ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Minggu, 05 April 2020 | 12 Sya’ban 1441 H
Login
Register

 


 
 
 
 
SUAMI ISTRI

Beda Komunikasi Pria Wanita: Memahami Nalar dan Rasa

17 January 2020 09:48:07
suami istri
Ilustrasi, foto: dreamstime.com

 

ChanelMuslim.com- Nalar dan rasa bukanlah strata dalam diri manusia. Keduanya bukan menunjukkan mana yang lebih unggul dan rendah. Justru, nalar dan rasalah yang memberikan modal utama pasangan manusia agar bisa mengarungi hidup dengan bahagia.

Begitu banyak fragmen dalam hidup ini yang memberikan kita pemahaman tentang nalar dan rasa, pria dan wanita. Dari situlah akan semakin nampak seperti apa dominasi nalar pria dan buaian rasa seorang wanita.

Sepasang suami istri baru saja mendapat kabar duka. Reaksi yang muncul dari masing-masing pihak sangat menarik untuk disimak. Sang suami terdiam seribu bahasa. Pandangannya menunduk. Sesekali, kepalanya mengangguk pelan.

Namun, tidak begitu reaksi dari istri. Ia menangis sejadi-jadinya. Air matanya mengalir deras. Mulutnya terus saja mengoceh tak jelas. Sesekali, ia berteriak agak keras.

Bayangkan kalau kedua-duanya terdiam seribu bahasa. Dan bayangkan jika kedua-keduanya sama-sama menangis dan berteriak keras.

Contoh lain ketika sepasang suami istri berada di pasar. Manakah di antara keduanya yang jauh lebih aktif “menikmati” suasana tawar menawar. Dan manakah di antara keduanya yang terlihat bete dengan suasana “chaos” pasar.

Contoh berikutnya, sepasang suami istri baru saja pulang dari berpergian jauh. Beberapa hari, keduanya tidak serumah dengan dua balitanya yang dititipkan sementara ke sanak keluarga. Seperti apakah reaksi keduanya ketika dua bocah cilik itu mengekspresikan kerinduannya.

Manakah di antara keduanya yang lebih dulu dihampiri anak-anaknya. Ayah atau ibukah yang ikutan menangis ketika sang bocah menangis. Seperti apa reaksi ayah ibu itu ketika bocah-bocahnya menghambur untuk memeluk. Lebih lama mana dari keduanya yang ikutan balas memeluk dua buah hatinya.

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini mungkin bisa menyegarkan kita tentang apa yang disebut dengan dominasi nalar dan rasa. Rasa seperti suasana arus gerakan yang ada, dan nalar seperti peta yang memandu arah gerak suasana itu.

Kalau di sebuah ruang hidup hanya ada suasana gerakan tanpa peta, masing-masing elemen akan saling bertabrakan. Dan jika hanya ada peta tanpa gerakan dinamis, ruang hidup tak ubahnya seperti jajaran fly over kota besar nan megah tanpa arus kehidupan.

Sebagian ajaran syariah memahamkan kita tentang porsi dominasi nalar pria dan rasa wanita ini. Pria bisa menjadi wali dirinya sendiri, sementara wanita harus diwakili seorang pria terpercaya: ayah, saudara pria, anak yang pria, kakek, dan seterusnya. Kenapa?

Karena memilih pasangan hidup terlebih lagi yang akan menjadi pemandu masa depan si wanita, bukan sekadar permainan rasa. Melainkan, kecermatan dan ketegasan untuk merangkai fakta-fakta yang dimiliki si pelamar. Layakkah dan patutkah?

Selain itu, jika lelaki menilai lelaki lain boleh jadi lebih objektif daripada wanita menilai lelaki. Seperti halnya wanita mungkin lebih objektif menilai wanita lain daripada lelaki menilai wanita.

Soal syarat perwalian nikah ini begitu strik dalam syariah Islam. Walaupun jika tidak ada lelaki terpercaya dan terdekat, wanita diharuskan untuk mencari perwakilan dari lelaki terpercaya yang diutus negara, atau yang biasa disebut wali hakim.

Namun di sisi lain, syariah lebih merekomendasikan hak pengasuhan anak yang belum akil balig kepada pihak wanita daripada pria, jika terjadi perceraian di antara keduanya. Walaupun tanggung jawab anak-anak sepenuhnya ada pada pria.

Syariah tentu tidak asal membuat ketentuan. Karena hal itu datang dari Yang Maha Tahu terhadap ciptaanNya. Dan dalam hal ini, kita bisa banyak belajar dari hikmah ketentuan itu.

Bahwa, memang ada dominasi nalar yang dimiliki pria, dan ada dominasi rasa yang melingkupi wanita. Namun, keduanya berinteraksi dalam porsi-porsi yang pas.

Memahami tentang porsi dominasi pria dan wanita ini juga memahamkan siapa kita sebenarnya. Agar tidak ada pria yang ingin seperti wanita, dan wanita yang seperti pria. Bukan dalam kecenderungan kebutuhan biologis, melainkan dalam pengaturan kehidupan rumah tangga.

Lagi-lagi, bukan berarti menunjukkan bahwa wanita lebih rendah dari pria. Tapi lebih untuk memahamkan kita bahwa masing-masing bereksistensi dalam porsinya.

Rasul mulia mengungkapkan itu dengan begitu bijak. Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. (Mh/bersambung)

 

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
suami istri
 
BERITA LAINNYA
 
 
SUAMI ISTRI
10 July 2018 23:04:46

Ketika Istri Meminta Cerai

 
SUAMI ISTRI
23 January 2019 11:58:06

Kenali Gejala Depresi Sedini Mungkin

 
SUAMI ISTRI
26 December 2018 08:57:59

Keikhlasan Cinta

 
SUAMI ISTRI
02 April 2019 19:48:51

Pentingnya Komunikasi dalam Pernikahan

 
SUAMI ISTRI
16 January 2020 08:33:29

Beda Komunikasi Pria dan Wanita: antara Nalar dan Rasa

Lawan Corona Bersama ChanelMuslim.com
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
 
TERPOPULER
 
 
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0811.1362.284