• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 13 Mei, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mengenal Anger Release

Oktober 11, 2024
in Parenting, Unggulan
Mengenal Anger Release

(foto: everypixel/depositphotos)

100
SHARES
773
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
ADVERTISEMENT

ANGER Release yaitu kemarahan yang dinetralkan/dilepaskan. Saat kita sudah menguasai, mengontrol, dan mengendalikan kemarahan, itu sudah sangat bagus.

Akan tetapi, kadangkala kita bisa mengontrol rasa marah sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang negatif bagi orang lain.

Namun peristiwa yang membuat kita jengkel dan marah itu tentunya tersimpan dengan membawa sampah emosi.

Sampah emosi ini perlu dibersihkan. Jika tidak, maka penumpukan sampah emosi akan membawa kita menjadi tipe anger-in.

Memang betul, kita tidak bisa melupakan peristiwanya. Peristiwa itu pasti tersimpan dalam pikiran kita. Kita memang sulit menghapus peristiwanya tetapi kita bisa membuang sampah emosinya.

Contoh sederhananya seperti ini, saat kita mengingat sebuah peristiwa yang membuat kita marah, coba perhatikan diri kita kalau saat kita mengingat peristiwa itu, diri kita masih jengkel, marah, benci maka kita masih menyimpan sampah emosi.

Sebaliknya jika saat kita mengingat peristiwa yang sama, namun sudah tidak ada lagi kejengkelan, kemarahan, kebencian berarti kita sudah berhasil membuang sampah emosi.

Contoh yang lain, saat kita mengakses sebuah peristiwa yang menyedihkan lalu kita masih hanyut dalam kesedihan itu (misalnya orang tua yang meninggal, pasangan meninggal, anak meninggal, perceraian, kekerasan rumah tangga, di-bully yang membuat trauma dll), artinya kita masih menyimpan sampah emosi.

Sampah emosi itu harus dilepas dan dikeluarkan agar tidak menumpuk dan berdampak menjadi penyakit fisik dan psikis. Lalu bagaimana caranya?

Baca Juga: Mengenal Anger-In, Kemarahan yang Disimpan dalam Hati

Cara Mengeluarkan Sampah Emosi

Ho’oponopono

Caranya dengan memvisualisasikan sebuah kejadian yang tidak menyenangkan yang pernah kita alami. Sambil membayangkan, kita mengatakan: Aku Mengasihimu, Aku Menyesal, Maafkan Aku, Terima Kasih.

Terus saja bayangkan peristiwanya dan terus katakan kalimat tadi. Jika kita harus menangis jangan ditahan, menangislah. Jika dada kita sudah mulai sesak, beristighfarlah.

Lakukan teknik ini pada setiap peristiwa yang membawa sampah emosi.

Tapping

Metode tapping dalam melepaskan emosi negatif cukup efektif dan terbukti banyak yang berhasil.

Tapping ini adalah ketukan yang dilakukan oleh kedua jari (jari telunjuk dan jari tengah) ke beberapa titik kunci dalam tubuh.

Cobalah browsing via youtube agar bisa dipahami atau bisa ikut dalam pelatihan metode EFT atau SEFT agar lebih maksimal mempraktikkannya.

Teknik buang foto

Cara menetralkan kenangan buruk masa lalu yakni dengan membayangkan kejadian buruk masa lalu dengan melibatkan perasaan, misalnya kenangan yang membuat kita marah, sedih, benci, takut, cemas.

Bayangkan dengan begitu jelas kenangan itu, lalu seolah-olah kenangan itu menjadi sebuah foto. Lalu, kita mengambil foto kenangan itu kemudian simpan di brankas dan kunci brankas itu.

Atau kita ambil foto itu, lalu remas-remas kemudian buang di tempat sampah, atau bisa kita bakar foto kenangan itu.

Setelah kita “cleaning” kenangan-kenangan buruk itu, coba sekarang kembali diingat.

Insya Allah, kita akan sulit mengingat kenangan tersebut, artinya kenangan itu sudah kita buang dalam file-file alam bawah sadar kita. Atau masih teringat namun, emosi saat kembali mengingat itu sudah semakin netral.

Artinya, rasa marah, rasa sedih, rasa benci, rasa takut sudah mulai berkurang. Lakukan terus setiap kenangan buruk itu muncul.

Dengan teknik ini, Insya Allah, kita akan bisa menghilangkan kenangan-kenangan ini atau setidaknya menetralkan kenangan-kenangan ini (yakni meskipun ingat, namun emosi kita netral/tidak marah, tidak benci/tidak takut/tidak sedih).[ind]

Tags: Mengenal Anger Release
Previous Post

Pecel dan Ketoprak Masuk ke Dalam Deretan Salad Terbaik di Dunia

Next Post

Jaryana Rayyan, Siswa JISc yang Meraih Prestasi pada Ajang Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia

Next Post
Jaryana Rayyan, Siswa JISc yang Meraih Prestasi pada Ajang Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia

Jaryana Rayyan, Siswa JISc yang Meraih Prestasi pada Ajang Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia

Israel Menyerang Lebih dari 100 Petugas Medis Lebanon

Israel Menyerang Lebih dari 100 Petugas Medis Lebanon

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati sesuai Ajaran Islam

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati sesuai Ajaran Islam

.:: TERPOPULER

Chanelmuslim.com

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2022 ChanelMuslim - Media Pendidikan dan Keluarga