DALAM menjalani kehidupan, kita perlu selalu mengingat bahwa segala sesuatu yang dimiliki saat ini bukanlah milik kita sepenuhnya. Harta, jabatan, kecantikan, kepintaran, bahkan kesempatan untuk menikmati kehidupan merupakan titipan dari Allah SWT. Semua itu bisa datang dan pergi sesuai dengan ketetapan-Nya.
Karena itu, hiduplah dengan penuh kesederhanaan dan jauhkan diri dari sifat sombong. Jangan sampai apa yang kita miliki membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebab, kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tingginya jabatan, atau luasnya ilmu, tetapi juga dari ketakwaan dan akhlaknya.
Baca Juga: Pada Akhirnya Hidup Adalah Tentang Doa dan Takdir
Hiduplah dengan Sederhana dan Jauhkan Diri dari Sifat Sombong
Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak berjalan di bumi dengan kesombongan. Dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 37, Allah berfirman bahwa manusia tidak akan mampu menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung. Ayat ini menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dan tidak pantas menyombongkan diri di hadapan sesama.
Kesederhanaan bukan berarti kita harus hidup dalam kekurangan atau menolak keberhasilan. Kita boleh memiliki harta yang banyak, meraih pendidikan tinggi, membangun usaha, dan mencapai cita-cita. Namun, semua pencapaian itu seharusnya membuat kita semakin bersyukur, bukan justru merasa paling hebat.
Orang yang memahami hakikat kehidupan akan menyadari bahwa setiap kelebihan merupakan amanah. Harta perlu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, ilmu sebaiknya diamalkan dan dibagikan, sedangkan jabatan hendaknya menjadi sarana untuk membantu orang lain. Dengan begitu, nikmat yang dimiliki tidak hanya memberikan manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi sesama.
Al-Qur’an dan Ilmu Menjadi Pengingat Kehidupan
Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk senantiasa menjaga hati dan memperbaiki akhlak. Semakin banyak ayat yang kita pelajari, seharusnya semakin besar pula kesadaran kita akan kebesaran Allah SWT. Begitu juga dengan ilmu yang kita miliki. Ilmu semestinya menjadikan seseorang lebih bijaksana, rendah hati, dan berhati-hati dalam bertindak.
Jangan sampai ilmu membuat kita gemar merendahkan orang lain. Jangan pula harta membuat kita lupa bahwa ada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sebab, setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk bagaimana kita memperoleh, menggunakan, dan menjaganya.
Kita juga perlu menyadari bahwa kehidupan di dunia tidak berlangsung selamanya. Apa yang hari ini dibanggakan suatu saat akan ditinggalkan. Harta akan berpindah tangan, jabatan akan berakhir, dan usia akan terus berkurang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan dan seberapa baik kita menggunakan amanah dari Allah SWT.
Mari belajar hidup sederhana, memperbanyak rasa syukur, dan menjaga hati dari kesombongan. Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang rendah hati, mencintai ilmu, mengamalkan Al-Qur’an, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap nikmat yang telah diberikan-Nya. [DW]
Sumber: Ustadz Hanan Attaki





