• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pranikah

Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

11/10/2021
in Pranikah, Unggulan
Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

Foto: Pixabay

1k
SHARES
8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Pernikahan dalam perspektif psikologi adalah kebutuhan dasar manusia. Di dalam pernikahan terkandung pemenuhan sandang, papan, pangan, seksual, cinta dan kasih sayang. Bila kebutuhan dasar terpenuhi manusia akan mencapai hidup yang bermakna dan ia akan lebih mudah memenuhi kebutuhan tambahan lainnya.

Dalam buku Psikologi Pernikahan karya Muhammad Iqbal, Ph.d. seseorang yang melalui kehidupan harmonis dalam pernikahan mengaku bahwa hidupnya lebih tentram, teratur, dan bahagia sejak menikah.

Perjuangannya mencari nafkah menjadi sangat berharga sehingga ia bersemangat dalam bekerja. Padahal, saat sendiri ia selalu merasa kesepian, dan uang yang ia peroleh tidak pernah jelas dihabiskan untuk apa karena selalu dipakai untuk berfoya-foya.

Baca Juga: Seluk Beluk Pernikahan Antar Budaya

Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

Sebelum menikah, hatinya juga selalu gelisah dan cemas menghadapi masa depan. Setelah menikah dan memiliki anak, hidupnya menjadi lebih bermakna dan bahagia karena bertabur cinta dan kasih sayang.

Menurut Ahli Psikologi Perkembangan, Hurlock (1980), pernikahan merupakan periode individu belajar hidup bersama sebagai suami istri membentuk suatu keluarga, membesarkan anak-anak dan mengelola sebuah rumah tangga.

Jika tugas ini dapat diselesaikan dengan baik, masih menurut Hurlock, maka akan membawa kebahagian bagi individu tersebut. Akan tetapi tugas tersebut tidaklah mudah untuk dilalui pasangan suami istri karena banyak hal yang harus dihadapi setelah menikah. Antara lain, pengelolaan keuangan rumah tangga, membina komunikasi yang baik keluarga, mendidik anak dan lain-lain.

Maka bukanlah hal yang aneh jika dalam pernikahan akan bertemu dengan permasalahan. Karena pernikahan sendiri bermakna menyatukan dua orang yang berbeda secara fisik dan psikologis. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang perlu melalui proses adaptasi dan saling memahami.

Belum lagi latar belakang keluarga, sosial, budaya, pendidikan, pola asuh dan lainnya tak jarang memicu konflik jika masing-masing tidak mau saling belajar memahami untuk hidup bersama. Hal ini harus dipahami secara bijaksana, bahwa tiap individu memiliki kekurangan.

Pernikahan dalam hal ini ibarat bangunan. Jika bangunan tersebut dibangun dengan perencanaan yang baik dan matang, bangunan tersebut akan kuat dan kokoh. Oleh karena itu sebelum membangun sebuah bangunan diperlukan fondasi yang kuat.

Dalam pernikahan, fondasi tersebut adalah agama, niat, dan keikhlasan menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kelemahannya. [Ln]

Tags: Pernikahan dalam Perspektif Psikologi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perang Saudara Bukan Jalan Jihad Abdullah Bin Umar

Next Post

Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Next Post
Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Foto: Pexels/Pixabay

Belajar dari Didikan Orang Tua Sang Pembebas Konstatinopel, Muhammad Al Fatih

Sabar di Kala Musibah Datang

Sabar di Kala Musibah Datang

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    360 shares
    Share 144 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11481 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga