THYROID Eye Disease (TED) merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar bola mata.
Kondisi ini berkaitan dengan hipertiroidisme karena antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga dapat menyerang jaringan di sekitar mata.
Akibatnya, terjadi pembengkakan yang membuat mata tampak lebih menonjol. Mata melotot menjadi salah satu ciri khas yang paling sering ditemukan pada pasien TED.
Terjadi peregangan dan pembengkakan pada otot bola mata sehingga mata tampak menonjol atau melotot.
Selain mata melotot, penyakit mata tiroid juga dapat menimbulkan berbagai keluhan lain yang memengaruhi fungsi penglihatan.
Baca juga: Selain Kanker Paru-Paru, Merokok bisa Merusak Kesehatan Tulang
Gangguan Autoimun Sebabkan Peradangan dan Pembengkakan Otot
Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:
Penglihatan ganda (diplopia)
Kelopak mata sulit menutup sempurna
Mata juling
Gangguan pergerakan bola mata
Mata terasa kering dan tidak nyaman.
Sementara itu, gejala hipertiroidisme sendiri sering kali tidak terlalu spesifik sehingga kerap tidak disadari pasien.
Penderita dapat mengalami tangan gemetar atau tremor, mudah berkeringat terutama pada malam hari, berat badan sulit naik meski nafsu makan baik, serta lebih sering buang air besar.
Perempuan berusia di atas 40 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami Thyroid Eye Disease dibandingkan laki-laki.
Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti riwayat genetik, stres, hingga kebiasaan merokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif.
Merokok diketahui dapat memperparah peradangan pada jaringan sekitar mata dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit mata tiroid.
Tak hanya mengganggu kesehatan mata, TED juga dapat berdampak pada kondisi psikologis penderitanya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Perubahan penampilan akibat mata yang menonjol sering kali membuat pasien merasa kurang percaya diri. Beberapa bahkan menjadi lebih tertutup dan mengalami hambatan dalam aktivitas sosial maupun pekerjaan.
Pentingnya deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan kelopak mata maupun penyakit mata tiroid.
Diagnosis dan terapi yang dilakukan sedini mungkin dapat membantu menjaga fungsi mata sekaligus meminimalkan dampak estetika yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. [Din]


