RASULULLAH merupakan utusan Allah SWT yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Risalah yang beliau sampaikan tidak hanya ditujukan kepada umat manusia, tetapi juga mencakup bangsa jin. Hal ini dijelaskan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an yang menjadi landasan bagi para ulama dalam memahami luasnya cakupan dakwah Rasulullah.
Salah satu dalil yang menjelaskan hal tersebut adalah firman Allah SWT dalam surah Al-Anbiya ayat 107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya, “Tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
Ayat tersebut menerangkan bahwa kehadiran Rasulullah merupakan rahmat bagi seluruh alam. Para ulama menjelaskan bahwa cakupan risalah beliau meliputi manusia dan jin, sebagai makhluk Allah SWT yang juga memiliki kewajiban untuk beribadah kepada-Nya.
Baca Juga: Pada Akhirnya Hidup Adalah Tentang Doa dan Takdir
Rasulullah Diutus untuk Manusia dan Bangsa Jin
Hal ini diperkuat dengan firman Allah dalam surah Adz-Dzariyat ayat 56 yang menyatakan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah. Karena itu, keduanya membutuhkan petunjuk agar dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan ketentuan-Nya.
Bangsa Jin Juga Mendengarkan Al-Qur’an
Keterangan mengenai dakwah Rasulullah kepada bangsa jin juga terdapat dalam surah Al-Jin ayat 1.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
Artinya, “Katakanlah (Muhammad), ‘Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur’an), lalu mereka berkata, Sesungguhnya kami telah mendengarkan bacaan Al-Qur’an yang menakjubkan.’”
Ayat ini menjelaskan bahwa sekelompok jin pernah mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mengakui keistimewaannya. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dakwah Islam juga menjangkau bangsa jin. Sebagian dari mereka menerima kebenaran, beriman kepada Allah, dan mengikuti petunjuk yang disampaikan Rasulullah.
Namun, sebagaimana manusia, bangsa jin juga memiliki keadaan yang beragam. Ada yang saleh dan taat, tetapi ada pula yang menyimpang dari jalan kebenaran.
Dalam surah Al-Jin ayat 11, Allah SWT menjelaskan bahwa di antara bangsa jin terdapat golongan yang saleh dan golongan lainnya yang tidak demikian. Sementara itu, ayat 14 menerangkan bahwa sebagian jin menjadi muslim, sedangkan sebagian lainnya menyimpang dari kebenaran.
Keterangan ini memperlihatkan bahwa bangsa jin memiliki pilihan dan tanggung jawab atas keyakinan serta perbuatannya.
Penjelasan Para Ulama tentang Risalah Rasulullah
Sejumlah ulama juga menegaskan bahwa risalah Nabi Muhammad mencakup manusia dan jin. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sekelompok jin mendengarkan Al-Qur’an, kemudian beriman, membenarkannya, dan tunduk kepada ajarannya.
Imam ath-Thahawi turut menerangkan bahwa Nabi Muhammad diutus kepada seluruh jin dan manusia dengan membawa kebenaran, petunjuk, serta cahaya. Syaikh Ibnu Baz juga menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut menunjukkan keumuman risalah Rasulullah bagi kedua golongan tersebut.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Penjelasan ini disebutkan dalam Fatawa Asy-Syabakah Al-Islamiyah nomor 215383.
Dari berbagai dalil tersebut, umat Islam dapat memahami bahwa ajaran yang dibawa Rasulullah memiliki cakupan yang luas. Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi manusia sekaligus menjelaskan keberadaan bangsa jin dan tanggung jawab mereka dalam beribadah kepada Allah SWT.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Karena itu, sudah semestinya umat Islam semakin menghargai kedudukan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan mempelajari dan mengamalkan ajarannya, semoga kita senantiasa berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Wallahu a’lam bishawab.
Sumber: Ustadz Farid Nu’man





