• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 7 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Posisi Sosial dan Beban Moral Suami Istri

17/11/2025
in Suami Istri, Unggulan
Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT

(foto: pixabay)

140
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KONSELOR Keluarga Cahyadi Takariawan menulis bahwa posisi sosial dan beban moral dapat menjadi sumber motivasi untuk mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga.

Masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda-beda dalam seberapa besar kemampuan mempertahankan keutuhan keluarga.

Cobalah kamu renungkan posisi diri di tengah keluarga besar, di masyarakat, di kantor tempat kamu bekerja, bahkan dalam rumah tangga sendiri.

Sudah barang tentu, sebagai suami atau istri, kamu menempati posisi sentral, tempat bergantungnya segala kebaikan. Apakah tega kamu mengecewakan ribuan sorot mata yang mengarah kepadamu?

Ada beban moral bagi kamu, sebagai seseorang yang dipercaya dan mendapatkan harapan untuk menjadi contoh teladan dalam kehidupan.

Mungkin kamu orang biasa saja, bukan pemimpin, bukan atasan. Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak menjadi contoh teladan dalam posisi seperti itu.

Minimal, kamu adalah teladan bagi anak-anak dan kerabat dekat kamu.

Baca Juga: Memori Indah Kebersamaan dapat Menjadi Sumber Keharmonisan Keluarga

Posisi Sosial dan Beban Moral Suami Istri

Apabila bahtera rumah tangga kamu dilanda bencana permasalahan yang menyebabkan kehancuran, bayangkan, betapa kecewa ayah ibu kamu, anak-anak, adik dan kakak kamu. Semua kecewa.

Sulit bagi kamu untuk melepaskan diri dari beban moral seperti ini.

Mungkin rasanya memang membebani, tetapi sesungguhnya ia merupakan salah satu bahan bakar yang efektif untuk memperbesar nyala lentera motivasi kamu.

Cobalah kamu perhatikan, seseorang bisa memenangkan perlombaan lari, semata-mata karena merasa malu kalau kalah.

Seseorang bersedia belajar giat demi sukses ujian, karena malu kalau sampai gagal.

Seorang gadis bersedia mengeluarkan biaya besar untuk operasi plastik, karena malu wajahnya dipenuhi jerawat. Nah, sekadar beban moral bernama “malu”, mampu memperbesar nyala lentera motivasi seseorang.

Tentu saja, masalahnya bagi kamu bukan sekadar malu kalau sampai terlihat keluarga kamu tidak harmonis. Lebih dari itu, beban moral tersebut terkait dengan masa depan yang lebih panjang.

Masa depan anak-anak, sangat dipengaruhi oleh suasana yang mereka dapatkan dalam rumah tangga.

Apabila suasana rumah tangga dipenuhi cinta dan kasih sayang, niscaya berbagai potensi kebaikan akan teroptimalkan.

Sebaliknya, apabila suasana rumah dipenuhi oleh amarah dan permusuhan, anak-anak akan mendapatkan trauma yang membuat potensi mereka tidak teroptimalkan.

Jadikan beban moral tersebut sebagai pembakar nyala lentera motivasi kamu.[ind]

 

Tags: Posisi Sosial dan Beban Moral Suami IstriSumber Motivasi Keharmonisan Keluarga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

ODOJ Gelar Tabligh Akbar Peringati 12 Tahun di Masjid Istiqlal

Next Post

Menjaga Kesehatan Lebih Baik Daripada Mengobatinya

Next Post
Menjaga Kesehatan Lebih Baik Daripada Mengobatinya

Menjaga Kesehatan Lebih Baik Daripada Mengobatinya

Tak Ada Doa yang Sia-sia

Ketika Iman Begitu Nikmat

Masih tentang Mentalitas Masih Bisa Lagi

Kisah Malaikat Bercadar yang Jadi Jalan Hidayah bagi Seorang PSK

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8812 shares
    Share 3525 Tweet 2203
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1054 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11550 shares
    Share 4620 Tweet 2888
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3971 shares
    Share 1588 Tweet 993
  • Menghina Allah dalam Hati

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Peringati Tahun Baru Muharam 1448 H, Salimah Rawapanjang Santuni Anak Yatim, Duafa dan Gelar Khitan Massal

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5183 shares
    Share 2073 Tweet 1296
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3446 shares
    Share 1378 Tweet 862
  • Kisah Teladan Rufaidah Al Aslamiyah, Perawat Pertama dalam Islam yang Mengabdikan Hidupnya untuk Umat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga