• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 3 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Saling Percaya Antara Suami dan Istri (2)

25/07/2025
in Suami Istri, Unggulan
Saling Percaya Antara Suami dan Istri (2)

foto:pinterest

69
SHARES
530
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA sebagian kecil suami yang menjadikan tindakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang pernah berbohong kepada isterinya, Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, tentang rasa makanan sebagai dalih untuk berbohong kepada istrinya dalam pengertian yang luas, termasuk untuk menikah lagi tanpa diketahui istrinya.

Dalih semacam ini tentu sangat tidak tepat. Seakan-akan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kita berbohong kepada istri.

Padahal yang diperbolehkan hanya berbohong tentang rasa makanan agar menyenangkan hati istri.

Atau kalau mau diperluas berbohong tentang pakaian atau hal-hal kecil lainnya yang dilakukan istri agar menyenangkannya.

Bukan berbohong dalam hal-hal besar yang menyakiti hati pasangan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2. Cari seribu satu alasan untuk bersangka baik.

Dalam kisah haditsul ifki (berita bohong), dimana Aisyah diisukan selingkuh dengan Shafwan bin Mu’aththal maka sikap Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam justru tetap percaya kepada Aisyah walau berita itu sudah tersebar ke seluruh seantero Madinah.

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya pun tidak kepada Aisyah untuk mengecek apakah berita tersebut benar atau tidak.

Sampai akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang menjawab tuduhan bohong tersebut,

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golonganmu juga. Janganlah kamu kira berita bohong itu buruk bagimu bahkan ia adalah baik bagimu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakan dan siapa diantara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya adzab yang besar.” (QS. An Nur:11).

Begitulah Nabi kita sangat percaya dengan istrinya.

Begitulah mestinya kita sebagai pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mestinya mencari seribu satu alasan untuk tetap percaya dan selalu bersangka baik kepada pasangan.

Saling Percaya Antara Suami dan Istri (2)

3. Lebih banyak memberikan “setoran” daripada “penarikan”

Agar selalu tumbuh sangka baik dari pasangan maka suami atau istri perlu lebih banyak memberikan “setoran” daripada “penarikan”.

Yang dimaksud “setoran” adalah banyak memberikan kebaikan-kebaikan kepada pasangan, seperti tersenyum, berkata lembut, menolong, menepati janji, dan lain-lain, sehingga membuat pasangan kita simpati kepada kita.

Sedang yang dimaksud “penarikan” adalah perbuatan yang bersifat mengecewakan, sehingga menimbulkan antipasti dari pasangan.

Misalnya, berbohong, berkata kasar, egois, melanggar janji, dan lain-lain.

Jika kita lebih banyak melakukan “setoran” daripada “penarikan” maka sangka baik akan lebih mudah tumbuh daripada kalau kita lebih banyak melakukan “penarikan”.

Oleh sebab itu, mari kita budayakan sangka baik dan saling percaya kepada pasangan.

Baca juga: Saling Menjaga Kehormatan Suami Istri

Mulai dari yang kecil, misalnya tidak suka memeriksa handphone pasangan.

Di sisi lain, handphone juga tidak usah di-password agar tidak mengundang kecurigaan pasangan.

Jika pun kita curiga pada pasangan maka harus didahului dengan bukti-bukti yang kuat (data dan fakta ada).

Bukan hanya berdasarkan opini semata tanpa bukti yang kuat sehingga tidak menyesal kelak karena menuduh tanpa bukti.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kita agar tabayyun (check and recheck) terhadap informasi (negatif) yang belum jelas.

Apalagi jika informasi itu tentang pasangan kita. Tentu kita harus lebih hati-hati lagi,

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).[Sdz]

Sumber: Madrasatuna

Tags: Saling Percaya Antara Suami dan Istri (2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ilmu yang Bermanfaat

Next Post

Berhati-hati di Zaman Dusta

Next Post
Orang Buta Lebih Empati dari Yang Normal

Berhati-hati di Zaman Dusta

Di Balik Perang Thailand dan Kamboja

Di Balik Perang Thailand dan Kamboja

Waspada Bahaya Chat AI bagi Remaja: Ketika Dunia Virtual Terasa Lebih Nyata

Waspada Bahaya Chat AI bagi Remaja: Ketika Dunia Virtual Terasa Lebih Nyata

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8566 shares
    Share 3426 Tweet 2142
  • Siswa SD JISc Raih Nilai Terbaik TKA, Bukti Semangat Belajar dan Prestasi Gemilang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Momen Pertemuan Nagita Slavina dengan Sang Suami Usai Menunaikan Ibadah Haji

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kali Ini Hanania Travel Dipolisikan Calon Jamaah Umrahnya

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3854 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11397 shares
    Share 4559 Tweet 2849
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4388 shares
    Share 1755 Tweet 1097
  • Ramlah binti Abu Sufyan, Putri Pemimpin Quraisy yang Menjadi Ummul Mukminin

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga