• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Tumbuh bersama sebagai Pasangan di Era Digital

23/04/2026
in Suami Istri
Tumbuh bersama sebagai pasangan era digital

Foto: Canva Pro/Umnat Seebuaphan`s

89
SHARES
685
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TUMBUH bersama sebagai pasangan di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pasangan.

Belakang ini, istilah pelakor, perebut laki orang, selingkuh, dan semacamnya menjadi istilah yang ramai dibicarakan.

Kemudian kita dibanjiri berita dan cerita tentang suami yang tergoda perempuan lain dan perempuan penggoda tidak merasa perlu untuk menyembunyikannya.

Istri yang merasa dikhianati juga tidak malu curhat di media sosial sehingga persoalan keluarga yang seharusnya berada di ranah privat menjadi pergunjingan di ruang publik.

Baca Juga: Suami Meylisa Zaara Ketahuan Gay, Berikut Ini Tips Agar Lebih Teliti dalam Memilih Pasangan

Tumbuh bersama sebagai Pasangan di Era Digital

Kita harus mengakui jika media sosial memberi pengaruh pada pola relasi kita dengan orang lain termasuk dalam pernikahan.

Harus kita sadari baik buruknya pengaruh media sosial pada setiap relasi kita tergantung dari bagaimana kita memanfaatkan media sosial.

Ada baiknya jika kita memanfaatkan media sosial sebagai media kita untuk mengkampanyekan hidup lebih baik dan menginspirasi orang lain untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.

Beberapa waktu lalu tingkat perceraian sempat meningkat dan kisahnya wara-wiri  di layar kaca kita.

Hampir setiap hari berita perceraian selebriti diumumkan ke masyarakat.

Diawali dari persoalan orang ketiga, tidak mau dimadu, dan yang berakhir dengan perebutan hak asuh anak.

Jika kita perhatikan betapa perceraian itu melelahkan jiwa dan raga.

Ada baiknya kita kembali mengingat tujuan pernikahan kita.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Ketika kita mengatakan menikah karena cinta bukan berarti jika sudah tidak ada cinta lagi, pernikahan boleh bubar begitu saja karena ada jiwa anak-anak yang harus kita pikirkan.

Karena cinta itu sebuah anugerah yang harus setiap hari kita rawat.

Karena cinta itu seharusnya membuat kita selalu melangkah bersama menuju tujuan akhir, bersama sampai surga.

Dalam Islam, pernikahan adalah sebuah janji yang mengikat seorang perempuan dengan suaminya.

“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. An Nisa: 21).

Kita mengenal perjanjian kuat ini dengan nama Mitsaqan Ghalizha.

Perjanjian kuat ini setara dengan perjanjian antara Allah Subhanallahu wa Ta’ala dengan para Nabi dan Rasul-Nya.

“Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: “Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud”, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.” (QS. An Nisa: 154).

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” (QS. Al Ahzab: 7).

Pasangan era digital kini menghadapi tantangan hidup yang lebih beragam.

Mulai dari kurangnya quality time karena masing-masing sama sibuknya, persoalan pengelolaan keuangan keluarga karena biaya hidup yang semakin tinggi, dan pengaruh perkembangan teknologi digital.

Semua persoalan dalam kehidupan pernikahan kita disebabkan oleh gaya hidup dan modernitas yang banyak mempengaruhi kehidupan manusia era sekarang.

Namun pasangan era digital saat ini memiliki harapan yang besar untuk bertahan bersama.

Pasangan sekarang lebih mempunyai kesadaran untuk “tumbuh” bersama.

Ada harapan untuk memercayakan pasangannya untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya.

Berapa banyak pasangan yang bersama-sama maju dalam bisnis mereka.

Banyak pasangan yang juga mengijinkan atau mendorong pasangannya untuk berkarya sesuai kapasitanya.

Bagi istri juga banyak peluang yang diberikan suami, bekerja di rumah atau melanjutkan sekolah meski mereka sudah memiliki anak.

“Tumbuh bersama” bisa menjadi solusi dalam pernikahan kita. [Maya Agustiana/Cms/Sdz]

Tags: Menjadi pasangan di era digital
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keluarga Islami Tegar Memperjuangkan Misi

Next Post

Empat Cara Memotivasi Anak yang Salah

Next Post
99 Motivasi dan Sugesti Positif dari Dewi Hughes

Empat Cara Memotivasi Anak yang Salah

Ada Banyak Inspirasi dari Pejuang Gaza

Ada Banyak Inspirasi dari Pejuang Gaza

Bolehkah Daging Aqiqah Dibagi Dua

Cara Berpikir Seekor Kambing

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8551 shares
    Share 3420 Tweet 2138
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    903 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11388 shares
    Share 4555 Tweet 2847
  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3847 shares
    Share 1539 Tweet 962
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2284 shares
    Share 914 Tweet 571
  • Majza’ah bin Tsaur Al Sadusy, Sahabat Pemberani Penakluk Benteng Persia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    264 shares
    Share 106 Tweet 66
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga