• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 4 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Inilah yang Membedakan Film Horor Asia dan Barat

21/11/2022
in Khazanah
Inilah yang Membedakan Film Horor Asia dan Barat

Ilustrasi, foto: Wallpaper Cave

112
SHARES
859
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

FILM horor nampaknya tidak pernah surut. Meski menakutkan, tapi selalu digemari dan dicari. Ada perbedaan mencolok antara film horor asia termasuk Indonesia dengan produksi negeri Barat. Apa itu?

Film merupakan cerminan budaya suatu masyarakat. Bisa dibilang, film sebagai potret keadaan sebuah masyarakat yang membuatnya.

Karena itu, selalu ada kekhasan di masing-masing negara tentang film buatan mereka. Meskipun genrenya sama, misalnya horor.

Hantu dan Pembunuhan

Sebelum tahun dua ribuan, umumnya film horor Barat nyaris tidak masuk ke wilayah perhantuan. Yang dimaksud horor oleh Barat bukan tentang hantu. Tapi tentang pembunuhan keji.

Karena itu, film horor Barat lebih cenderung menampilkan darah sebagai indikator seru tidaknya film mereka. Misalnya, pembunuhan berantai, pembunuhan oleh psikopat, manusia serigala, drakula, dan lainnya.

Ini sangat berbeda dengan jenis film horor di Asia termasuk Indonesia. Di umumya Asia, horor diterjemahkan sebagai kemunculan hantu dengan iringan keseraman dan kesadisannya.

Masalahnya, hantu di masing-masing negara berbeda. Di Cina, hantu dimunculkan sebagai sosok vampir dengan seragam necis warna biru dengan kuku yang panjang.

Di Indonesia dan Malaysia, hantu dimunculkan dengan sosok pocong atau hantu lokal lainnya seperti kuntil anak, tuyul, siluman, dan lainnya. Di Thailand lain lagi.

Perbedaan versi hantu ini menjadikan film horor Asia tidak bisa go internasional. Mungkin menarik untuk kalangan lokal, tapi sangat asing untuk belahan dunia lain seperti di negeri Barat yang tidak percaya dengan hantu.

Lambat laun, di awal tahun dua ribuan, film horor Asia mulai mengurangi versi hantu lokal mereka. Tapi tetap tidak murni hanya film pembantaian dan pembunuhan.

Sosok-sosok hantu mereka ubah seuniversal mungkin. Tidak lagi tentang pocong yang terasa aneh untuk negeri non muslim, tapi tentang hantu yang asal seram saja.

Kreasi Horor Barat

Karena Barat tidak begitu tertarik dengan sosok hantu, film horor mereka menjadi amat monoton jika hanya tentang pembunuhan dan darah.

Mereka pun mengolah film horor bernuansa scientific. Yaitu, adanya kemunculan alien yang bengis, haus darah, dan lainnya.

Tapi tetap saja terasa dangkal karena nuansa scientific yang dimunculkan begitu minim. Tidak jelas dari mana asal muasal alien tersebut, dan seperti apa proses perjalanan mereka dari luar angkasa ke bumi.

‘Ujug-ujug’ mereka tiba di bumi dan melakukan pembantaian terhadap manusia. Tapi film ya tetap film. Penonton kalau sudah disuguhi sinematografi yang canggih, kadang kehilangan daya kritisnya.

Horor Barat pasca Era Dua Ribuan

Film horor Barat akhirnya keluar dari pakemnya. Mereka sadar betul kalau tujuan utama mereka bisnis alias jualan sebanyak-banyaknya.

Karena itulah, mereka mulai melirik film-film horor Asia. Kenapa film horor di Asia termasuk Indonesia begitu laris manis.

Akhirnya, mereka mulai mengadopsi sosok hantu di fokus cerita. Tidak lagi melulu tentang darah dan pembunuhan.

Namun tetap saja terasa dangkal. Hal ini karena pembuat film Barat seperti bingung tentang filosofi hantu: kenapa ada hantu, dan dari mana asal muasal mereka.

Akhirnya, film hantu versi Barat lebih kepada film psikologis. Yaitu, tentang kelainan kejiwaan seseorang tentang sebuah dampak kematian.

Pendek kata, tetap saja versi horor Barat menafikan adanya hantu. Melainkan, hanya sekadar kelainan kejiwaan seseorang.

Tapi pertanyaannya, apa memang hantu sebagai jelmaan orang yang sudah meninggal itu benar-benar ada? Atau jangan-jangan, hanya kelainan kejiwaan seperti yang diversikan horor Barat.

Ada atau tidaknya hantu, rasanya tidak lagi jadi masalah untuk penonton di Asia. Yang penting, mereka ingin ditakut-takuti dengan khayalan agar bisa melupakan kenyataan hidup yang jauh menakutkan. [Mh]

Tags: Inilah yang Membedakan Film Horor Asia dan Barat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Empat Kunci Kebahagiaan Menurut AA Gym

Next Post

Kondisi Terkini Kota Cianjur Pasca Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,6

Next Post
Kondisi terkini kota Cianjur pasca gempa berkekuatan magnitudo 5,6

Kondisi Terkini Kota Cianjur Pasca Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,6

Ibu, role model anak untuk berhijab syar`i

Ibu, Role Model Anak untuk Berhijab Syar`i

Janji Allah untuk orang-orang yang beriman

Wahan, Penyakit Kronis Umat Akhir Zaman

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Bawa Bantuan, Salimah dan Yakesma Bertolak Menuju Aceh

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    515 shares
    Share 206 Tweet 129
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7788 shares
    Share 3115 Tweet 1947
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3336 shares
    Share 1334 Tweet 834
  • Jaga Kepercayaan Publik, Anis Byarwati Minta Kasus DSI Diselesaikan Secara Bertanggung Jawab

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Saya dan Kenangan 30 Tahun bersama TipTop Swalayan

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1090 shares
    Share 436 Tweet 273
  • Bermain Dadu dalam Hadis Nabi, Fiqih Salaf, dan Madzhab

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Keragaman Modest Wear dengan Wastra dan Konsep Sustainability di Panggung SPOTLIGHT Indonesia 2023 Culture: Then and Now

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga