PETANI kopi asal Tapak Moge Timur, Aceh Tengah kini tengah bersiap menjadi tamu Allah di usia 100 tahunnya.
Di usia yang sudah satu abad, Muhammad Dahlan tak menyangka mimpinya untuk berhaji bersama sang istri akan terwujud.
Bersama Dahniar (95), istrinya tercinta, petani kopi asal Tapak Moge Timur, Kecamatan Kute Panang, Aceh Tengah ini kini tengah bersiap menjadi tamu Allah. Dahlan yang akrab disapa Awan Dahlan (100) merupakaan calon jemaah tertua asal Aceh.
Baca juga: Nadia Rahamatika, Jemaah Haji Indonesia Termuda yang Gantikan Ibunya
Petani Kopi Asal Aceh Berangkat Haji bersama Istri di Usia 100 Tahun
Pada 20 Mei 2025 mendatang, keduanya akan bergabung dalam kelompok terbang (kloter) tiga Embarkasi Aceh.
Mereka akan berangkat bersama rombongan dari Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Banda Aceh menuju Tanah Suci. Keduanya tercatat sebagai jemaah calon haji tertua dari Provinsi Aceh pada musim haji 1446 H/2025 M ini.
Dikutip dari berbagai sumber, “Dua kali umroh berdua. Alhamdulillah, nggak ada pisah-pisah. Berangkat haji, berdua,” ujar Dahniar.
Dari pengalaman itu, keduanya mulai menanam niat untuk berhaji, mendaftar pada 2020 tanpa menduga bahwa hanya lima tahun kemudian, nama mereka akan masuk daftar keberangkatan.
Di balik tubuh Dahlan yang kini mulai membungkuk, dan tangan Dahniar yang tak lagi sekuat dulu, ada semangat luar biasa yang mereka rawat bersama di ladang kopi milik keluarga.
“Semuanya dari kebun. Izin Allah, dari kopi semuanya,” kata Dahlan.
Pasangan sepuh ini bertani kopi di kampung Atang Jungket, Kecamatan Bies. Dari hasil panen, mereka menyisihkan sedikit demi sedikit demi mewujudkan ke Tanah Suci.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dahlan dan Dahniar punya sembilan anak. Namun, tak satu pun ikut mendampingi keberangkatan mereka ke Mekkah.
Baru dua anak yang sempat mendaftar haji. Meski demikian, mereka berdua tetap mantap berangkat berdua, seperti juga saat dua kali umroh beberapa tahun lalu.
Mereka bukan pejabat, bukan orang kaya, hanya petani kopi sederhana yang setiap panennya menjadi pijakan menuju rumah Allah. [Din]