• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 12 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Quran Hadis

Arti Marhaban Yaa Ramadan

04/03/2023
in Quran Hadis, Unggulan
Kita Sampai di Penghujung Bulan Dzulqa'dah

(foto: pixabay)

90
SHARES
695
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

APA arti marhaban yaa Ramadan? Kita sering mendengar ungkapan ini, tapi apakah makna sesungguhnya dari perkataan ini? Ustaz K.H. Iman Santoso, Lc., M.EI. menjelaskan mengenai hal ini.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari)

Marhaban Yaa Ramadan artinya menyambut bulan Ramadan dengan hati terbuka, lapang dada, senang dan penuh suka cita, seperti menyambut tamu agung.

Dengan begitu, ia akan menyiapkan segala segala sesuatunya dengan baik dan optimal.

Karena Ramadan datang setahun sekali dengan segala kebaikan yang akan diraih orang beriman. Semakin baik persiapan menyambutnya, maka semakin optimal dalam  mengisi bulan Ramadan.

Ibadah inti dan utama di bulan Ramadan adalah menunaikan puasa Ramadan sebulan penuh, yang merupakan rukun Islam keempat.

Baca Juga: Mam Fifi: Marhaban Ya Ramadan untuk Semua Keluarga Muslim

Arti Marhaban Yaa Ramadan

Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)

Pelajaran dari ayat ini adalah:

1. Kewajiban berpuasa untuk orang beriman, dan ciri khas orang beriman adalah puasa Ramadan.

2. Ibadah puasa adalah ibadah yang memiliki sejarah sudah  lama, diwajibkan kepada umat terdahulu, umatnya Nabi Musa alaihis salam disyariatkan puasa, demikian juga umat Nabi Isa alaihis salam.

Bahkan Imam Suyuti dalam kitabnya Al-Wasail menjelaskan  bahwa Nabi Adam alaihis salam juga sudah puasa, yaitu tiga hari dalam sebulan.

3. Visi atau tujuan utama puasa yaitu mengantarkan orang beriman sampai ke derajat taqwa.

Sedangkan hadis: “Siapa yang puasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.“ (Bukhari)

Ibnu Hajar mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-iman adalah meyakini kewajiban puasa Ramadan. Sedangkan al-ihtisab yaitu mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala.

Bulan Ramadan adalah momentum untuk berlomba dalam ibadah dan amal shalih dengan penuh keyakinan dan mengharap pahala dari Allah Subhanahu wa taala dari mulai hari pertama dan malam pertama, karena demikian mulia dan berkahnya bulan Ramadan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إذا كان أولُ ليلةٍ من شهرِ رمضانَ صُفِّدَتِ الشياطينُ ومَرَدةُ الجنِّ ، وغُلِّقتْ أبوابُ النارِ فلم يُفتحْ منها بابٌ ، وفُتِّحَتْ أبوابُ الجنةِ فلم يُغلقْ منها بابٌ ، ويُنادي منادٍ كلَّ ليلةٍ : يا باغيَ الخيرِ أقبلْ ، ويا باغيَ الشرِّ أقْصرْ ، وللهِ عتقاءُ من النارِ ، وذلك كلَّ ليلة

“Jika telah datang awal malam bulan Ramadan, diikatlah para setan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu -pintu neraka, tidak ada satu pintupun yang dibuka,

dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu pun yang tertutup, berseru seorang penyeru:

Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah membebaskan sejumlah orang dari neraka. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sebelum Ramadan, kita harus menyiapkan untuk ibadah dengan baik, persiapan hati dengan banyak beristighfar dan taubat, supaya hati kita bersih dan kuat.

Persiapan pikiran dengan menyiapkan ilmu terkait ibadah Ramadan. Persiapan fisik, supaya sehat dan mampu menunaikan ibadah Ramadan dengan optimal.

Persiapan harta supaya tidak terganggu dalam ibadah dan waktunya habis untuk mencari harta, termasuk persiapan memasuki 10 terakhir dan hari raya. Wallahu a’lam bis-shawab.[ind]

 

Tags: Arti Marhaban Yaa Ramadan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pahala yang Tidak Pernah Putus

Next Post

Keenam Hal Ini Pantang Dilakukan saat Menstruasi

Next Post
Cara Menjadikan Kopi Lebih Sehat Dikonsumsi

Keenam Hal Ini Pantang Dilakukan saat Menstruasi

Ustaz Adi Hidayat Dilantik Menjadi Wakil Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah

Ustaz Adi Hidayat Dilantik Menjadi Wakil Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah

Muslim fashion festival (Muffest) 2023

Muslim Fashion Festival Muffest 2023: Rangkaian Acara, Harga Tiket, dan Cara Mendapatkan Tiketnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8634 shares
    Share 3454 Tweet 2159
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3886 shares
    Share 1554 Tweet 972
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2210 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11437 shares
    Share 4575 Tweet 2859
  • Apa itu Liqo? Pentingkah untuk Diikuti?

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3407 shares
    Share 1363 Tweet 852
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2306 shares
    Share 922 Tweet 577
  • Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1392 shares
    Share 557 Tweet 348
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga