DALAM sejumlah pandangan keagamaan, penyusuan dipandang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan perilaku anak di masa depan.
Penyusuan, baik yang dilakukan oleh ibu kandung maupun perempuan lain sebagai ibu susu, diyakini dapat memengaruhi sifat dan kecenderungan anak yang disusui.
Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih perempuan yang menyusui anak dianggap sebagai hal yang penting.
Dikutip dari buku Pendidikan Seks untuk Anak dalam Islam yang ditulis oleh Yusuf Madani, beberapa pandangan menyebutkan bahwa pengaruh penyusuan bersifat mendalam dan sulit dihindari, karena air susu dipandang sebagai sarana penyaluran sifat-sifat tertentu dari perempuan yang menyusui kepada anak.
Pengaruh tersebut dapat bersifat positif maupun negatif, tergantung pada kondisi moral, mental, dan perilaku ibu susu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dalam konteks ini, penyusuan dikaitkan dengan kemungkinan terbentuknya berbagai karakter, termasuk kecenderungan penyimpangan perilaku di kemudian hari.
Sejumlah riwayat dalam tradisi Islam menekankan pentingnya kesucian dan kelayakan perempuan yang menyusui.
Dalam beberapa hadis yang dinisbatkan kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, umat dianjurkan untuk menghindari penyusuan dari perempuan yang dianggap memiliki perilaku menyimpang atau gangguan akal, dengan alasan bahwa air susu dipandang membawa pengaruh terhadap watak anak.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh para imam dalam tradisi Islam, yang menekankan bahwa penyusuan dapat memengaruhi karakter dan kepribadian.
Pandangan Islam tentang Pengaruh Penyusuan terhadap Pembentukan Karakter Anak
Baca juga: Sifat Orang Tua Memengaruhi Penyimpangan Seksual pada Anak
Beberapa tokoh menyamakan kehati-hatian dalam memilih ibu susu dengan kehati-hatian dalam memilih pasangan hidup.
Dalam riwayat lain, terdapat larangan menyusukan anak kepada perempuan yang terlibat dalam perbuatan yang dianggap haram, seperti perzinaan atau kebiasaan mengonsumsi minuman keras, dengan tujuan menjaga anak dari pengaruh negatif yang diyakini dapat ditularkan melalui air susu.
Secara keseluruhan, pandangan-pandangan tersebut menunjukkan bahwa dalam perspektif keagamaan tertentu, penyusuan tidak hanya dipahami sebagai proses biologis, tetapi juga sebagai aktivitas yang memiliki dimensi moral dan spiritual yang diyakini berpengaruh terhadap perkembangan anak.[Sdz]





