BAGAIMANA status wudhu setelah menyentuh kemaluan? Para ulama berbeda pendapat tentang, apakah batal wudhu seseorang yg menyentuh aurat (kemaluan) anak kecil.
Baca Juga:ย Dzikir yang Dibaca Selesai Wudhu
Status Wudhu setelah Menyentuh Kemaluan
Ustaz Farid Nu`man menjelaskan bahwa ada beberapa hukum.
1. Batal
Imam Ibnu Qudamah mengatakan:
ููุถ ุงููุถูุก ุจู ุณ ุงููุฑุฌ – : ูุง ูุฑู ุจูู ุฐูุฑู ูุฐูุฑ ุบูุฑู ุ ููุง ูุฑู ุจูู ุฐูุฑ ุงูุตุบูุฑ ูุงููุจูุฑ
Batalnya wudhu karena menyentuh kemaluan, tidak ada bedanya antara kemaluan anak kecil dan dewasa.
(Al Mughni, 1/118)
Dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah dikatakan:
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklikย tautanย ini.
ูู ุณ ุงูุนูุฑุฉ ุจุฏูู ุญุงุฆู ูููุถ ุงููุถูุก ุณูุงุก ูุงู ุงูู ูู ูุณ ุตุบูุฑุง ุฃู ูุจูุฑุง ุ ูู ุง ุซุจุช ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู : ( ู ู ู ุณ ูุฑุฌู ูููุชูุถุฃ )
Menyentuh aurat tanpa penghalang adalah membatalkan wudhu, sama saja baik itu menyentuh aurat anak-anak atau dewasa. Berdasarkan Hadits Nabi ๏ทบ; “Barang siapa yang menyentuh kemaluannya maka hendaknya dia berwudhu.”
(Al Lajnah Ad Daimah, 5/265)
2. Boleh dan TIDAK BATAL
Imam Ibnu Qudamah mengatakan:
ูุนู ุงูุฒูุฑู ูุงูุฃูุฒุงุนู : ูุง ูุถูุก ุนูู ู ู ู ุณ ุฐูุฑ ุงูุตุบูุฑ ; ูุฃูู ูุฌูุฒ ู ุณู ูุงููุธุฑ ุฅููู
Dari Az Zuhriy dan Al Auza’iy: “Tidak wajib berwudhu bagi yang menyentuh kemaluan anak kecil karena boleh menyentuh dan melihatnya.”
(Al Mughni, 1/118)
Bahkan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin mengatakan tidak batal juga menyentuh kemaluan dewasa kecuali bersyahwat berdasarkan seluruh dalil yang ada.
Beliau menjelaskan:
ูุงุ ูุนูู ู
ุณ ุนูุฑุฉ ุงูุทูู ูุง ูููุถ ุงููุถูุก ุ ุจู ู
ุณ ุนูุฑุฉ ุงูุฅูุณุงู ุงูุจุงูุบ ูุง ูููุถ ุงููุถูุก ุ ุฅูุง ุฅุฐุง ูุงู ูุดููุฉ ุ ูุจูุฐุง ูุฌู
ุน ุจูู ุญุฏูุซ ุทูู ุจู ุนูู ู ุจุณุฑุฉ ุจูุช ุตููุงู : ูุฅู ุญุฏูุซ ุทูู ุจู ุนูู : ( ุฃู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุณุฆู : ุนู ุงูุฑุฌู ูู
ุณ ุฐูุฑู ูู ุงูุตูุงุฉ ุฃุนููู ูุถูุก ุ ูุงู : ูุง ุ ุฅูู
ุง ูู ุจุถุนุฉ ู
ูู ) ุ ูุญุฏูุซ ุจุณุฑุฉ : ( ู
ู ู
ุณ ุฐูุฑู ูููุชูุถุฃ ) .
ูููู : ุฅุฐุง ูุงู ูุดููุฉ ูุฌุจ ุงููุถูุก ุ ูุฅุฐุง ูุงู ูุบูุฑ ุดููุฉ ูู
ูุฌุจ ูููุญู ุฅูู ูุฐุง ุงูุชูุตูู ููู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
: ( ุฅูู
ุง ูู ุจุถุนู ู
ูู ) ูุฅุฐุง ู
ุณุณุชู ูู
ุง ุชู
ุณ ู
ุซูุงู ุจููุฉ ุงูุฃุนุถุงุก ุ ูู
ุนููู
ุฃู ุงูุฅูุณุงู ูุง ูู
ุณ ุบูุฑ ุงูุฐูุฑ ูุง ูู
ุณูุง ููุดููุฉ ุฃุจุฏุงู ุ ุฃููุณ ูุฐูู ุ ุทูุจ ูููู : ุฅุฐุง ู
ุณุณุชู ูู
ุง ุชู
ุณ ุณุงุฆุฑ ุงูุฃุนุถุงุก ุจุฏูู ุดููุฉ ูุฅูู ูุง ูุถูุก ุนููู ุ ูุฅู ู
ุณุณุชู ุจุดููุฉ ุ ูุนููู ุงููุถูุก ุ ูุฃูู ุฑุจู
ุง ูุฎุฑุฌ ุดูุกู ู
ูู ู
ุน ุงูุดููุฉ ู
ู ุญูุซ ูุง ุชุดุนุฑ .
ูุงูุฎูุงุตุฉ : ุฃู ู
ุณ ุฐูุฑ ุงููุจูุฑ ูุงูุตุบูุฑ ูุง ูููุถ ุงููุถูุก ุฅูุง ุฅุฐุง ูุงู ูุดููุฉ ุ ูุงูุฐู ูุบุณู ูุฑุฌ ุงูุตุจู ูุทุนุงู ููุณ ุนูุฏู ุดููุฉ ” ุงูุชูู ู
ู ” ููุงุก ุงูุจุงุจ ุงูู
ูุชูุญ ” .
“Tidak, yakni menyentuh kemaluan anak kecil tidak membatalkan wudhu. Bahkan menyentuh kemaluan orang yang telah baligh juga tidak membatalkan wudhu. Terkecuali jika menyentuhnya dengan syahwat.
Dengan ini, kami memadukan hadits Thalq bin Ali dan Busrah binti Shafwan. Bahwa hadits Thalq bin Ali menyebutkan bahwa Nabi pernah ditanya perihal seseorang yang menyentuh kemaluannya sewaktu shalat, apakah ia harus berwudhu’ lagi?.”
Beliau bersabda, “Tidak, sebab ia termasuk bagian dari anggota tubuhmu.”
Sedangkan hadits Busrah, Nabi bersabda, “Siapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu’.”
Kami berkata, jika menyentuhnya dengan syahwat, maka wajib baginya wudhu. Tapi jika menyentuhnya tanpa syahwat, maka ia tidak diwajibkan berwudhu’ lagi.
Hal yang mendasari rincian ini adalah sabda Nabi, “Sesungguhnya ia (kemaluan itu) merupakan bagian dari anggota tubuhmu.”
Oleh karena itu, jika engkau menyentuhnya hukumnya seperti engkau menyentuh anggota tubuhmu yang lain, jika tanpa syahwat maka engkau tidak wajib berwudhu karenanya.
Namun, jika engkau menyentuhnya dengan syahwat, maka engkau wajib berwudhu. Karena bisa jadi, dengan syahwat akan keluar sesuatu (seperti mani atau madzi) darinya tanpa engkau sadari.
Kesimpulannya; menyentuh kemaluan anak-anak maupun dewasa tidak membatalkan wudhu, terkecuali jika disertai dengan syahwat. Dan orang yang mencuci kemaluan kanak-kanak, tentu tidak disertai syahwat.”
(Liqo Bab Al Maftuuh)
Sementara, Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizahullah memperkuat pendapat TIDAK BATAL menyentuh kemaluan anak kecil.
Beliau menjelaskan:
ูุงูุฃูุฑุจ ูุงููู ุฃุนูู ุ ุงูููู ุงูุซุงูู : ููู ุฃู ูุถูุก ุงูุฃู ูุง ููุชูุถ ุฅุฐุง ูู ู ุณุช ุนูุฑุฉ ุทูููุง ุ ูุฃู ูุฐุง ู ู ุง ุชุนู ุจู ุงูุจููู ุ ูู ุน ูุฐุง ูู ูููู ุนู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ุฃู ุฑู ููุณุงุก ุงูุตุญุงุจุฉ ุจุฅุนุงุฏุฉ ุงููุถูุก ููู ุง ุงุญุชุฌู ุฅูู ู ุณ ุนูุฑุฉ ุฃููุงุฏูู ุ ู ุน ุฃู ุงูุนุงุฏุฉ ุฌุงุฑูุฉ ุฃู ุงูู ุฑุฃุฉ ูุซูุฑุงู ู ุง ุชู ุณ ุนูุฑุฉ ุทูููุง
Dan yang lebih dekat pada kebenaran wallahu a’lam adalah pendapat yang kedua. Yakni wudhu’nya seorang ibu tidak batal dengan menyentuh kemaluan anak kecilnya, karena ini merupakan perbuatan yang biasa dilakukan oleh seorang ibu.
Tiada dalil yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para wanita sahabat, untuk berwudhu setelah menyentuh kemaluan anak-anak kecilnya.
Terlebih ini merupakan kebiasaan yang umum terjadi, yakni para wanita banyak bersentuhan dengan kemaluan anak-anak kecilnya (biasanya saat memandikannya atau mencebokinya dan seterusnya, pen).
(Al Islam Su’aal wa Jawaab no. 191686)
Demikian. Wallahu a’lam.
[alfahmu/Cms/Sdz]





