BAGI jemaah yang baru pertama kali ibadah umroh dan haji, terdapat sejumlah kesalahan yang kerap terjadi dan berpotensi mengurangi kenyamanan maupun kekhusyukan dalam beribadah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dary Fahrinadi, S.Ag, dari Shafwah Holidays, melalui pesan singkat pada Jumat (5/6/2026). Menurutnya, sebagian besar kesalahan yang dilakukan jemaah pemula sebenarnya dapat dihindari apabila mereka mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan.
“Salah satu yang sering terjadi adalah jemaah terlalu fokus mengambil foto dan video hingga lupa menjaga kekhusyukan ibadah. Padahal tujuan utama datang ke Tanah Suci adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Dary.
Selain itu, tidak sedikit jemaah yang memaksakan diri melakukan ibadah sunnah secara berlebihan hingga mengalami kelelahan atau bahkan jatuh sakit. Kondisi ini justru dapat mengganggu pelaksanaan ibadah wajib yang menjadi tujuan utama perjalanan.
Kesalahan lainnya adalah kurangnya pemahaman mengenai tata cara ibadah karena tidak mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh sebelum berangkat. Akibatnya, sebagian jemaah merasa bingung ketika berada di lapangan dan menghadapi situasi yang berbeda dengan kebiasaan sehari-hari.
“Kurang belajar manasik sebelum berangkat juga menjadi salah satu penyebab jemaah tidak siap menghadapi berbagai kondisi selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.
Baca juga: Persiapan Ibadah Haji dan Umroh untuk Pertama Kalinya
Ustadz Dary Fahrinadi Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan Jemaah Pemula Saat Umroh dan Haji
Menurut Ustadz Dary, kepanikan saat terpisah dari rombongan juga menjadi pengalaman yang cukup sering dialami jemaah pemula. Selain itu, ada pula kebiasaan membanding-bandingkan fasilitas hotel, transportasi, maupun layanan yang diterima sehingga memicu rasa kecewa dan keluhan yang sebenarnya dapat dihindari.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, ia menyarankan agar jemaah menanamkan niat yang benar sejak awal bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah ibadah, bukan sekadar wisata religi.
“Niatkan perjalanan ini sebagai ibadah, bukan wisata biasa. Dengan niat yang benar, seseorang akan lebih mudah menerima berbagai kondisi yang mungkin tidak sesuai dengan ekspektasinya,” katanya.
Ustadz Dary juga mengingatkan pentingnya mengikuti manasik secara serius, menjaga kesehatan sebelum keberangkatan, serta melatih kesabaran dan kelapangan hati selama menjalankan ibadah.
“Perbanyak dzikir daripada sibuk dengan ponsel. Di Tanah Suci, setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa selama berada di Makkah dan Madinah, adab sering kali lebih penting daripada banyaknya amal yang dilakukan. Sikap sabar, menghormati sesama jemaah, serta menjaga lisan dan perilaku merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah.
“Di Tanah Suci, adab sering kali lebih penting daripada banyaknya amal,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang sedang merencanakan perjalanan ibadah umroh, haji, maupun wisata halal lainnya, Shafwah Holidays dapat menjadi pilihan terpercaya.
Sebagai penyelenggara perjalanan yang telah meraih Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Shafwah Holidays menghadirkan berbagai pilihan paket terbaik dengan jadwal keberangkatan yang pasti, pelayanan profesional, proses pendaftaran yang mudah, serta dukungan pembayaran yang fleksibel untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah dalam mempersiapkan perjalanan ibadah yang aman dan terpercaya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program umroh, haji, dan wisata halal, calon jemaah dapat menghubungi Admin Muti di nomor 0812-9835-5467. [Din]





