BANYAK alasan mengapa peralatan masak berbahan stainless steel dipilih untuk menemani aktivitas di dapur. Bahannya kuat, tampilannya bersih, dan jika dirawat dengan benar, panci maupun wajan dapat digunakan dalam waktu lama. Namun, bukan berarti stainless steel bebas dari noda, goresan, perubahan warna, atau kerak. Kebiasaan sederhana setelah memasak justru sangat menentukan kondisi peralatan tersebut.
Perawatan stainless steel sebenarnya tidak rumit. Kuncinya adalah membersihkannya dengan cara yang tepat dan menghindari perlakuan yang dapat merusak permukaannya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan sehari-hari.
Baca Juga: Pantai Widarapayung yang Memesona Berada di Cilacap
Cara Merawat Alat Masak Stainless Steel Agar Tetap Mengilap dan Awet
1. Jangan Langsung Mencuci Saat Masih Sangat Panas
Setelah memasak, beri waktu beberapa menit agar panci atau wajan mengalami penurunan suhu secara perlahan. Hindari langsung menyiram peralatan yang masih sangat panas dengan air dingin. Perubahan suhu yang mendadak dapat menyebabkan kejutan termal dan berisiko membuat peralatan berubah bentuk. Beberapa produsen juga menyarankan agar alat masak dibiarkan cukup dingin sebelum dicuci.
2. Gunakan Sabun yang Lembut
Untuk membersihkan stainless steel sehari-hari, air hangat dan sabun cuci piring yang lembut sudah cukup. Gunakan spons yang tidak terlalu kasar atau sikat berbulu lembut. Cara ini membantu mengangkat sisa minyak dan makanan tanpa membuat permukaan mudah tergores.
3. Jangan Menunda Membersihkan Sisa Makanan
Kerak makanan yang dibiarkan terlalu lama biasanya menjadi semakin sulit dibersihkan. Jika ada makanan yang menempel, rendam sebentar dengan air hangat dan sabun agar kotoran melunak. Tidak perlu menggosok permukaan dengan tenaga berlebihan. Beberapa panduan perawatan menyarankan perendaman singkat untuk membantu melepaskan makanan yang terbakar.
4. Hindari Spons Kawat yang Kasar
Spons kawat atau bahan abrasif yang terlalu keras dapat meninggalkan goresan pada permukaan stainless steel. Jika muncul noda membandel, gunakan pembersih yang memang diperuntukkan bagi stainless steel dan spons non-abrasif. Saat menggosok, sebaiknya mengikuti arah serat permukaan agar tampilannya tetap rapi.
5. Segera Keringkan Setelah Dicuci
Membilas saja belum cukup. Setelah dicuci, lap panci atau wajan dengan kain lembut sampai benar-benar kering. Kebiasaan ini membantu mengurangi bercak air dan menjaga permukaannya tetap terlihat bersih. Pengeringan menyeluruh juga dianjurkan dalam panduan perawatan stainless steel karena kelembapan yang tertinggal dapat memicu munculnya noda atau masalah pada permukaan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Berhati-hati Saat Menggunakan Garam
Garam sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk atau bersentuhan terlalu lama dengan permukaan stainless steel. Pada kondisi tertentu, garam dapat menyebabkan pitting atau korosi. Karena itu, ketika memasak makanan berkuah, lebih baik masukkan garam setelah air cukup panas dan aduk hingga larut.
***
Pada akhirnya, merawat stainless steel tidak membutuhkan banyak produk khusus. Justru kebiasaan kecil seperti menunggu peralatan dingin, menggunakan spons yang tepat, segera membersihkan sisa makanan, dan mengeringkannya setelah dicuci dapat membuat peralatan masak tetap nyaman digunakan. Dengan perawatan rutin, panci dan wajan stainless steel bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga dapat menemani kegiatan memasak selama bertahun-tahun. [DW]





