• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 16 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Sekolah

Nitya Ade Santi, Doktor Muda IPB Ciptakan Metode Deteksi Dampak Karhutla yang Lebih Akurat

16/07/2025
in Sekolah
Nitya Ade Santi, Doktor Muda IPB Ciptakan Metode Deteksi Dampak Karhutla yang Lebih Akurat

Foto: Pinterest

76
SHARES
586
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NITYA Ade Santi, asal Karanganyar, Jawa Tengah, mengembangkan metode baru dalam disertasinya yang berjudul ‘Pengembangan Metode Pengukuran Tingkat Keparahan Kebakaran dan Regenerasi Vegetasi Menggunakan Analisis Multi-Waktu Langsung’.

Berbekal citra satelit yang dapat diakses secara terbuka, Nitya merancang pendekatan muilti-temporal analysis yang memungkinkan pemantauan perubahan kondisi lahan sebelum dan sesudah kebakaran, serta pemetaan kerusakan dan nilai ekonomi yang hilang secara lebih detail.

Tak sekadar menghitung luas area yang terbakar, ia mampu mengungkap jenis tutupan lahan yang terdampak, nilai kerugian ekonomi, hingga potensi daya dukung lingkungan yang hilang.

Untuk diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi tantangan serius di Indonesia, dengan ribuan kasus yang terjadi setiap tahunnya.

Baca juga: Munawwarah, Siswa JISc yang Berhasil Ikut Pameran Kids Biennale Indonesia

Nitya Ade Santi, Doktor Muda IPB Ciptakan Metode Deteksi Dampak Karhutla yang Lebih Akurat

Di tengah keterbatasan teknologi, Nitya yang merupakan doktor termuda di IPB University, hadir membawa inovasi baru dalam mendeteksi dampak kebakaran secara lebih akurat.

Meski jumlah kasus karhutla relatif menurun, data BNPB menunjukkan ada 2.051 kasus karhutla sepanjang 2023 dan 629 kasus sepanjang 2024.

Tak hanya itu, keterbatasan teknologi juga menjadi kondisi yang memprihatinkan karena belum ada alat yang bisa secara akurat mendeteksi jenis tutupan lahan yang terbakar dan dampaknya secara menyeluruh.

Nitya menjelaskan teknologi ini sebelumnya telah digunakan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara Eropa. Bahkan, unit NASA juga memanfaatkan pendekatan serupa.

Namun, menurut Nitya, Indonesia sebagai negara tropis membutuhkan standar sendiri karena karakteristik karhutla berbeda dengan negara subtropis.

Penelitian Nitya telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional dan dijadikan rujukan oleh Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau saat ini Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Inovasinya juga berpotensi dikembangkan untuk mendeteksi bencana alam lain, seperti longsor atau banjir, melalui rekaman perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu.

Di balik keberhasilan akademiknya, Nitya memiliki latar belakang keluarga sederhana. Ibunya seorang guru, sementara ayahnya bekerja di pabrik teh. Selepas SMA, ia diterima di Program Studi Manajemen Hutan IPB University dan berjuang mencari beasiswa karena keterbatasan ekonominya.

Ia lalu mendaftar program Beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation, yang tak hanya memberikan bantuan finansial, tapi juga pelatihan pengembangan kepemimpinan secara terstruktur. Awalnya, Nitya mengaku sempat pesimis karena beasiswa ini dikenal bergengsi dan sangat kompetitif.

Keraguan itu terpatahkan. Ia terpilih sebagai Tanoto Scholar, dan sejak itu mendapat dukungan penuh tak hanya secara finansial, tetapi juga dari pembinaan karakter, peningkatan soft skill, hingga layanan konseling.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah saat IPK-nya sempat turun di bawah syarat minimum 3,25. Alih-alih dicabut, beasiswanya tetap dipertahankan, dan Nitya justru bangkit dengan IPK 3,7 di semester berikutnya.

Setelah menyelesaikan S1, ia melanjutkan ke program magister Sandwich (program pendidikan atau riset untuk mahasiswa S2/S3 yang menggabungkan studi dalam dan luar negeri) di IPB University dan University of Göttingen, Jerman, dan sukses meraih gelar doktor di usia 25 tahun.

Keraguan itu terpatahkan. Ia terpilih sebagai Tanoto Scholar, dan sejak itu mendapat dukungan penuh tak hanya secara finansial, tetapi juga dari pembinaan karakter, peningkatan soft skill, hingga layanan konseling.

Salah satu pengalaman yang berkesan baginya adalah saat IPK-nya sempat turun di bawah syarat minimum 3,25. Alih-alih dicabut, beasiswanya tetap dipertahankan, dan Nitya justru bangkit dengan IPK 3,7 di semester berikutnya.

Setelah menyelesaikan S1, ia melanjutkan ke program magister Sandwich (program pendidikan atau riset untuk mahasiswa S2/S3 yang menggabungkan studi dalam dan luar negeri) di IPB University dan University of Göttingen, Jerman, dan sukses meraih gelar doktor di usia 25 tahun. [Din]

Tags: Doktor Muda IPB Ciptakan Metode Deteksi Dampak Karhutla yang Lebih Akurat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tafsir Surat Al-Humazah, Mereka yang Mengumpulkan Harta dan Menghitungnya akan Dimasukkan ke Neraka Hutamah

Next Post

8 Manfaat Kesehatan Buah Markisa Selama Kehamilan

Next Post
8 Manfaat Kesehatan Buah Markisa Selama Kehamilan

8 Manfaat Kesehatan Buah Markisa Selama Kehamilan

Inilah Kenapa Dr. Zakir Naik Fokus Dakwah di Umat Nasrani

Inilah Kenapa Dr. Zakir Naik Fokus Dakwah di Umat Nasrani

Kopi Lembur, Rekomendasi Kedai Kopi di Soreang

Kopi Lembur, Rekomendasi Kedai Kopi di Soreang

  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 5 Wisata Edukasi Dekat Stasiun BNI City yang Seru untuk Dikunjungi

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9331 shares
    Share 3732 Tweet 2333
  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11762 shares
    Share 4705 Tweet 2941
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    413 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Pemkot Tangerang Beri Pelayanan KB Gratis di Puskesmas Bagi Masyarakat

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bubur Ayam Indonesia Dinobatkan Jadi Bubur Terenak Dunia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2364 shares
    Share 946 Tweet 591
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga