebih gawat daripada sekadar jerawat.

Masalahnya, tidak semua orang menyadari kalau ada yang salah dengan mentalitasnya. Orang yang tidak merasa sakit akan sulit untuk disembuhkan. [Mh]

 

Tags: Sehatkan Mental Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

4 Hal yang Wajib Kita Berlindung Diri Darinya

Next Post

Cinta Allah kepada Seorang Ibu

Next Post
Menjaga kondisi kesehatan ibu pasca melahirkan

Cinta Allah kepada Seorang Ibu

Benarkah Sakinah Itu Segalanya dalam Keluarga? (Bag. 1)

Benarkah Sakinah Itu Segalanya dalam Keluarga? (Bag. 1)

NIVEA Berkolaborasi Dengan Watson dan Dompet Dhuafa "Gelorakan Program Perempuan Tangguh di Indonesia"

NIVEA Berkolaborasi Dengan Watson dan Dompet Dhuafa "Gelorakan Program Perempuan Tangguh di Indonesia"

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8991 shares
    Share 3596 Tweet 2248
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4063 shares
    Share 1625 Tweet 1016
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11639 shares
    Share 4656 Tweet 2910
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4713 shares
    Share 1885 Tweet 1178
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2310 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2298 shares
    Share 919 Tweet 575
  • Bagaimana Caranya Agar Tetap Bahagia di Tengah Kebisingan Hidup?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

    466 shares
    Share 186 Tweet 117
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga