• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Suami Istri

Membangun Rumah Tangga Harmonis tanpa Pacaran (2)

07/08/2021
in Suami Istri, Unggulan
Membangun Rumah Tangga Harmonis tanpa Pacaran (2)

Ilustrasi, foto: Pinterest

124
SHARES
951
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Pasangan itu keseimbangan. Harmonis itu langgeng. Bisakah pasangan yang tetap selaras dan seimbang bisa diraih tanpa pacaran?

Pasca remaja, pria dan wanita mendambakan rumah tangga sakinah, mawadah, dan rahmah. Dambaan itu tentu harus melalui sebuah pintu: nikah.

Pasalnya, bisakah dambaan itu bisa diperoleh jika nikah dengan seseorang yang belum dikenal dekat. Bahkan tahu nama dan gambarnya pun melalui orang lain.

Rasa yakin dan ragu pun timbul tenggelam seperti penampakan perahu kecil di tengah ombak besar. Kalau memang mungkin, bagaimana caranya?

Lazim, Nggak Lazim

Percaya atau tidak, inilah zaman di mana ajaran Islam begitu asing. Yang dilarang Islam menjadi lazim, dan yang dianjurkan Islam justru menjadi asing.

Siapa pun yang bertekad ingin hijrah melalui momen pernikahan, tidak tertutup kemungkinan akan mengalami keterasingan ini.

Jika tiba-tiba disampaikan bahwa akan ada pria yang ingin datang melamar, orang tua akan terheran-heran. Sepertinya mereka kaget.

“Kamu nggak “kecelakaan” kan, Nak? Kok, kami nggak pernah ngeliat kamu pacaran, tapi tiba-tiba sudah ada yang mau melamar?” kira-kira seperti itu respon orang tua.

Kalau dijelaskan bahwa kami dikenalkan melalui guru ngaji, kemungkinan akan muncul respon lain dari orang tua: “Hati-hati ya, Nak. Jangan sampai seperti beli kucing dalam karung!” Atau, “Kami khawatir, kamu ikut aliran baru!”

Pendek kata, yang lazim itu ya pacaran. Seperti sering berduaan. Sering saling berkunjung ke rumah masing-masing. Ya, mirip seperti suami istri, kecuali tinggal serumah.

Tak mudah memang menjelaskan ke orang tua bahwa pacaran itu dilarang Islam. Hal ini karena hampir semua orang tak pernah mempersoalkan.

Kalau pun orang tua mengikuti aturan main yang dilakukan puteri dan puteranya, umumnya mereka melakukan dengan was-was dan curiga. Seperti, jangan-jangan si wanitanya sudah hamil. Jangan-jangan main dukun. Jangan-jangan….

Syukurnya, tren nikah tanpa pacaran sudah mulai marak. Ada dari kalangan artis. Ada dari kalangan anak pejabat. Dan masih banyak lagi. Sehingga, orang tua masih merasa ada harapan baik dari proses nikah ini. Bahwa, apa yang dicurigainya atau apa yang dikhawatirkannya hanya karena ketidaktahuan.

Penjelasan tentang dalil dan alasan tentang nikah tanpa pacaran pun sudah bertebaran di youtube. Jika merasa tidak puas dengan penjelasan anak, orang tua bisa langsung ngecek melalui video para ahli agama.

Meskipun, tetap saja masih menyisakan keraguan. Hal ini karena puluhan tahun kita dicecoki tentang mana yang benar dan mana yang salah tentang nikah dan pacaran. Sayangnya, semuanya menyimpang dari ajaran Islam.

Jadi, yakinkan orang tua bahwa proses tanpa pacaran bukan hal yang asing, apalagi sebagai aliran baru. Tundukan hati mereka dengan sikap lembut dan akhlak kita. Bersabarlah, karena semuanya butuh waktu. [Mh/bersambung]

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Fakta Menarik Reksa Dana Syariah Pasar Uang

Next Post

Kisah Lepasnya Cordoba dari Kekuasaan Islam (2)

Next Post
Kisah Lepasnya Cordoba dari Kekuasaan Islam (2)

Kisah Lepasnya Cordoba dari Kekuasaan Islam (2)

Layanan Pesan Antar Makanan Semakin Populer

Layanan Pesan Antar Makanan Semakin Populer

Tetap Optimistis Meski Sulit

Tetap Optimistis Meski Sulit

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1913 shares
    Share 765 Tweet 478
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3569 shares
    Share 1428 Tweet 892
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8065 shares
    Share 3226 Tweet 2016
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    649 shares
    Share 260 Tweet 162
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1831 shares
    Share 732 Tweet 458
  • Kenali Ciri-ciri Lesbian dan Gay

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Kolaborasi BAZNAS dan LAZ Dorong Optimalisasi Zakat Jadi Solusi Menguatkan Indonesia dari Kemiskinan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3264 shares
    Share 1306 Tweet 816
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga