• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Unggulan

Cara Menyikapi Anak yang Berisik di Masjid

27/12/2025
in Unggulan, Ustazah
Persoalan Shalat Jumat di Sekolah

(foto: pixabay)

118
SHARES
905
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA menyikapi anak-anak yang berisik di masjid saat sedang shalat? Malam ke-23 Ramadan ini shalat tarawih di masjid komplek rumah kembali ditingkahi suara anak yang berisik.

Mereka datang ke masjid hanya untuk bermain-main, lari-lari dan bercanda dengan suara keras.

Suara anak-anak yang mengganggu konsentrasi imam dan jamaah ini jumlahnya berkisar 8 orang usia sekitar 5 s.d. 13 tahun.

Anehnya, shalat tarawih selesai, mereka berhenti bermain-main dan bubar sendiri.

Saya coba intip dari balik tirai pas jeda shalat. Lebih banyak anak laki-laki asyik sekali tertawa sambil teriak-teriak di halaman masjid.

Pengurus DKM tampaknya sudah capek mengingatkan orang tua agar bisa mengamankan anak-anaknya.

Kemarin malam, salah seorang pengurus DKM sampai mengancam tidak akan meneruskan shalat jika anak-anak terus ribut.

Anak yang tidak shalat diusir pergi. Ancaman ini lumayan ampuh, suasana lebih tenang di dalam.

Sementara anak yang berada di halaman tetap saja tidak ikut shalat tarawih. Di,mana orang tua mereka? Ternyata tidak semua anak ditemani oleh orang tuanya.

Saya berada di area jamaah perempuan. Banyak juga anak perempuan seusia 4 tahun s.d. 12 tahun.

Ada yang diajak ibunya, ada yang datang sendiri. Mereka hanya ngobrol, juga bercanda hingga mengganggu kekhusyukan.

Namun anak perempuan lebih mudah diingatkan. Meski mereka hanya ikut dua raka’at tapi mereka masih bisa diatur.

Beberapa malam ini saya juga dibuntuti cucu (azima 3,5 tahun) ikut ke masjid.

Kalau tidak diajak, wah langsung nangis berurai air mata. Kemarin malam azima mau lari-lari.

Saya bisiki:” Azima, ingat ya janji sama Bunda tadi di rumah tidak nangis, tidak teriak-teriak, tidak lari-lari, dan tidak ngompol. Kalau lari-lari di masjid, nanti Mbah Putri tidak ajak lagi shalat tarawih”.

Azima terdiam (mikir sepertinya). Saya cium pipinya, ayo tos tangannya.

Telapak tangan kanan saya dan tangan Azima bertepuk serempak. Kemudian Azima ikut shalat walau kepalanya tengok ke kanan dan ke kiri.

Azima ikut shalat dua rakaat, setelah itu hanya duduk saja. Relatif tenang. Lihat teman-teman sebayanya, hanya senyum-senyum dari jauh.

Tiap selesai dua rakaat, Azima selalu bertanya berapa lama lagi Mbah Putri? Azima capek.

Anak-anak senang datang ke tempat keramaian, karena ada teman-teman sebayanya (peer group).

Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Anak Rewel saat Perjalanan Mudik

Cara Menyikapi Anak yang Berisik di Masjid

Delapan tahun lalu, melihat situasi anak-anak yang sulit dikendalikan, kami berinsiatif menyelenggarakan shalat tarawih khusus anak di tempat terpisah dari masjid utama.

Dua tahun pertama, shalat tarawih untuk anak diselenggarakan di rumah saya.

Ada ruangan cukup luas bisa menampung sekitar 60 anak. Mereka yang tidak ikut mudik orang tuanya bisa mengikuti shalat tarwaih sampai malam ke-27.

Yang menjadi imam shalat adalah anak saya yang sedang libur kuliah.

Setelah dua tahun, shalat tarawih dipindah ke Gedung LTQ.

Aula gedung yang baru selesai dibangun langsung digunakan untuk kegiatan ini. Alhamdulillah jumlah anak yang ikut tarawihan bertambah.

Inisiatif ini diambil bertujuan untuk menjaga kekhusyukan shalat jamaah orang tua yang berada di masjid.

Di sisi lain, keinginan membangun suasana ibadah Ramadan pada anak-anak tetap terjaga.

Sudah tiga tahun ini, shalat tarawih khusus anak-anak dipusatkan di gedung TPA yang letaknya bersebelahan dengan teras masjid.

Tidak mudah juga, masih ada anak-anak yang berkeliaran lari-lari sementara sebagiannya lagi ikut shalat.

Baca juga: Shalat Tarawih Memberikan Berkah untuk Psikologis Umat Muslim

Kejadian kemarin malam ada pengurus DKM yang sampai marah. Berisiknya anak-anak sampai mengganggu kekhusyukan Imam shalat.

Kenapa sampai demikian? Sejak shalat tarawih berpindah ke gedung TPA, anak-anak diarahkan shalat hanya 20 malam, setelah itu digabung kembali dengan jamaah orang-orang tua. Ya wajarlah suasana shalat jadi terganggu.

Anak-anak memang memiliki dunianya sendiri. Namun mereka sudah membawa nilai-nilai positif.

Kewajiban orang tua/orang dewasalah yang menjaga dan menumbuhkan nilai positif ini menjadi sesuatu yang bermakna dan berdaya guna bagi sesama.

Wahai ayah dan ibu, ketika akan mengajak atau melepas anak ke ruang publik, jangan pernah bosan untuk memberi rambu-rambu pada anak.

Apalagi ke tempat ibadah, buatkan semacam syarat atau permintaan orang kepada anak. Orang tua melatih dan meminta pendapat anak sehingga kedua belah pihak akan saling menghargai.

Anak merasa dikabulkan keinginannya. Orang tua merasa diterima nasihatnya.

“Didiklah anak kalian, karena sesungguhnya ia diciptakan untuk zamannya bukan zamanmu”.

Wallahu a’lam bisshawwab.[ind]

Catatan Ustazah Wiwi Wirianingsih di akun Facebook pada 8 Juni 2018 pukul 01.24

Tags: Anak berisik di Masjid
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Sekadar Kerja Sama, Harus Bersinergi

Next Post

Simak Enam Cara Mengecilkan Perut Buncit Bagi Wanita

Next Post
Simak Enam Cara Mengecilkan Perut Buncit Bagi Wanita

Simak Enam Cara Mengecilkan Perut Buncit Bagi Wanita

Setelah 5 Tahun Pernikahan

Setelah 5 Tahun Pernikahan

Hukum Menjual Produk Kecantikan

Hukum Menjual Produk Kecantikan

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    496 shares
    Share 198 Tweet 124
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3436 shares
    Share 1374 Tweet 859
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4098 shares
    Share 1639 Tweet 1025
  • Outfit Aurelie Hermansyah saat Datangi Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6706 shares
    Share 2682 Tweet 1677
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7903 shares
    Share 3161 Tweet 1976
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5269 shares
    Share 2108 Tweet 1317
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga