• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 13 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Kenapa Amerika “Serang” Indonesia

18/04/2022
in Editorial
Kenapa Amerika “Serang” Indonesia

Ilustrasi, foto: Tempo

200
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AMERIKA beberapa hari terakhir ini mulai “menyerang” Indonesia. Hal itu dimunculkan Amerika melalui Kemenlunya yang tiba-tiba menyoroti HAM di Indonesia.

Tidak biasanya, Pemerintah Amerika tiba-tiba mengeluarkan pernyataan-pernyataan politik yang menyerang Indonesia.

Setidaknya, tiga hal yang tiba-tiba menjadi sorotan pihak Amerika terhadap HAM di Indonesia. Tiga hal itu adalah tentang kebebasan berpendapat oposisi, pembunuhan terhadap aktivis FPI, dan aplikasi PeduliLindungi.

Pihak pemerintah Indonesia sudah menjawab “serangan” tersebut. Menurut pihak Indonesia, Amerika pun tersangkut kasus HAM terkait kasus George Flyod yang akhirnya memunculkan gerakan Black Live Mater.

Tentang aplikasi PeduliLindungi yang dituduh sebagai cara Indonesia memantau kebebasan warganya, Indonesia bahkan membanding tingkat keberhasilan penanganan Covid dengan Amerika.

Indonesia menurut pemerintah tergolong dalam empat besar negara yang berhasil menangani Covid, sementara Amerika berada di tingkat bawah.

Sepertinya, “serangan” ini sengaja dimunculkan Amerika karena sesuatu sebab. Dan biasanya berhubungan dengan terusiknya kepentingan Amerika di kawasan Asean termasuk Indonesia.

Dengan kata lain, pernyataan pedas Amerika terhadap Indonesia sepertinya tidak murni tentang HAM. Melainkan ada maksud lain sebagai tawar-menawar terhadap kepentingan yang disembunyikan.

Publik di Indonesia tahu benar bahwa apa yang dituduhkan Amerika bukan hal yang baru terjadi kemarin. Tapi sudah tahunan. Pertanyaannya, kenapa baru sekarang disampaikan?

Kenapa baru muncul setelah Indonesia dinilai tidak tegas terhadap Rusia. Hal ini boleh jadi karena Indonesia tidak “manut” dengan arahan Amerika.

Seperti diketahui Indonesia memang mengecam invasi Rusia terhadap Ukraina, tapi tidak ikutan memboikot Rusia. Indonesia bahkan akan membeli minyak Rusia yang dinilai lebih ekonomis.

Hal lainnya, dalam hal rencana KTT G20 November mendatang di Bali. Dikabarkan bahwa Indonesia tetap akan mengundang Rusia sebagai peserta KTT. Sementara Amerika mengancam akan boikot KTT jika Rusia diundang.

Menariknya, tidak sepertinya biasanya, pemerintah Indonesia memberikan “balasan” dari serangan Amerika tersebut. Yaitu, dengan memposisikan Amerika sebagai negara yang tidak bersih tentang HAM.

Lalu, bagaimana ujung dari “serangan” Amerika ini? Ini tentu bukan hal mudah disikapi oleh pemerintah Indonesia. Lebih repot lagi, Amerika sudah menyiapkan manuver lain dalam waktu dekat.

Yaitu, Presiden Amerika mengundang pemimpin negara-negara ASEAN termasuk Indonesia ke negerinya pada 12 dan 13 Mei mendatang.

Kalau membalas “serangan” Amerika dari jarak jauh mungkin ringan dilakukan. Tapi bagaimana jika dilakukan dari jarak dekat “face to face”. Dan hal itu dilakukan di dalam negeri Amerika sendiri. [Mh]

 

 

Tags: AmerikaIndonesiarusia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

4 Prioritas Turki Utsmani Membantu Andalusia

Next Post

IKADI Mengecam Israel atas Penyerbuan di Masjid Al Aqsha

Next Post
IKADI Kecam Israel atas Penyerbuan di Masjid Al Aqsha

IKADI Mengecam Israel atas Penyerbuan di Masjid Al Aqsha

Santri RGI Ikuti Kegiatan Factory Tour

Santri RGI Ikuti Kegiatan Factory Tour

Resep Soto Kudus untuk Menu Berbuka dan Sahur

Resep Soto Kudus untuk Menu Berbuka dan Sahur

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8860 shares
    Share 3544 Tweet 2215
  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3459 shares
    Share 1384 Tweet 865
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3990 shares
    Share 1596 Tweet 998
  • Kisah Teladan Tsabit bin Dahdah yang Menukar Hartanya dengan Surga

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1910 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11571 shares
    Share 4628 Tweet 2893
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4675 shares
    Share 1870 Tweet 1169
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga