PENDIDIKAN anak perempuan memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter dan tatanan sosial.
Dalam perspektif Islam, anak perempuan dipandang sebagai amanah yang harus dijaga kehormatan, akhlak, dan fitrahnya agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang memberi ketenangan dan kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Oleh karena itu, pola pengasuhan yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu upaya preventif dalam menjaga moral dan identitas diri anak perempuan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dikutip dari Fatherman, salah satu aspek pendidikan anak perempuan yang ditekankan adalah pembiasaan mencintai rumah sebagai pusat aktivitas utama. Rumah diposisikan sebagai tempat aman untuk beribadah, belajar, dan membangun kepribadian. Dalam QS. Al-Ahzab ayat 33, disebutkan anjuran bagi perempuan untuk menjaga diri dan kehormatannya, yang oleh sebagian ulama dipahami sebagai pentingnya menjadikan rumah sebagai ruang utama pembinaan spiritual dan moral.
Aspek kedua adalah pendidikan ketaatan kepada ayah sebagai figur otoritas dalam keluarga. Ketaatan ini dipahami bukan sebagai penindasan, melainkan sebagai proses pembelajaran adab, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap kepemimpinan.
Ketika Rumah Menjadi Benteng Terkuat Anak Perempuan
Nilai ini juga dipersiapkan sebagai bekal peran anak perempuan di masa depan, khususnya ketika ia memasuki kehidupan berumah tangga, sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi.
Aspek ketiga berkaitan dengan pembinaan etika ketika berada di ruang publik, termasuk menjaga aurat dan sikap.
Islam memberikan panduan agar perempuan berpakaian sopan dan menghindari hal-hal yang dapat menarik perhatian berlebihan, termasuk penggunaan parfum yang menyengat saat keluar rumah, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud.
Baca juga: Cara Komunikasi Efektif dengan Anak Perempuan dan Laki-laki
Secara keseluruhan, pendidikan anak perempuan dalam Islam menekankan keseimbangan antara penjagaan kehormatan, pembentukan akhlak, dan penguatan spiritual.
Upaya ini tidak hanya bertujuan melindungi anak dari pengaruh negatif, tetapi juga membentuk pribadi yang lembut, beradab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.[Sdz]





