• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Wisata

Masjid Etnik Batu Merah Cirebon

14/05/2015
in Wisata
81
SHARES
624
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
(edijun/foto:bimasislam)
(edijun/foto:bimasislam)

ChanelMuslim.com – Siapapun yang pernah singgah ke Cirebon, hampir bisa dipastikan mengenal dua masjid bersejarah dan bergaya etnik, yaitu Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Kanoman. Keduanya merupakan situs kuno yang berdiri seiring sejarah keislaman di kota perjuangan dakwah Sunan Gunung Djati ini.

Yang pertama berada di lingkungan Keraton Kasepuhan, sedangkan masjid kedua menjadi bagian dari Keraton Kanoman. Namun belum banyak yang tahu, ternyata di pinggiran Kota Cirebon juga berdiri sebuah masjid etnik yang cukup sederhana. Banyak orang menyebutnya “Masjid Bata Merah”, karena penampilan bangunannya yang memang tampak dominan terbuat dari bata merah.

Masjid yang bernama asli “Nurbuat” ini awalnya berbentuk Mushalla, atau Tajug dalam istilah masyarakat Cirebon, yang didirikan pada tahun 2000. Baru pada tahun 2010, dipugar dan diperbesar menjadi sebuah masjid dengan arsitektur paduan etnik Cina-Demak, demikian pengakuan pendirinya Ustadz Rohim — yang lebih suka dipanggil “kang” — saat ngobrol santai dengan bimasislam di teras masjid hari Jumat (8/5) kemarin.

Masjid etnik yang tampak dari luar serba merah ini terletak di Kelurahan Kedung Menjangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Berdiri di atas tanah wakaf milik Keraton Kanoman, Masjid Bata Merah memiliki luas tanah 5000 M2, yang sekarang sedang mengalami perluasan bangunan untuk tempat wudhu dan ruangan pertemuan.

Bila ditilik lebih dekat, akan tampak beberapa aspek yang menarik dari bangunan masjid ini. Di sisi luar dekat pintu masuk, tampak menara yang cukup tinggi dengan susunan atap berjumlah sembilan. Jumlah sembilan pada atap menara ini menjelaskan Wali Songo, cerita Kang Rohim.

“Anehnya, selama pembangunan masjid ini dan dijadikan tempat shalat, yang bertahan ikut serta selalu 9 (Sembilan) orang sampai rampung. Kalau ada 10 orang, pasti satu orang mengundurkan diri. Wallahu a’lam kenapa begitu”, imbuhnya dengan sikap rendah hati.

Di bawah menara ini terdapat sebuah sumur yang dikenal dengan “Sumur Berkhasiat”, yang menurut ceritanya tidak pernah kering walaupun sedang musim kemarau. Di bagian dalam masjid yang menyatu dengan pengimaman (tempat Imam Shalat), berdiri kokoh menjulang ke atas atas sejumlah 17 (tujuh belas) tiang, atau “Saka”dalam istilah masyarakat Cirebon.

Bagian dalam masjid ini sepenuhnya tanpa celah sedikitpun dicat berwarna putih. Tujuh belas tiang itu merupakan simbol dari jumlah raka’at shalat dalam sehari, ujar Rohim.

Sedangkan bagian luar masjid ini memiliki sejumlah 33 (tiga puluh tiga) tiang yang berdiri kokoh dengan warna merah hingga tembok luar dari masjid ini. Jumlah tiang di bagian luar ini merupakan simbol dari jumlah wirid Tasbih, Hamdalah, dan Takbir seusai shalat rawatib, menurutnya.

Jadi kalau diamati, hanya ada 2 warna yang tampak pada masjid ini, merah pada bagian luar peshalatan masjid ini hingga ke pelataran juga ornamen luarnya, dan putih pada bagian dalamnya yang menyatu dengan pengimaman. Warna putih menjelaskan “kesucian” yang seringkali tersemat bagi orang saleh, sedangkan warna merah menjelaskan “kesangaran” (atau “bandel”) yang seringkali disematkan kepada Preman, ulas pemuda separuh baya yang berusia sekitar 40-an tahun ini.

Yang menarik, dibalik pendirian masjid ini, ada pengalaman spiritual yang dialami pendirinya, Kang Rohim. Kepada bimasislami, tokoh agama di kampung Kedung Menjangan ini menceritakan bahwa ide pendirian masjid ini dan segala gambaran arsitekturnya berasal dari pesan gaib Syekh Abdurrahman Rauf As-Sinqili, seorang Ulama Sufi Aceh, lewat mimpi yang berulang-ulang.

Bahkan, pesan itu menegaskan waktu pembangunan masjid ini pada awalnya yang hanya berlangsung selama 100 hari. “Ternyata, tepat benar apa yang terjadi”, tegasnya dengan penuh keyakinan. Wallahu a’lam, Dia Yang Maha Kuasa atas semua itu, ucapnya di akhir obrolan. -(sumber : bimasislam/kemenag)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Es Krim Alpukat

Next Post

Program Moratorium Hutan Indonesia Diperpanjang

Next Post

Program Moratorium Hutan Indonesia Diperpanjang

Pemerintah Minta Warga Serahkan Kakatua Jambul Kuning Ke Negara

Sarapan Bisa Turunkan Berat Badan

Halal sebagai Lifestyle, Mungkinkah?

  • Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    Milaf Cola: Inovasi Kola dari Saudi Arabia yang Dibuat dari Buah Kurma

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Islam Mengajarkan Mandiri, Bukan Mengemis

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7794 shares
    Share 3118 Tweet 1949
  • Kafe Sastra Balai Pustaka, Tempat Artis Nongkrong untuk Membaca

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    521 shares
    Share 208 Tweet 130
  • Pemuda Muhammadiyah DKI Tawarkan Kolaborasi Konkret untuk Jakarta Berkeadilan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Salimah Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor kepada Lansia di Langsa

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Belajar dari Kisah Qarun

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Resep Pastel Tutup, Ide Sajian Pagi Mengenyangkan

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga