DOA adalah cara agar Allah mengabulkan permintaan kita. Lebih mujarab lagi jika di-‘bantu’ dengan amal baik yang pernah dilakukan: berwasilah dengan amal.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang tiga orang yang terjebak dalam gua. Tiga orang itu hidup di masa sebelum Rasulullah dan ketiganya merupakan orang soleh.
Ada tiga orang yang terpaksa bermalam di sebuah gua. Di luar dugaan, ada batu besar yang tiba-tiba menggelinding dan menutup pintu gua. Ketiganya tidak bisa keluar.
“Tidak ada yang bisa menyelamatkan kita kecuali berdoa kepada Allah dan menyebutkan amal baik yang pernah kita lakukan,” ucapan salah seorang dari mereka.
Salah seorang dari mereka pun mulai berdoa…
“Ya Allah, aku punya ayah ibu yang sudah tua. Setiap malam, aku berikan susu hasil perahan tanganku. Dan aku tidak akan memberikan susu ke siapa pun termasuk istri dan anakku, kecuali setelah ayah ibuku meminumnya.
“Suatu hari, aku mencari kayu terlalu jauh sehingga membuatku pulang lebih malam. Aku perahkan susu untuk keduanya. Tapi, mereka sudah tertidur pulas.
“Aku menunggunya hingga waktu Subuh. Dan susu itu tak kuberikan ke siapa pun kecuali setelah keduanya meminumnya.
“Ya Allah, sekiranya amal baikku itu semata-mata karena ikhlas pada-Mu, bukakanlah pintu gua ini,” ungkap orang yang pertama.
Batu besar itu pun bergeser, tapi pintu gua masih belum cukup untuk mereka lalui.
Kini, giliran orang yang kedua berdoa…
“Ya Allah, aku pernah mencintai putri pamanku. Tapi, ia menolak. Waktu pun berlalu. Ia tiba-tiba mendatangiku karena sedang membutuhkan uang.
“Aku berjanji akan memberikannya uang 120 dinar asal ia mau ‘tidur’ bersamaku. Dan ia menyanggupinya. Setelah ia jawab mau, uang itu pun aku berikan.
“Tapi, ketika hampir saja perbuatan mesum itu terjadi, ia mengatakan: ambillah dengan cara yang halal. Aku pun tersentak karena tersadar akan kesalahanku. Aku langsung meninggalkannya bersama uang yang telah aku berikan.
“Ya Allah, sekiranya amal baikku itu semata-mata karena ikhlas pada-Mu, bukakanlah pintu gua ini,” ucap orang yang kedua itu.
Batu besar itu pun bergeser, tapi pintu gua masih belum cukup untuk mereka lalui.
Giliran orang yang ketiga berdoa…
“Ya Allah, aku memiliki beberapa pegawai. Suatu kali, aku membayarkan gaji mereka, kecuali satu orang yang pergi entah kemana. Gajinya itu aku kembangkan sehingga menghasilkan banyak ternak.
“Suatu hari, ia datang dan meminta gajinya. Aku tunjukkan sejumlah hewan ternak bahwa itulah semua gajinya yang belum ia ambil.
“Ia tidak percaya. Ia mengatakan: jangan bercanda! Tapi setelah paham, ia pun membawa semua hewan ternak itu.
“Ya Allah, sekiranya amal baikku itu semata-mata karena ikhlas pada-Mu, bukakanlah pintu gua ini,” ucap orang yang ketiga itu.
Batu besar itu pun bergeser, pintu gua terbuka lebih lebar. Dan akhirnya, ketiganya bisa keluar dari gua.
**
Kejadian atau keadaan yang tidak kita inginkan bisa datang kapan dan di mana saja. Saat itulah kita menjadi tak berdaya.
Bersyukurlah jika kita punya amal baik yang bisa menjadi ‘wasilah’ diterimanya doa kita. Cobalah ingat-ingat lagi, adakah amal baik yang luar biasa yang pernah kita perbuat.
Kalau belum ada, segeralah lakukan, sebelum kita meminta kepada Allah dan berwasilah dengan amal baik itu. [Mh]





