KECERDASAN anak merupakan hasil dari berbagai faktor, seperti genetik, lingkungan, pendidikan, serta asupan gizi.
Salah satu jenis makanan yang sering dikaitkan dengan perkembangan otak adalah ikan.
Dikutip dari buku Aneka Makanan Minuman untuk Mencerdaskan Otak Bayi karya Anidya Kedasih, ikan dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam pembentukan dan fungsi otak, mata, serta sistem saraf pusat.
Omega-3 terdiri atas dua komponen utama, yaitu eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA).
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
DHA khususnya dibutuhkan dalam jumlah cukup selama masa kehamilan dan menyusui karena berperan dalam perkembangan kognitif anak.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi ikan secara teratur selama hamil dan menyusui cenderung memiliki anak dengan kemampuan memori dan kinerja kognitif yang lebih baik, terutama pada usia dini hingga sekitar tiga tahun.
Selain mendukung fungsi otak, konsumsi ikan juga dikaitkan dengan manfaat kesehatan lain, seperti menurunkan risiko penyakit jantung.
Peran Konsumsi Ikan dalam Mendukung Perkembangan Kecerdasan Anak
Meskipun demikian, para ahli menegaskan bahwa belum terdapat bukti tunggal yang sepenuhnya menyimpulkan bahwa makan ikan secara langsung dapat meningkatkan kecerdasan anak.
Oleh karena itu, konsumsi ikan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan sebagai satu-satunya penentu kecerdasan.
Dalam memilih ikan, perlu diperhatikan jenis dan jumlah konsumsinya.
Ikan yang kaya omega-3 dan relatif aman dikonsumsi antara lain salmon, hering, dan cod.
Baca juga: Pengaruh Keharmonisan Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak
Sebaliknya, ikan seperti hiu dan ikan pedang sebaiknya dihindari karena berpotensi mengandung merkuri yang bersifat neurotoksik dan berbahaya bagi perkembangan saraf janin maupun bayi.
Selain ikan, omega-3 juga dapat diperoleh dari sumber lain, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayuran, serta minyak nabati tertentu.
Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan omega-3 dapat dilakukan melalui beragam pilihan makanan yang aman dan bergizi sebagai bagian dari pola hidup sehat.[Sdz]





