• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 22 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Mengenal Anger Release

01/09/2026
in Parenting, Unggulan
Mengenal Anger Release

(foto: everypixel/depositphotos)

111
SHARES
851
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ANGER Release yaitu kemarahan yang dinetralkan/dilepaskan. Saat kita sudah menguasai, mengontrol, dan mengendalikan kemarahan, itu sudah sangat bagus.

Akan tetapi, kadangkala kita bisa mengontrol rasa marah sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang negatif bagi orang lain.

Namun peristiwa yang membuat kita jengkel dan marah itu tentunya tersimpan dengan membawa sampah emosi.

Sampah emosi ini perlu dibersihkan. Jika tidak, maka penumpukan sampah emosi akan membawa kita menjadi tipe anger-in.

Memang betul, kita tidak bisa melupakan peristiwanya. Peristiwa itu pasti tersimpan dalam pikiran kita. Kita memang sulit menghapus peristiwanya tetapi kita bisa membuang sampah emosinya.

Contoh sederhananya seperti ini, saat kita mengingat sebuah peristiwa yang membuat kita marah, coba perhatikan diri kita kalau saat kita mengingat peristiwa itu, diri kita masih jengkel, marah, benci maka kita masih menyimpan sampah emosi.

Sebaliknya jika saat kita mengingat peristiwa yang sama, namun sudah tidak ada lagi kejengkelan, kemarahan, kebencian berarti kita sudah berhasil membuang sampah emosi.

Contoh yang lain, saat kita mengakses sebuah peristiwa yang menyedihkan lalu kita masih hanyut dalam kesedihan itu (misalnya orang tua yang meninggal, pasangan meninggal, anak meninggal, perceraian, kekerasan rumah tangga, di-bully yang membuat trauma dll), artinya kita masih menyimpan sampah emosi.

Sampah emosi itu harus dilepas dan dikeluarkan agar tidak menumpuk dan berdampak menjadi penyakit fisik dan psikis. Lalu bagaimana caranya?

Baca Juga: Mengenal Anger-In, Kemarahan yang Disimpan dalam Hati

Cara Mengeluarkan Sampah Emosi

Ho’oponopono

Caranya dengan memvisualisasikan sebuah kejadian yang tidak menyenangkan yang pernah kita alami. Sambil membayangkan, kita mengatakan: Aku Mengasihimu, Aku Menyesal, Maafkan Aku, Terima Kasih.

Terus saja bayangkan peristiwanya dan terus katakan kalimat tadi. Jika kita harus menangis jangan ditahan, menangislah. Jika dada kita sudah mulai sesak, beristighfarlah.

Lakukan teknik ini pada setiap peristiwa yang membawa sampah emosi.

Tapping

Metode tapping dalam melepaskan emosi negatif cukup efektif dan terbukti banyak yang berhasil.

Tapping ini adalah ketukan yang dilakukan oleh kedua jari (jari telunjuk dan jari tengah) ke beberapa titik kunci dalam tubuh.

Cobalah browsing via youtube agar bisa dipahami atau bisa ikut dalam pelatihan metode EFT atau SEFT agar lebih maksimal mempraktikkannya.

Teknik buang foto

Cara menetralkan kenangan buruk masa lalu yakni dengan membayangkan kejadian buruk masa lalu dengan melibatkan perasaan, misalnya kenangan yang membuat kita marah, sedih, benci, takut, cemas.

Bayangkan dengan begitu jelas kenangan itu, lalu seolah-olah kenangan itu menjadi sebuah foto. Lalu, kita mengambil foto kenangan itu kemudian simpan di brankas dan kunci brankas itu.

Atau kita ambil foto itu, lalu remas-remas kemudian buang di tempat sampah, atau bisa kita bakar foto kenangan itu.

Setelah kita “cleaning” kenangan-kenangan buruk itu, coba sekarang kembali diingat.

Insya Allah, kita akan sulit mengingat kenangan tersebut, artinya kenangan itu sudah kita buang dalam file-file alam bawah sadar kita. Atau masih teringat namun, emosi saat kembali mengingat itu sudah semakin netral.

Artinya, rasa marah, rasa sedih, rasa benci, rasa takut sudah mulai berkurang. Lakukan terus setiap kenangan buruk itu muncul.

Dengan teknik ini, Insya Allah, kita akan bisa menghilangkan kenangan-kenangan ini atau setidaknya menetralkan kenangan-kenangan ini (yakni meskipun ingat, namun emosi kita netral/tidak marah, tidak benci/tidak takut/tidak sedih).[ind]

Tags: Mengenal Anger Release
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Meneladani Rasulullah Dimulai dari Rumah

Next Post

Kolagen jadi Protein Penting dalam Struktur dan Elastisitas Kulit

Next Post
Kolagen jadi Protein Penting dalam Struktur dan Elastisitas Kulit

Kolagen jadi Protein Penting dalam Struktur dan Elastisitas Kulit

Menghina Allah dalam Hati

Menghina Allah dalam Hati

5 Objek Wisata Pantai dengan Pemandangan Indah di Jawa Tengah

5 Objek Wisata Pantai dengan Pemandangan Indah di Jawa Tengah

  • Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    Roemah Kebaya Vielga Hadirkan Koleksi Janggan Noir Sebagai Kebaya Modern untuk Segala Aktivitas

    152 shares
    Share 61 Tweet 38
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9377 shares
    Share 3751 Tweet 2344
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Ular dan Penampakan Jin

    537 shares
    Share 215 Tweet 134
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4243 shares
    Share 1697 Tweet 1061
  • Rahasia Memilih Moisturizer untuk Kulit Berminyak

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11780 shares
    Share 4712 Tweet 2945
  • Eko Tjandra Hadirkan Koleksi Skyline dengan Model Plus Size, Bawa Pesan Empowering Woman

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    225 shares
    Share 90 Tweet 56
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga