SETIAP orang tua tentu ingin melihat anaknya mampu belajar dengan baik dan meraih prestasi sesuai kemampuannya. Namun, dalam praktiknya banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak sulit fokus saat belajar.
Baru beberapa menit membuka buku, perhatian anak sudah beralih ke mainan, televisi, atau gawai. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, terutama pada anak usia sekolah yang masih berada dalam tahap perkembangan kemampuan konsentrasi.
Kemampuan fokus bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja. Anak perlu dibimbing dan dibiasakan agar dapat memusatkan perhatian pada tugas yang sedang dikerjakan. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak belajar lebih efektif tanpa harus menggunakan tekanan atau paksaan.
Baca Juga: Menyapih Anak Sebelum Dua Tahun
Cara Membantu Anak Lebih Konsentrasi Saat Belajar di Rumah
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah.
1. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Suasana sekitar memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Tempat belajar yang terlalu ramai, banyak suara televisi, atau dipenuhi gangguan dari gawai dapat membuat perhatian anak mudah terpecah.
Sediakan sudut belajar yang tenang, memiliki pencahayaan cukup, dan bebas dari gangguan yang tidak diperlukan. Lingkungan yang nyaman membantu otak anak lebih mudah fokus pada pelajaran yang sedang dipelajari.
2. Buat Jadwal Belajar yang Konsisten
Anak cenderung lebih mudah mengikuti rutinitas yang dilakukan secara teratur. Karena itu, tentukan waktu belajar yang sama setiap hari sesuai kondisi anak.
Tidak perlu terlalu lama. Untuk anak usia sekolah dasar, sesi belajar singkat namun rutin sering kali lebih efektif dibandingkan belajar berjam-jam sekaligus. Kebiasaan ini membantu tubuh dan pikiran anak mengenali kapan waktunya bermain dan kapan waktunya belajar.
3. Berikan Waktu Istirahat di Tengah Belajar
Banyak orang tua menganggap semakin lama anak duduk belajar maka hasilnya akan semakin baik. Padahal, kemampuan konsentrasi anak memiliki batas tertentu.
Setelah belajar selama 20 hingga 30 menit, berikan waktu istirahat singkat selama beberapa menit. Anak dapat melakukan peregangan ringan, minum air putih, atau berjalan sebentar. Cara ini membantu mengurangi kejenuhan dan membuat anak lebih siap melanjutkan belajar.
4. Kurangi Gangguan dari Gadget
Gawai menjadi salah satu penyebab utama anak sulit berkonsentrasi. Notifikasi, permainan, dan video yang menarik sering membuat anak kehilangan fokus pada tugas yang sedang dikerjakan.
Saat waktu belajar tiba, usahakan menyimpan gadget di tempat yang tidak mudah dijangkau. Jika perangkat digunakan untuk belajar, pastikan aplikasi atau fitur yang tidak berkaitan dengan pelajaran dinonaktifkan sementara.
5. Berikan Apresiasi atas Usaha Anak
Anak membutuhkan dukungan dan penghargaan dari orang tua. Ketika berhasil menyelesaikan tugas atau mampu fokus lebih baik dari sebelumnya, berikan pujian yang tulus.
Apresiasi sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak untuk terus belajar. Yang perlu diingat, fokuslah pada usaha yang dilakukan anak, bukan hanya pada nilai atau hasil akhirnya.
Membantu anak agar fokus belajar membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Setiap anak memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda. Ada yang mudah berkonsentrasi dalam waktu lama, ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih banyak. [DW]





