BAGI jamaah haji dan umrah, mengunjungi Jabal Nur menjadi salah satu pengalaman yang berkesan. Gunung yang dikenal sebagai “Gunung Cahaya” ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam Islam karena di puncaknya terdapat Gua Hira, tempat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril
Terletak sekitar 4 kilometer di timur laut Masjidil Haram, Jabal Nur memiliki ketinggian sekitar 642 meter di atas permukaan laut. Dari kejauhan, gunung ini tampak berbeda dibandingkan pegunungan lain di sekitarnya karena puncaknya menyerupai punuk unta
Perjalanan menuju puncak Jabal Nur bukanlah wisata biasa. Pengunjung harus mendaki jalur berbatu dan anak tangga yang cukup menantang.
Waktu yang dibutuhkan umumnya berkisar antara 45 menit hingga 1,5 jam, tergantung kondisi fisik dan cuaca. Karena suhu di Makkah dapat sangat panas pada siang hari, banyak jamaah memilih mendaki setelah Subuh atau menjelang malam
Sesampainya di puncak, pengunjung akan menemukan Gua Hira yang ukurannya relatif kecil. Meski sederhana, tempat ini memiliki makna yang luar biasa bagi umat Islam.
Di sinilah Rasulullah sering berkhalwat dan merenungkan keadaan masyarakat Arab sebelum masa kenabian. Kemudian, pada usia 40 tahun, beliau menerima wahyu pertama berupa Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang menandai dimulainya risalah Islam.
Selain nilai sejarahnya, puncak Jabal Nur juga menawarkan panorama Kota Makkah yang menakjubkan. Dari ketinggian, pengunjung dapat melihat hamparan kota modern yang berpadu dengan pegunungan tandus khas Arab Saudi. Pada malam hari, cahaya lampu kota dan kemegahan Masjidil Haram terlihat begitu memukau dari kejauhan.
Baca Juga: Tips Mencuci Karpet agar Bersih dan Awet Digunakan
Menapaki Jabal Nur, Perjalanan Spiritual ke Tempat Turunnya Wahyu Pertama
Persiapan Sebelum Mendaki
Agar perjalanan lebih nyaman, berikut beberapa perlengkapan yang disarankan:
- Air minum yang cukup
- Sepatu atau sandal gunung yang nyaman
- Topi atau payung
- Tas kecil untuk membawa perlengkapan pribadi
- Handuk kecil atau tisu
- Camilan ringan
Tips Berkunjung ke Jabal Nur
- Datang pada pagi atau malam hari untuk menghindari cuaca panas.
- Gunakan alas kaki yang tidak licin karena jalur cukup terjal.
- Bawa air minum secukupnya untuk mencegah dehidrasi.
- Jangan memaksakan diri jika kondisi fisik kurang memungkinkan.
- Jagalah kebersihan dan hormati kesucian lokasi bersejarah tersebut.
Mengunjungi Jabal Nur bukan sekadar wisata religi, tetapi juga perjalanan untuk mengenang awal turunnya wahyu yang mengubah sejarah dunia. Meski membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai puncaknya, pengalaman berdiri di dekat Gua Hira memberikan kesan mendalam bagi banyak jamaah yang datang ke Kota Suci Makkah. [DW]





