BELUM kehilangan, tetapi hati sudah takut kekurangan. Rezeki hari ini masih berada di tangan, tetapi pikiran justru sibuk memikirkan apa yang akan terjadi esok. Belum sampai pada masa sulit, tetapi kekhawatiran sudah datang lebih dulu memenuhi kepala.
Begitulah manusia. Kadang kita terlalu jauh memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi sampai lupa menikmati apa yang sedang Allah berikan hari ini.
Baca Juga: Tips Sebelum Bepergian Menggunakan Kereta Api
Jangan Pernah Takut Kekurangan Selama Ada Allah dalam Setiap Langkah Kehidupan
Kita khawatir tidak memiliki cukup uang untuk kebutuhan bulan depan. Takut pekerjaan berhenti. Takut pemasukan berkurang. Takut ada kebutuhan mendadak yang tidak bisa dipenuhi. Bahkan ketika semuanya masih berjalan dengan baik, hati sudah membuat berbagai kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Padahal, bukankah selama ini Allah sudah berkali-kali mencukupkan?
Ada masa ketika kita pernah merasa tidak tahu bagaimana menyelesaikan sebuah masalah, tetapi ternyata pertolongan datang melalui jalan yang tidak disangka. Ada saat ketika kita mengira rezeki akan berhenti, tetapi Allah membuka pintu lain. Ada kebutuhan yang sempat membuat kita gelisah, tetapi pada akhirnya selalu ada cara untuk melewatinya.
Mungkin yang membuat kita begitu takut bukan karena Allah tidak menjamin rezeki, melainkan karena kita belum benar-benar mengenal siapa yang menjamin rezeki tersebut.
Kita mengetahui bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Yang Maha Pemberi Rezeki. Kita juga mengetahui bahwa setiap makhluk telah memiliki rezekinya. Namun, mengetahui dengan pikiran belum tentu sama dengan meyakininya dengan hati.
Keyakinan itulah yang perlu terus dirawat.
Bukan berarti kita tidak perlu bekerja atau mempersiapkan masa depan. Islam mengajarkan manusia untuk berikhtiar. Kita tetap perlu bekerja, menabung, merencanakan kebutuhan dan berusaha memperbaiki kehidupan. Namun, jangan sampai ikhtiar membuat kita lupa bahwa hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah.
Berusaha adalah bagian kita. Menentukan hasil bukanlah bagian kita.
Ketika rezeki hari ini masih ada, syukurilah. Ketika kebutuhan hari ini masih dapat dipenuhi, jangan biarkan kekhawatiran tentang hari esok mencuri ketenangan yang seharusnya kita rasakan sekarang.
Hari esok memang belum kita ketahui. Tetapi Allah mengetahuinya.
Bukankah Allah yang mencukupkan kita kemarin juga mampu mencukupkan kita esok hari?
Maka, mungkin yang perlu kita kuatkan bukan hanya ikhtiar mencari rezeki, tetapi juga keyakinan kepada Sang Pemberi Rezeki. Sebab hati yang mengenal Allah akan belajar bahwa masa depan boleh direncanakan, tetapi tidak perlu ditakuti secara berlebihan.
Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin, berdoa dengan sungguh-sungguh, menggunakan rezeki yang ada dengan bijak dan belajar bertawakal.
Jika hari ini Allah masih memberi, nikmati dengan rasa syukur. Jika esok ada kebutuhan, hadapi dengan ikhtiar dan doa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jangan habiskan hari ini untuk takut pada kekurangan yang belum tentu datang. Percayalah, Allah yang mengurus kehidupan kita hari ini tidak akan kehilangan kuasa untuk mengurus kehidupan kita esok hari. [DW]
Sumber: Ustadzah Aisyah Farid





