• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home umroh

Manasik Haji KBIHU Aisyiyah Batang Mantapkan Praktik Jemaah Jelang Keberangkatan

01/02/2026
in umroh
Manasik Haji KBIHU Aisyiyah Batang Mantapkan Praktik Jemaah Jelang Keberangkatan

Foto: istimewa/KBIHU Aisyiyah/Indah

67
SHARES
516
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KELOMPOK Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Aisyiyah Batang menggelar kegiatan manasik haji pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Gedung KBIHU Aisyiyah, Jalan Wachid Hasyim, Kauman, Batang, dan dilanjutkan dengan praktik di Masjid An-Nur. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 calon jemaah haji dari wilayah Batang Timur dan Batang Barat yang mengikuti seluruh rangkaian dengan khidmat.

Manasik dipandu oleh pembimbing jemaah haji, H. Harjono, yang menjelaskan secara rinci tahapan-tahapan perjalanan ibadah haji sesuai tuntunan.

Ia menerangkan bahwa jemaah berangkat menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah sesuai jadwal kloter, ada yang berangkat pada pagi hari dan ada pula yang sore hari.

Pada 9 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah. Di sana, jemaah melaksanakan shalat Zuhur dan Ashar dengan jamak qashar, memperbanyak zikir dan doa, kemudian melaksanakan shalat Maghrib sebelum bergerak menuju Muzdalifah.

“Wukuf di Arafah adalah inti dari ibadah haji. Waktu ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, doa, dan muhasabah. Bahkan, bagi suami istri, ini momen yang baik untuk saling memaafkan dan memperbaiki niat,” ujar H. Harjono di hadapan para peserta manasik.

Ia juga mengingatkan agar jemaah menghindari perbuatan yang bisa melalaikan nilai ibadah.

“Jangan dihabiskan untuk mengobrol yang tidak perlu, apalagi bergosip. Makanan dan minuman sudah disediakan, jemaah boleh istirahat atau tidur, tapi tetap prioritaskan ibadah,” tegasnya.

Di Muzdalifah, jemaah melaksanakan mabit sekaligus mengambil batu kerikil yang akan digunakan untuk melempar jumrah. Jemaah berada di Muzdalifah hingga sekitar tengah malam, dengan arahan agar mengambil posisi di sebelah timur sesuai lokasi penjemputan bus guna memudahkan mobilisasi.

Setelah itu, jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina, tempat disediakannya tenda-tenda pemondokan, untuk mempersiapkan diri melaksanakan rangkaian ibadah berikutnya.

Pada 10 Dzulhijjah, jemaah melaksanakan lempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh lontaran, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan hadyu bagi yang wajib, serta melakukan tahalul awal dengan memotong atau mencukur rambut minimal tiga helai.

Setelah itu, jemaah menuju Mekkah untuk melaksanakan thawaf ifadah sebagai rukun haji, dilanjutkan dengan sa’i antara Shafa dan Marwah. Dengan selesainya rangkaian ini, jemaah melakukan tahalul tsani sehingga seluruh larangan ihram telah gugur.

Baca juga: Manasik Haji KBIHU Aisyiyah Batang Perkuat Pemahaman Jemaah melalui Simulasi Ibadah

Manasik Haji KBIHU Aisyiyah Batang Mantapkan Praktik Jemaah

Selanjutnya, jemaah kembali ke Mina untuk mabit pada hari-hari tasyrik, yakni 11 dan 12 Dzulhijjah, serta 13 Dzulhijjah bagi yang mengambil nafar tsani.

Pada hari-hari tersebut, jemaah melaksanakan lempar tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Bagi jemaah nafar awal, mereka meninggalkan Mina pada 12 Dzulhijjah setelah selesai melontar jumrah, sementara nafar tsani melanjutkan hingga 13 Dzulhijjah.

Dalam manasik tersebut, pembimbing juga menjelaskan tentang haji tamattu’, yaitu pelaksanaan haji dengan cara mendahulukan umrah pada bulan-bulan haji, kemudian bertahalul, dan pada 8 Dzulhijjah kembali berihram untuk melaksanakan ibadah haji.

Pola ini merupakan yang paling banyak digunakan oleh jemaah Indonesia karena dinilai lebih ringan dan memberikan waktu istirahat di Makkah sebelum memasuki puncak ibadah haji. Bagi jemaah haji tamattu’, diwajibkan membayar dam sebagai bagian dari ketentuannya.

“Haji tamattu’ ini yang paling sering dipilih jemaah kita. Karena setelah umrah bisa bertahalul dan beristirahat dulu, lalu masuk lagi ke rangkaian haji. Tapi tetap harus dipahami urutannya supaya tidak keliru saat praktik di Tanah Suci,” jelas H. Harjono.

Setelah seluruh rangkaian di Mina selesai, jemaah kembali ke Mekkah dan sebelum meninggalkan kota suci melaksanakan thawaf wada’ sebagai thawaf perpisahan, kecuali bagi perempuan yang sedang haid atau nifas. Dengan itu, rangkaian ibadah haji pun dinyatakan selesai.

Kegiatan manasik ini bertujuan untuk memantapkan pemahaman dan kesiapan jemaah, baik secara mental, fisik, maupun spiritual, agar kelak dapat melaksanakan ibadah haji dengan tertib, benar, dan penuh kekhusyukan, serta berharap meraih predikat haji yang mabrur.[ind]

Tags: Manasik Haji KBIHU Aisyiyah Batang Mantapkan Praktik Jemaah Jelang Keberangkatan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Pelembab Wajah yang Bagus untuk Mencerahkan Wajah dengan Konsisten

Next Post

11 Tips untuk Perempuan Mempersiapkan Diri Sambut Ramadan

Next Post
Kesepian di Tengah Keramaian

11 Tips untuk Perempuan Mempersiapkan Diri Sambut Ramadan

Cara Sederhana untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Cara Sederhana untuk Meningkatkan Kesehatan Mental

Cara Terbaik Memperkenalkan Botol kepada Bayi

Cara Terbaik Memperkenalkan Botol kepada Bayi

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1911 shares
    Share 764 Tweet 478
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7991 shares
    Share 3196 Tweet 1998
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3517 shares
    Share 1407 Tweet 879
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2934 shares
    Share 1174 Tweet 734
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1670 shares
    Share 668 Tweet 418
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Syarat Kemenangan Menurut Hadis Rasulullah Muhammad

    220 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Hukum Menyentuh Kemaluan Saat Mandi Wajib

    2053 shares
    Share 821 Tweet 513
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga