ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Jumat, 30 Oktober 2020 | 14 Rabiul Awwal 1442 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SYARIAH

Hukum Hewan Undur-undur untuk Obat

23 September 2020 15:57:52
Hukum Hewan Undur-undur Untuk Obat
Hukum Hewan Undur-undur untuk Obat (foto: greeners.co)

oleh: Ustaz Farid Nu'man Hasan

ChanelMuslim.com - Ustaz, Saya mau bertanya, apakah dasarnya hewan undur-undur halal atau haram untuk dimakan? Jika haram dalam kondisi tertentu sebagai pengobatan apakah halal untuk dimakan?

Jawaban:

Undur-undur termasuk hasyarat (serangga). Mayoritas ulama mengatakan HARAM, karena termasuk khabaits (buruk), kecuali belalang. Sebagian ulama ada yang membolehkan serangga apa pun. Walhasil, ini diperselisihkan para ulama.

Tertulis dalam Al Mausu'ah:

هو حرمة أكل جميع الحشرات، لاستخباثها ونفور الطباع السليمة منها، وفي التنزيل في صفة النبي صلى الله عليه وسلم: {ويحرم عليهم الخبائث} وهذا مذهب الحنفية والشافعية والحنابلة. واستثنوا من ذلك الجراد فإنه مما أجمعت الأمة على حل أكله، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: أحلت لنا ميتتان ودمان، فأما الميتتان: فالحوت والجراد، وأما الدمان: فالكبد والطحال

Haram memakan semua serangga karena itu termasuk hewan yang buruk lagi menjijikkan, dan bertentangan dengan naluri manusia yang sehat, serta bertentangan pula dengan karakter diturunkannya Nabi Shalallahu 'Alaihi Sallam: Mengharamkan atas mereka apa-apa yang buruk. (QS. Al A'raf: 157)

Inilah mazhab Hanafiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah. Para ulama mengecualikan belalang karena telah ijma' kebolehan memakannya. Berdasarkan hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Sallam: "Dihalalkan bagi kita dua bangkai dan dua darah. Dua bangkai yaitu ikan dan belalang. Dua darah yaitu hati dan limpa." (Al Mausu'ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 17/279)

Ada pun yang membolehkan memakan semua hasyarat adalah Malikiyah. Inilah yang menjadi pendapat resmi golongan Malikiyah. Walau ada di antara mereka yang tetap mengharamkan seperti Al Qaraafiy dan Ibnu 'Arafah. (Ibid, 17/280)

Ada pun jika untuk pengobatan, maka DIBOLEHKAN JIKA DARURAT.

Kaidahnya:

الضَّرُورِيَّاتُ تُبِيحُ الْمَحْظُورَاتِ

“Keadaan darurat membolehkan hal-hal yang terlarang.” (Al Asybah wan Nazhair, 1/155)

Kapankah darurat itu? Seseorang disebut mengalami darurat jika memenuhi syarat berikut:

1. Keadaan benar-benar mendesak yakni terancam keutuhan jasad atau jiwa.

2. Telah terbukti bahwa ‘obat haram’ tersebut adalah memang obatnya, dan ini dibutuhkan petunjuk dokter yang bisa dipercaya. Bukan karena asumsi pribadi, kira-kira, atau ikut-ikutan kata orang.

3. Memang tidak ada obat lain yang halal. Jika masih banyak obat halal yang tersedia, maka tetap tidak boleh.

Demikian. Wallahu a'lam.[ind]

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
 
TOPIK :
hukum hewan undur-undur untuk obat
 
BERITA LAINNYA
 
 
SYARIAH
07 July 2019 21:21:32

Status Muslim yang Tidak Shalat (Bag.1)

 
SYARIAH
08 June 2019 21:39:45

Ucapan Selamat Lebaran yang Benar

 
SYARIAH
07 August 2020 13:15:02

Hukum Memiliki Hobi yang Mahal Menurut Islam

 
SYARIAH
27 July 2020 20:39:57

Hukum Jual Beli dengan Uang Muka

Saksikan tren modest wear terkini dari 164 designer modest fashion Indonesia dalam ajang Modest Fashion Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Indonesian Fashion Chamber, dan Indonesia Halal Lifestyle Cent
 

 
 
TERBARU
 
cmm market
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284