• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 19 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Sampah Emosi

08/06/2026
in Parenting, Unggulan
Empat Cara Memotivasi Anak yang Seringkali Tidak Disadari Ortu

(foto: pixabay)

106
SHARES
813
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAGAIMANA mencegah trauma pada anak? Bukankah lebih baik dicegah sejak dini daripada menjadi sampah emosi saat mereka dewasa?

Pegiat Parenting dan Motivator dari Rumah Pintar Aisha Randy Ariyanto W. mengatakan bahwa memang benar sekali, trauma yang dialami anak saat mereka masih kecil, begitu juga dengan kesedihan, kekecewaan dan kemarahan yang mereka rasakan sejak kecil akan berdampak pada kehidupan mereka saat mereka sudah dewasa.

Baca Juga: 5 Dimensi Hubungan manusia dan Bagaimana Agar Tidak Kehilangan Diri di Dalamnya

Sampah Emosi

Misalnya nih, ada sebuah cerita, saat ia masih kecil dulu. Anak ini sering kali ditakut-takuti oleh orang tuanya. Kalau orang tuanya sedang marah, orang tuanya mengancam akan membawanya ke dokter agar disuntik.

Orang tuanya juga sering mengurungnya dalam kamar kosong dalam kondisi gelap juga seringkali memarahi, memukul anak ini di depan teman-temannya saat ia bermain.

Kadang anak ini dibawa ke kamar mandi dan diguyur kepalanya. Semua peristiwa yang ia alami sewaktu kecil ternyata berimbas saat ia dewasa.

Anak ini tumbuh dewasa dan selanjutnya mengalami ketakutan yang berlebihan khususnya ketakutan pada jarum suntik kemudian ketakutannya meluas menjadi takut pada dokter dan rumah sakit.

Bahkan ketakutannya semakin dominan, semakin meluas dan bisa menjadi penyakit mental. Apa yang ia alami sewaktu kecil menjadi trauma saat ia beranjak dewasa.

Baca Juga: Cara Mengobati Trauma Anak Korban Kekerasan

Cara Terapi agar Anak Tidak Trauma

Lalu bagaimana terapinya saat anak masih kecil. Terapinya lebih mudah daripada saat mereka sudah dewasa yakni orang tua meminta maaf kepada anak.

Coba deh, Ayah dan Bunda ngobrol santai dan penuh kehangatan dengan anak. Lalu minta anak untuk menceritakan peristiwa apa yang menyebabkan anak sampai saat ini merasa sedih, takut, kecewa, kesal dan marah kepada kedua orang tuanya.

Boleh juga anak menuliskan di kertas atau anak langsung mengungkapkan perasaannya kepada kedua orang tuanya. Nah, tugas orang tua adalah mendengarkan dengan empati.

Orang tua tidak boleh mengelak dan membantah, orang tua hanya mendengarkan dengan empati. Setelah anak selesai mengungkapkan perasaannya, menceritakan kekesalan dan kesedihan mereka selama ini maka orang tua meminta maaf kepada anak.

“Nak, Ayah dan Bunda sekarang baru paham, ternyata peristiwa itu membuat kamu marah kepada Ayah, lalu yang peristiwa tadi membuat kamu sedih ya Nak.

“Maafkan Ayah dan Bunda ya Nak. Ayah dan Bunda tidak bermaksud membuatmu sedih, membuatmu marah. Ayah dan Bunda juga tidak bermaksud menyakiti perasaan Kakak.

“Ayah, Bunda sayang sekali sama Kakak. Insha Allah, Ayah dan Bunda akan berusaha menjadi orang tua yang lebih baik lagi. Kakak sudah memaafkan Ayah dan Bunda kan”.

Lalu peluk anak, tunjukkan bahwa Ayah, Bunda benar-benar tulus meminta maaf dan tunjukkan kalau Ayah Bunda benar-benar menyayanginya.

Insha Allah, jika anak sudah lega perasaannya maka tidak akan menimbulkan sampah emosi. Seseorang yang masih menyimpan sampah emosi, maka hal itu berdampak tidak baik bagi kehidupannya di masa depan.

Baca Juga: Mengenal Anger Release

Melepaskan Gendongan Sampah Emosi

Dengan keikhlasan, Ayah Bunda meminta maaf kepada anak, insha Allah akan melepaskan gendongan sampah emosi pada anak.

Maksud dari menggendong sampah emosi itu apa sih? Sederhananya seperti ini, coba Ayah, Bunda mengingat sebuah kejadian buruk masa lalu.

Saat Ayah, Bunda mengingatnya, apakah Ayah, Bunda masih terbawa emosi misalnya sedih banget, kesal banget, benci, marah, takut.

Jika saat mengingat atau menceritakan sebuah peristiwa buruk masa lalu, kemudian emosi-emosi tadi muncul maka, Ayah Bunda masih menyimpan sampah emosi.

Namun, jika Ayah Bunda menceritakan sebuah kejadian buruk masa lalu, tanpa ada perasaan-perasaan sedih, marah, benci, kesal maka Ayah Bunda sudah membuang sampah emosinya.

Jadi silakan Ayah, Bunda membuat sebuah program cleaning sampah emosi pada anak, dengan cara meminta anak untuk menceritakan peristiwa yang membuat mereka merasa sedih, kecewa, trauma, takut, marah, kesal lalu orang tua minta maaf kepada anak dengan sebenar-benarnya maaf.

Lebih baik lagi jika dijadikan program rutin minimal sebulan sekali, idealnya dilakukan di waktu malam sebelum tidur. Semoga sampah emosi ini bisa kita singkirkan.[ind]

Tags: mengelola sampah emosiMengenal Anger Releasesampah emosi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengapa Kacang Kapri Bermanfaat untuk Kesehatan? Ini Alasannya!

Next Post

Berikut Beberapa Cara Membuat Masker Wajah dari Buah Bit

Next Post
Berikut Beberapa Cara Membuat Masker Wajah dari Buah Bit

Berikut Beberapa Cara Membuat Masker Wajah dari Buah Bit

Saya Sibuk Tidak Punya Waktu untuk Belajar Agama

5 Cara Meringankan Beban Ibu Pekerja

Kajian Akbar Bertema Langkah Baik Bersama Muslim Pro dan Maybank Indonesia Digelar Secara Gratis

Kajian Akbar Bertema Langkah Baik Bersama Muslim Pro dan Maybank Indonesia Digelar Secara Gratis

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8908 shares
    Share 3563 Tweet 2227
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11595 shares
    Share 4638 Tweet 2899
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3480 shares
    Share 1392 Tweet 870
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1102 shares
    Share 441 Tweet 276
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4688 shares
    Share 1875 Tweet 1172
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4013 shares
    Share 1605 Tweet 1003
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2366 shares
    Share 946 Tweet 592
  • PC Salimah Jonggol Isi Materi MPLS di SMA Negeri 3 Jonggol, Tekankan Pentingnya Rasa Syukur

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Nabi Musa Mencari Cara Mengambil Hak dari Orang Kuat

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    291 shares
    Share 116 Tweet 73
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga