• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 29 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Mengenal Prolaps Uteri, Menurunnya Rahim Menonjol Keluar Vagina

23/05/2022
in Healthy
Prolaps uteri

Foto: hellosehat.com

105
SHARES
809
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Prolaps uteri merupakan kondisi organ panggul pada perempuan yang menurun melalui liang vagina. Bisa diartikan juga kondisi ketika rahim turun sehingga menonjol keluar vagina. Hal tersebut diakitbatkan karena kelemahan struktur penyokong dasar panggul.

Baca Juga: Mau Melahirkan itu Prestasi

Mengenal Prolaps Uteri, Menurunnya Rahim Menonjol Keluar Vagina

Dr. dr. Nuring Pangastuti, Sp.OG(K)-Urogin, Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKKMK UGM, melalui Bincang-bincang Santai Raisa Radio pada Senin, (9/5).

“Jadi ada beberapa kata kunci disini, kondisi organ dasar panggul harus turun melalui vagina, bukan melalui yang lain. Jalan yang dilewati adalah vagina, jadi ini merupakan penyakit khusus pada perempuan,” papar Nuring.

Organ dasar panggul pada perempuan tersebut menurut Nuring adalah rahim/uterus, kandung kemih/uretra, dan saluran cerna bagian bawah/rektum.

“Penyebabnya disebabkan oleh banyak faktor yang pada akhirnya akan menyebabkan kelemahan pada struktur penyokong organ dasar panggul pada perempuan. Secara umum faktor risik prolaps dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik,” paparnya.

Faktor intrinsik adalah faktor-faktor yang melekat pada diri seorang perempuan yang umumnya tidak bisa dilakukan intervensi dan tidak bisa diubah. Misalnya adalah struktur kolagen dari perempuan yang bersangkutan, faktor genetik, proses penuaan, dan menopause.

“Kita tau bahwa seorang perempuan yang mempunyai ibu kandung penderita prolaps, itu memiliki kemungkinan untuk menderita prolaps 4 kali lebih besar dibanding perempuan lain yang tidak mempunyai ibu penderita prolaps,” ucap Nuring.

Faktor ekstrinsik adalah faktor-faktor di luar tubuh perempuan yang bersangkutan dan lebih bisa dikendalikan sehingga risiko untuk mengalami prolaps di kemudian hari bisa ditekan serendah mungkin. Misalnya keputusan untuk melahirkan/jumlah persalinan, berat badan, berbagai macam hal yang menyebabkan terjadi peningkatan tekanan indra rongga perut dalam waktu yang lama (misalnya pasien asma dan batuk kronis), mengangkat beban berat dalam waktu yang lama, dan sebagainya.

Nuring menjelaskan bahwa gejala atau tanda-tanda prolaps terbagi menjadi empat karakteristik keluhan berdasarkan pada area dan organ yang terlibat. Pertama, keluhan terkait gangguan berkemih. Keluhan ini muncul karena struktur penyangga di vagina bagian depan adalah berfungsi menyangga kandung kemih.

“Jadi ketika dia lemah maka kandung kemih posisinya akan berubah yang mengakibatkan banyak keluhan. Yang paling sering dikeluhkan adalah berkemih tidak lampias atau tidak tuntas,” ujarnya.

Kedua, keluhan yang melibatkan saluran cerna. Ketiga, keluhan terkait fungsi vagina untuk melakukan aktivitas seksual terkait penetrasi. Pada perempuan yang aktif secara seksual, adanya prolaps akan menyebabkan keluhan terkait aktivitas seksual misalnya nyeri atau penetrasi tidak bisa penuh. Keempat, karakteritstik terkait adanya prolaps itu sendiri, dimana perempuan penderita prolaps merasa vaginanya berat, penuh, kalau duduk tidak enak atau mengganjal dan mengganggu punggung bawah dan pinggang.

Nuring menyampaikan cara dan tata laksana yang bisa dilakukan untuk mengatasi prolaps yang diawali dengan pencegahan.

“Pencegahan terjadinya prolaps termasuk ke dalam ruang lingkup tata laksana prolaps. Pencegahannya dapat dilakukan dengan membatasi jumlah anak dan bersalin, dan berusaha untuk menjaga indeks massa agar tetap normal,” ujarnya.

Kalau sudah terlanjur ada prolaps, kita bisa melakukan tata laksana yang dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, kelompok yang tanpa perlu dilakukan pembedahan (operasi) dan kelompok tata laksana dengan operasi.

“Tanpa pembedahan bisa kita lakukan pada pasien-pasien atau perempuan yang derajat prolapsnya rendah. Dalam hal ini terapi yang paling populer dilakukan adalah senam kegel,” ucap Nuring.

Sumber: ugm.ac.id/Desy

Tags: Prolaps uteri
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

3 Kebiasaan Baik Ramadan yang Bisa Kita Lakukan di Bulan lainnya

Next Post

Ucapan Selamat Kepada Orang yang Tertimpa Musibah

Next Post
Ucapan Selamat Kepada Orang yang Tertimpa Musibah

Ucapan Selamat Kepada Orang yang Tertimpa Musibah

Memandang dengan Mata Hati

Umumnya Kita Kurang Bersyukur

Hikmah Lain dari Lingkungan Masjid

Hikmah Lain dari Lingkungan Masjid

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    550 shares
    Share 220 Tweet 138
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8527 shares
    Share 3411 Tweet 2132
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4364 shares
    Share 1746 Tweet 1091
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • 3 Resep Olahan Daging Sapi Recommended Dicoba

    531 shares
    Share 212 Tweet 133
  • 15 Tahun Menebar Berkah, Yayasan Bunyaanun Marshush Salurkan Qurban di Gunungsari Bogor

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Perbedaan Air Mani dan Madzi

    246 shares
    Share 98 Tweet 62
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    233 shares
    Share 93 Tweet 58
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga