DALAM menjalani kehidupan, ada kalanya kita merasa lelah karena terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi. Kita sibuk mencemaskan masa depan, takut kehilangan apa yang dimiliki, khawatir terhadap rezeki, hingga merasa gelisah ketika kenyataan tidak berjalan sesuai harapan. Padahal, ada Allah SWT yang mengatur seluruh kehidupan dengan begitu sempurna.
Cobalah sejenak melihat alam semesta di sekitar kita. Setiap hari, matahari terbit dari ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat atas izin-Nya. Angin berembus, air mengalir, hujan turun, dan tumbuh-tumbuhan berkembang. Semua berjalan sesuai ketetapan Allah tanpa harus kita atur atau kita kendalikan.
Baca Juga: Pada Akhirnya Hidup Adalah Tentang Doa dan Takdir
Belajarlah Berserah Diri kepada Allah yang Mengatur Segalanya
Jika urusan alam semesta yang begitu luas saja berada dalam kekuasaan-Nya, mengapa kita masih begitu sulit menyerahkan segala urusan hidup kepada Allah?
Allah bukan hanya menciptakan manusia, tetapi juga menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya. Burung-burung yang terbang di udara, semut-semut kecil yang berjalan di tanah, ikan-ikan yang berenang di lautan, hingga binatang buas yang hidup di hutan, semuanya membutuhkan rezeki untuk bertahan hidup. Tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 6, Allah berfirman bahwa tidak ada satu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya. Ayat ini mengingatkan kita bahwa rezeki setiap makhluk berada dalam pengetahuan dan ketetapan-Nya.
Lantas, mengapa kita harus terus-menerus membiarkan kecemasan menguasai hati?
Berserah diri kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha. Kita tetap harus bekerja, berikhtiar, memperbaiki diri, dan menjalankan tanggung jawab sebaik mungkin. Namun, setelah melakukan segala usaha, kita perlu menyadari bahwa hasil akhirnya bukan sepenuhnya berada dalam kendali kita.
Ada hal-hal yang bisa kita perjuangkan, tetapi ada pula perkara yang hanya bisa kita serahkan kepada Allah. Ketika doa belum terwujud, bukan berarti Allah tidak mendengar. Ketika rezeki terasa sempit, bukan berarti Allah meninggalkan kita. Bisa jadi, ada hikmah yang belum mampu kita pahami saat ini.
Belajarlah untuk percaya bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Terkadang, sesuatu yang kita inginkan belum tentu menjadi sesuatu yang kita butuhkan. Begitu pula jalan yang terasa sulit mungkin justru mengantarkan kita menuju kebaikan.
Jika hari ini pikiranmu dipenuhi kecemasan, tenangkanlah hati dan kembalilah kepada Allah. Perbanyak doa, jaga ibadah, dan teruslah berusaha tanpa kehilangan harapan.
Ingatlah, kita tidak harus mampu mengendalikan semuanya untuk bisa merasa tenang. Kita hanya perlu melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga Allah melapangkan hati kita, mencukupkan rezeki kita, memudahkan segala urusan, dan menguatkan keyakinan bahwa setiap ketetapan-Nya selalu berada dalam ilmu dan kekuasaan-Nya. [DW]
Sumber: Ustadzah Halimah Alaydrus





