• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Taubatnya Orang-orang Munafik dalam Surat At-Taubah

20/05/2026
in Quran Hadis, Unggulan
Mewaspadai Benih Kemunafikan

(foto: medium/Julian Bond)

228
SHARES
1.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAUBATNYA orang-orang munafik dalam Surat At-Taubah dijelaskan oleh K.H. Aunur Rafiq Saleh Tamhid, Lc. Sekalipun ulah dan kejahatan orang-orang munafik sangat membahayakan kaum muslimin, tetapi mereka juga tetap memiliki kesempatan bertaubat.

Di antara sebab munculnya berbagai fenonena kemunafikan adalah tidak adanya niat baik dan kemauan yang kuat untuk berbuat baik di dalam hati mereka.

Firman Allah:

وَلَوْ  اَرَا دُوْا  الْخُـرُوْجَ  لَاَ عَدُّوْا  لَهٗ  عُدَّةً  وَّلٰـكِنْ كَرِهَ  اللّٰهُ  انْبِۢعَا ثَهُمْ  فَثَبَّطَهُمْ  وَقِيْلَ  اقْعُدُوْا  مَعَ  الْقٰعِدِيْنَ

“Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka,

maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS. At-Taubah: 46)

Krisis kemauan baik ini lah di antaranya yang memicu berbagai penyakit di dalam hati lalu mereka melakukan berbagai manuver dan tipu daya terhadap orang-orang beriman.

Baca Juga: Taubatnya Orang-orang yang Labil dalam Surat At-Taubah

Taubatnya Orang-orang Munafik dalam Surat At-Taubah

Di antara penyakit hati itu seperti bergerak atas dasar kepentingan materi dan beralasan tidak mampu jika terlalu berat resiko atau perjuangan yang dihadapi (ayat 42),

mencari-cari alasan dusta untuk tidak ikut berjuang bersama kaum muslimin (ayat 44-45), lemah kemauan (ayat 46), merusak atau mengacaukan barisan dakwah (ayat 47),

memutarbalikkan fakta kebenaran (ayat 48), senang melihat kekalahan kaum muslimin (50), pengecut (ayat 57), suka mencibir orang yang berkontribusi kepada dakwah,

merasa senang bila mendapat “kue” perjuangan dan marah bila tidak diberi (ayat 58), suka menyakiti atau menyerang pemimpin dakwah (ayat 61),

menghalangi dakwah, mengajak keluar dari barisan dakwah dan tidak bisa bertahan lama dalam bergabung dengan perjuangan dakwah (al-Ahzab 18).

Ayat ini (46) patut menjadi renungan mendalam bagi orang-orang beriman.

Karena tidak adanya kemauan baik di dalam hati ini, bila dibiarkan dan ditutup-tutupi dengan berbagai kebohongan dan mencari-cari alasan untuk tidak mau berjuang, maka Allah akan menghukumnya dengan:

“Allah tidak menyukai keberangkatan mereka”, “melemahkan keinginan mereka”, dan “dikatakan (kepada mereka), tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal”.

“Allah tidak menyukai keberangkatan mereka”, yakni Allah tidak menyukai keterlibatan mereka di dalam dakwah lalu diberi kesibukan, bisnis, kedudukan, popularitas,

masalah kehidupan, jabatan dan lainnya yang bisa menjauhkan mereka dari dakwah atau perjuangan. Agar barisan dakwah terbersihkan dari berbagai unsur perusak.

Bila keadaan itu tidak segera disadari dan ditaubati, bisa jadi mereka makin jauh dari dakwah dan perjuangan hingga tidak bisa kembali, karena penyakit mereka sudah sampai pada stadium,

“Dikatakan (kepada mereka), Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal”.

Sebagaimana iman bisa bertambah dan berkurang, demikian pula kemunafikan juga bisa bertambah dan berkurang.

Bila ditaubati dengan serius, bisa sembuh total dan kembali menjadi orang beriman.

Firman Allah:

فَإِن يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ

“Maka, jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka”. (at-Taubah: 74)

Bila “dipelihara” terus, bisa makin menguat bahkan mencapai kekafiran sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

   ۗ هُمْ  لِلْكُفْرِ  يَوْمَئِذٍ  اَقْرَبُ  مِنْهُمْ  لِلْاِ يْمَا نِ   ۚ يَقُوْلُوْنَ  بِاَ فْوَاهِهِمْ  مَّا  لَيْسَ  فِيْ  قُلُوْبِهِمْ   ۗ وَا للّٰهُ  اَعْلَمُ  بِمَا  يَكْتُمُوْنَ

“…Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan isi hatinya.

Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (QS. Ali ‘Imran: 167)

وَمَا  مَنَعَهُمْ  اَنْ  تُقْبَلَ  مِنْهُمْ  نَفَقٰتُهُمْ  اِلَّاۤ  اَنَّهُمْ  كَفَرُوْا  بِا للّٰهِ  وَبِرَسُوْلِهٖ  وَلَا  يَأْتُوْنَ  الصَّلٰوةَ  اِلَّا  وَهُمْ  كُسَا لٰى  وَلَا  يُنْفِقُوْنَ  اِلَّا  وَهُمْ  كٰرِهُوْنَ

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat,

melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).” (QS. At-Taubah: 54)

Langkah pertama bagi orang munafiq untuk bertaubat adalah membersihkan hatinya dari niat buruk terhadap Islam dan kaum muslimin, berhenti dari mencari-cari alasan dusta,

dan menguatkan kemauan mereka untuk berbuat baik. Kemudian menguatkan iman, terurama iman kepada Allah dan Hari Akhir, di samping keluar dari lingkungan yang menyuburkan kemunafikan.[ind]

(bersambung)

 

Tags: Taubatnya Orang-orang Munafik dalam Surat At-Taubah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mendidik Anak Remaja Laki-Laki dan Perempuan

Next Post

Kemenhaj Sampaikan Fase Puncak Haji Mulai Senin 25 Mei 2026

Next Post
Kemenhaj Sampaikan Fase Puncak Haji Mulai Senin 25 Mei 2026

Kemenhaj Sampaikan Fase Puncak Haji Mulai Senin 25 Mei 2026

Labelling terhadap Pasangan termasuk KDRT

14 Kiat Cerdas Secara Emosional dalam Membina Hubungan Suami Istri

Suhu di Arab Saudi Bisa Mencapai 47 Derajat Celsius

Suhu di Arab Saudi Bisa Mencapai 47 Derajat Celsius

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8698 shares
    Share 3479 Tweet 2175
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11481 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2231 shares
    Share 892 Tweet 558
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga