• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 13 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Resensi

Pribadi dan Martabat Buya Hamka

29/06/2021
in Resensi
Pribadi dan Martabat Buya Hamka

Foto: iPusnas

131
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Pribadi dan Martabat Buya Hamka ini ditulis oleh anak keduanya, H. Rusydi Hamka. Berisi mengenai perjalanan hidup Buya diberbagai bidang khusunya dakwah.

Buya Hamka adalah seorang ulama tanah air yang sangat produktif menelurkan karya-karya berupa buku. Mulai dari tema pemikiran Islam, akhlak hingga sastra dengan novel-novelnya. Selain ulama, Buya juga sempat bergelut dibidang politik mewakili Muhammadiyah dalam partai Masjumi, partai Islam satu-satunya masa itu.

Baca Juga: Kisah Setia Istri Buya Hamka

Pribadi dan Martabat Buya Hamka

Buku ini memuat cerita-cerita menarik Buya Hamka, terutama saat bersama penulis. Salah satu cerita yang  menarik adalah ketika perjalanan keliling Buya Hamka, Rusydi Hamka dan Isa Anshari di ranah Minang.

Buya sering melontarkan pantun atas situasi yang dilewatinya dalam perjalanan. Tak jarang pantun yang dibuat adalah pantun jenaka dan menggoda.

Saat melewati seorang wanita yang sedang menunggu suaminya memanjat pohon dan kebetulan kereta api sedang lewat. Buya melontarkan sebuah pantun:

Berangkat kereta pukul empat

tiba di Padang pukul tiga

Sejak berlaki tukang panjat

badan berbau kararangga (semut merah)

Begitupun cerita-cerita yang penulis saksikan mengenai kepribadian pemaaf Buya Hamka. Saat Buya mau mengajarkan Islam kepada calon menantu Pramudya Anantatur, lawan politiknya yang sering menghina dan mencaci maki Buya Hamka. Begitupun tangisan Buya saat tahu Soekarno, yang telah memenjarakannya selama tiga tahun, meninggal dunia bahkan Buya menjadi imam shalat jenazahnya.

Kisah Buya saat akan dilantik menjadi ketua umum pertama Majelis Ulama Indonesia pada tahun 1975 menggambarkan kepribadiannya yang memiliki prinsip yang teguh.

Ditengah pergulatan politik saat itu, Buya menghadapi kondisi yang cukup dilematis untuk menerima tawaran ketua umum tersebut. Kritik-kritik yang bermunculan atas berdirinya Majelis Ulama itu bukanlah alasan dilematisnya.

Buya mengatakan, “soalnya bukan kritik itu, tapi niat kita untuk menerimanya untuk apa?.” Dari situ terjadi diskusi antara anak dan ayah.

Saat pada akhirnya Buya dilantik menjadi ketua umum, ia mengatakan, “Kita tidak mengartikan amar ma’ruf nahi munkar ini sebagai oposisi. Tapi dengan sikap itu, tidak berarti kita menjilat kepada pemerintah.”

Dan banyak lagi cerita-cerita menarik mengenai Buya yang dialami langsung oleh penulis. Percakapan-percakapan hangat, diskusi-diskusi berkualitas antara keduanya menjadikan buku ini tidak hentinya untuk dibaca.

Terkadang kita dibuat kagum dengan pribadi dan martabat Buya, dan terkadang kita dibuat tertawa dengan sisi humoris Buya. Selamat Membaca. [Ln]

 

 

 

Tags: Pribadi dan Martabat Buya Hamka
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Alasan Gunung Ijen Jadi Pilihan Pendaki Pemula

Next Post

5 Cara Mudah Atasi Baju Luntur

Next Post
5 Cara Mudah untuk Atasi Baju Luntur

5 Cara Mudah Atasi Baju Luntur

Tumbuh Kembang Anak Usia 4 sampai 5 serta Stimulasinya

Tumbuh Kembang Anak Usia 4 sampai 5 Tahun serta Stimulasinya

Tips Aman Menggunakan BSI NET Banking

Tips Aman Menggunakan BSI NET Banking

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    487 shares
    Share 195 Tweet 122
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9310 shares
    Share 3724 Tweet 2328
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Salimahpreneur Expo 2026, Tingkatkan Kapasitas Entrepreneur Perempuan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    825 shares
    Share 330 Tweet 206
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Konferensi Keluarga Asia Pasifik Angkat Isu Pengarusutamaan Keluarga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4799 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Tak Ada Uang, Anak SD Berikan Cincin untuk Palestina

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2475 shares
    Share 990 Tweet 619
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga