SEPATU dari kulit asli biasanya memiliki daya tarik tersendiri. Teksturnya terlihat elegan, terasa semakin nyaman setelah sering dipakai, dan jika dirawat dengan benar bisa digunakan dalam waktu yang cukup lama. Namun, kulit asli juga membutuhkan perhatian lebih dibandingkan bahan sintetis. Debu, air, keringat, panas, hingga cara penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat permukaannya kusam, kering, retak, atau berubah bentuk.
Merawat sepatu kulit sebenarnya tidak harus rumit. Yang penting adalah mengetahui kebiasaan apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang justru harus dihindari.
Baca Juga: Tips Merawat Charger Ponsel agar Tidak Cepat Rusak
Tips Merawat Sepatu dari Kulit Asli agar Awet dan Tidak Mudah Rusak
1. Bersihkan debu setelah digunakan
Jangan menunggu sepatu terlihat sangat kotor baru dibersihkan. Setelah dipakai, biasakan menghilangkan debu dan kotoran menggunakan kain lembut atau sikat khusus sepatu. Kotoran yang dibiarkan menempel terlalu lama dapat membuat permukaan kulit terlihat kusam.
Untuk membersihkan sepatu kulit, gunakan alat dan produk yang memang dibuat untuk material kulit. Hindari menggosok permukaan terlalu keras karena dapat merusak lapisan kulit. Clarks menyarankan membersihkan kotoran dengan sikat atau kain lembut sebelum menggunakan produk perawatan khusus kulit.
2. Jangan mencuci sepatu kulit seperti sepatu kain
Ini kesalahan yang masih sering dilakukan. Sepatu kulit asli tidak sebaiknya direndam atau dimasukkan ke mesin cuci. Air yang terlalu banyak dapat memengaruhi kondisi kulit dan bentuk sepatu.
Jika terkena kotoran atau noda, gunakan kain yang sedikit lembap atau pembersih khusus kulit. Produk pembersih sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit karena tidak semua produk cocok untuk setiap material.
3. Gunakan conditioner secara berkala
Kulit membutuhkan kelembapan agar tidak mudah kering dan retak. Karena itu, leather conditioner dapat digunakan secara berkala. Oleskan secukupnya pada kain lembut, kemudian ratakan tipis-tipis pada permukaan sepatu.
Tidak perlu mengoleskan conditioner terlalu banyak. Selain boros, lapisan yang berlebihan justru dapat membuat permukaan sepatu terasa terlalu berminyak. Clarks menjelaskan bahwa conditioner membantu menjaga kulit tetap lentur dan mengurangi risiko kulit menjadi kering atau retak.
Sebelum mengaplikasikan produk baru, sebaiknya lakukan uji pada bagian yang tidak terlalu terlihat. Beberapa produk perawatan dapat membuat warna kulit menjadi sedikit lebih gelap.
4. Jangan menjemur sepatu di bawah sinar matahari langsung
Sepatu kulit yang basah memang harus dikeringkan, tetapi bukan berarti boleh dijemur di bawah terik matahari. Panas yang berlebihan dapat membuat kulit menjadi kering dan memengaruhi bentuk sepatu.
Jika sepatu terkena hujan, lap bagian luarnya dengan kain bersih lalu biarkan mengering secara alami di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari hair dryer, radiator, atau sumber panas langsung.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Gunakan shoe tree atau pengganjal sepatu
Sepatu kulit yang sering dipakai dapat mengalami perubahan bentuk, terutama pada bagian depan yang mudah berkerut. Menggunakan shoe tree dapat membantu mempertahankan bentuk sepatu sekaligus membantu menyerap kelembapan.
Jika tidak memiliki shoe tree, kertas bersih dapat digunakan sebagai alternatif sementara. Jangan menggunakan kertas yang terlalu banyak hingga membuat sepatu tertekan. Clarks merekomendasikan shoe tree untuk membantu mempertahankan bentuk sepatu kulit saat disimpan.
6. Jangan memakai sepatu yang sama setiap hari
Kalau memiliki lebih dari satu pasang sepatu, sebaiknya gunakan secara bergantian. Sepatu membutuhkan waktu untuk mengeringkan kelembapan yang berasal dari kaki setelah digunakan.
Memberikan jeda pemakaian juga membantu kulit dan bagian dalam sepatu kembali ke kondisi semula. Kebiasaan sederhana ini bisa membuat sepatu lebih nyaman dan tidak cepat berbau.
7. Simpan di tempat yang kering
Setelah sepatu bersih dan benar-benar kering, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Jika ingin menyimpannya dalam waktu lama, gunakan kotak atau dust bag agar sepatu terlindung dari debu.
Jangan menyimpan sepatu kulit di tempat yang terlalu lembap karena kondisi tersebut dapat memicu munculnya jamur. Sebaliknya, hindari juga tempat yang terlalu panas.
Pada akhirnya, sepatu kulit asli tidak perlu diperlakukan secara berlebihan. Justru perawatan ringan yang dilakukan secara rutin jauh lebih baik daripada menunggu sepatu rusak baru diperbaiki. Bersihkan setelah digunakan, gunakan produk yang sesuai, hindari panas berlebihan, beri waktu untuk beristirahat, dan simpan dengan benar. [DW]





