BAGAIMANA hukum membicarakan urusan dunia di masjid? Tanpa disadari, kita sering membicarakan urusan dunia ketika bertemu dengan sesama saudara Muslim.
Baca Juga:ย The Lhasa Great Mosque, Salah Satu Masjid Tertinggi di Dunia Terletak di Cina
Hukum Membicarakan Urusan Dunia di Masjid
Berkaitan tentang hal ini syekh Abdul Aziz ibnu Baz berkata,
ุงูุชุญุฏุซ ูู ุงูู ุณุงุฌุฏ ุฅุฐุง ูุงู ูู ุฃู ูุฑ ุงูุฏููุงุ ูุงูุชุญุฏุซ ุจูู ุงูุฅุฎูุงู ูุงูุฃุตุญุงุจ ูู ุฃู ูุฑ ุฏููุงูู ุฅุฐุง ูุงู ููููุง ูุง ุญุฑุฌ ููู ุฅู ุดุงุก ุงูููุ ุฃู ุง ุฅู ูุงู ูุซูุฑุง ูููุฑูุ ูุฃูู ููุฑู ุงุชุฎุงุฐ ุงูู ุณุงุฌุฏ ู ุญู ุฃุญุงุฏูุซ ุงูุฏููุงุ ูุฅููุง ุจููุช ูุฐูุฑ ุงููู ููุฑุงุกุฉ ุงููุฑุขู ูุงูุตููุงุช ุงูุฎู ุณ ูุบูุฑ ูุฐุง ู ู ูุฌูู ุงูุฎูุฑุ ูุงูุชููู ูุงูุงุนุชูุงู ูุญููุงุช ุงูุนูู ุ ุฃู ุง ุงุชุฎุงุฐูุง ููุณูุงููู ูู ุฃู ูุฑ ุงูุฏููุง ูููุฑู ุฐููุ
“Berbincang-bincang di dalam masjid apabila berkaitan dengan perkara dunia dan berbincang-bincang di antara ikhwan dan sahabat dalam urusan-urusan dunia, jika sedikit, tidak mengapa insya Allah.
Adapun jika banyak, maka hal itu dibenci karena menjadikan masjid-masjid sebagai tempat pembicaraan dunia merupakan perbuatan yang dibenci.
Karena tujuan dibangunnya masjid adalah untuk berzikir kepada Allah, membaca al-Qur’an, salat lima waktu, dan selain ini dari perkara-perkara kebaikan seperti salat sunah, iktikaf dan halakah-halakah ilmu.
Adapun menjadikan masjid sebagai tempat pembicaraan-pembicaranย dalam perkara-perkara dunia, maka hal itu dibenci.” (Fatฤwฤ Nลซrun ‘alฤ ad-Darb, 11/344-345).
Dikutip dari laman alfudhail.com, dijelaskan bahwa Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menerangkan,
ุงูููุงู
ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ูููุณู
ุฅูู ูุณู
ูู:
ุงููุณู
ุงูุฃูู ุฃู ูููู ููู ุชุดููุด ุนูู ุงูู
ุตููู ูุงููุงุฑุฆูู ูุงูุฏุงุฑุณูู ููุฐุง ูุง ูุฌูุฒ ูููุณ ูุฃุญุฏ ุฃู ููุนู ู
ุง ูุดูุด ุนูู ุงูู
ุตููู ูุงููุงุฑุฆูู ูุงูุฏุงุฑุณูู.
ุงููุณู
ุงูุซุงูู ุฃู ูุง ูููู ููู ุชุดููุด ุนูู ุฃุญุฏ ููุฐุง ุฅู ูุงู ูู ุฃู
ูุฑ ุงูุฎูุฑ ููู ุฎูุฑ ูุฅู ูุงู ูู ุฃู
ูุฑ ุงูุฏููุง ูุฅู ู
ูู ู
ุง ูู ู
ู
ููุน ูู
ูู ู
ุง ูู ุฌุงุฆุฒ ูู
ู ุงูู
ู
ููุน ุงูุจูุน ูุงูุดุฑุงุก ูุงูุฅุฌุงุฑุฉ ููุง ูุฌูุฒ ููุฅูุณุงู ุฃู ูุจูุน ุฃู ูุดุชุฑู ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ุฃู ูุณุชุฃุฌุฑ ุฃู ูุคุฌุฑ ูู ุงูู
ุณุฌุฏ ููุฐูู ุฅูุดุงุฏ ุงูุถุงูุฉ ูุฅู ุงูุฑุณูู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ูุงู (ุฅุฐุง ุณู
ุนุชู
ู
ู ููุดุฏ ุงูุถุงูุฉ ูููููุง ูุง ุฑุฏูุง ุงููู ุนููู ูุฅู ุงูู
ุณุงุฌุฏ ูู
ุชุจู ููุฐุง) ูู
ู ุงูุฌุงุฆุฒ ุฃู ูุชุญุฏุซ ุงููุงุณ ูู ุฃู
ูุฑ ุงูุฏููุง ุจุงูุญุฏูุซ ุงูุตุฏู ุงูุฐู ููุณ ููู ุดูุก ู
ุญุฑู
.
“Pembicaraan di dalam masjid terbagi menjadi dua:
1. Pembicaraan yang mengganggu orang-orang yang sedang salat, membaca al-Qur’an dan belajar.
Maka ini hukumnya tidak boleh, tidak boleh bagi seorang pun melakukan hal ini.
2. Pembicaraan yang tidak mengganggu seorang pun, maka jenis ini, jika dalam urusan kebaikan, maka itu adalah kebaikan dan jika dalam urusan dunia, maka ada yang dilarang dan ada yang boleh, yang dilarang, seperti jual beli dan sewa menyewa.
Tidak boleh bagi seorang pun untuk melakukan jual beli dan sewa menyewa di dalam masjid, demikian pula dengan mengumumkan barang hilang karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Barang siapa yang mendengar seseorang mengumumkan barangnya yang hilang di dalam masjid, maka doakanlah, ‘Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu.’
Karena sesungguhnya masjid-masjid itu tidaklah dibangun untuk ini.’
Dan yang diperbolehkan adalah seseorang berbicara tentang urusan dunia dengan pembicaraan yang jujur dan tidak ada pada pembicaraan tersebut keharaman.” (Fatฤwฤ Nลซrun ‘Alฤ ad-Darb, 8/2).
[Cms]
https://t.me/alfudhail





