SEORANG yang bijak pernah ditanya: “Berapa usiamu?” Ia menjawab: “Kesehatanku masih baik.”
“Apakah engkau memiliki harta?” Ia menjawab: “Aku tidak memiliki utang.” “Apakah engkau punya musuh?” Ia menjawab: “Aku tinggal jauh dari kerabatku.”
Orang bijak tersebut tidak menjawab dengan angka dan harta, tetapi dengan nikmat yang hakiki, dengan mata hati, bukan sekedar bilangan dan penampilan dunia.
3 Jawaban yang Mengubah Cara Pandang Hidup
1. Umur bukan hitungan tahun, tapi kesehatan
Umur bukan sekedar angka, tapi keberkahan. Ketika ia menjawab : “Kesehatanku masih baik”. Ia sedang mengajarkan bahwa umur yang bernilai bukan panjangnya, tetapi keadaan diri dalam ketaatan dan kesehatan.
2. Kekayaan bukan banyaknya harta, tapi bebas dari beban
Ketika ia menjawab: “Aku tidak memiliki utang” menunjukkan bahwa kekayaan sejati adalah bebas dari ketergantungan dan beban. Banyak yang hartanya melimpah, tapi hatinya sempit. Ada yang sederhana, tapi hidupnya tenang. Kejar kecukupan yang menenangkan, bukan kemewahan yang melelahkan.
3. Kedamaian bukan tanpa manusia, tapi pandai menjaga diri dari konflik.
Ketika ia menjawab: “Aku tinggal jauh dari kerabatku” bukan bermakna memutus silaturahim, tetapi bijak menjaga diri dari konflik yang merusak hati. Tidak semua kedekatan membawa ketenangan. Tidak semua jarak berarti keburukan. Jagalah hubungan, tapi lebih penting lagi : jagalah hati agar tidak rusak oleh konflik.
Orang bijak ini sedang mengajarkan tiga pilar kebahagiaan sejati :
- Jasad yang sehat → memudahkan ibadah
- Hati yang ringan → memudahkan syukur
- Hidup yang tenang → mendekatkan kepada Allah
Berapa banyak dari kita yang Sibuk menghitung usia, tapi lupa memperbaiki amal Mengejar harta, tapi menambah beban hidup Mencari relasi, tapi kehilangan ketenangan hati. Padahal, bahagia itu sederhana bisa sehat, cukup, dan tenang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini. Jika hari ini kamu masih sehat, tidak terlilit utang, dan hatimu masih tenan, maka sungguh, kamu sedang hidup dalam nikmat yang besar.
Allah berfirman: “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian…” (QS. Ibrahim: 7)
Jangan tunggu segalanya sempurna untuk merasa bahagia, karena bisa jadi Allah telah titipkan dalam hidup kita yang paling berharga, hanya saja kita belum cukup merenung untuk menyadarinya.”
Seringkali kita sibuk menghitung apa yang kita miliki, namun lupa mensyukuri apa yang menenangkan dalam diri. [DW]
Sumber: Ustadzah Herlini Amran, MA dalam grup telegram Majelis_MANIS