• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 16 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Jangan Jadikan Anakmu Generasi Stroberi

14/02/2025
in Parenting, Unggulan
Jangan Jadikan Anakmu Generasi Stroberi

foto:pinterest

76
SHARES
586
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

WAHAI orang tua, jangan jadikan anakmu generasi.

Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku

Lagu ciptaan Pak Soerjono (Pak Kasur) ini tentu akrab dengan anak anak yang sekarang sudah berusia 40 tahun keatas.

Lagu bernada ceria ini tidak hanya membangkitkan suasana kegembiraan tetapi juga membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab.

Urutan apa yang harus dikerjakan setelah bangun dari tidur mengajarkan bagaimana memanajemen waktu dan pekerjaan serta tanggung jawab bersama dalam suatu kelompok (rumah tangga).

Orang orang yang sekarang berumur 50 tahunan dan sekarang memuncaki dunia politik dan ekonomi adalah yang dulu, saat anak anak pernah mengalami mendapatkan tugas dan tanggung jawab mengerjakan pekerjaan rumah di rumahnya.

Ada yang kebagian ngangsu (menimba air) ngisi bak mandi, menyapu rumah dan halaman atau membantu ibu memasak atau mencuci piring di dapur dan sebagainya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Menurut sebuah penelitian, memberikan tanggung jawab kepada anak untuk mengerjakan pekerjaan rumah dapat membantu anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, pandai memanaj dan percaya diri.

Orang yang memilik rasa tanggung jawab, mandiri, percaya diri dan pandai dalam komunikasi serta bekerja kelompok cenderung lebih sukses dalam akademik dan karir profesional dunia kerja.

Sementara itu dalam beberapa waktu terakhir banyak dibahas tentang Gen-Z yang dikeluhkan dan kurang diterima didunia kerja

Hal ini terkait dengan pandangan bahwa Gen Z sering dianggap mudah tersinggung dan memiliki kepercayaan diri berlebih.

Selain itu, Gen Z dinilai memiliki etos kerja yang lemah, kurang terampil dalam berkomunikasi, sulit menerima umpan balik, dan secara keseluruhan dianggap belum siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

Akhirnya muncul istilah Generasi stroberi untuk menggambarkan generasi muda (Gen-Z) yang memiliki potensi besar, tetapi mudah tertekan dan gampang menyerah.

Jangan Jadikan Anakmu Generasi Stroberi

Penyebabnya disamping karena kemajuan teknologi, perubahan sosial dan sosial pola asuh yang terlalu melindungi anak.

Orang tua yang terlalu melindungi anaknya tidak sadar bahwa itu akan menyebabkan anaknya tidak mandiri, tidak tahan banting, tidak biasa mencari solusi sendiri dan tidak sadar bahwa hidup itu nantinya adalah persaingan memperebutkan sumberdaya.

Bila dimasa sekolah, orang tua bisa memesankan kepada gurunya agar kalau menegur atau menyuruh anaknya dengan cara begini dan begini karena sifat anaknya begitu dan begitu.

Maka di dunia kerja, orang tua tidak bisa memberikan pedan kepada pewawancara kerja agar mewancarai anaknya begini begini.

Baca juga: Menyikapi Karakter Gen Z

Atau ketika sudah besar, berpesan kepada teman teman nya agar memperlakukan begini begini.

Banyaknya orang tua yang melaporkan guru anaknya ke polisi mungkin salah satunya karena pola asuh orang tua yang terlalu melindungi anaknya.

Dan akibatnya guru malas (takut) menegur anak atau siswanya serta sebaliknya siswa semakin pecicilan dan melawan gurunya.

Orang tua selalu berpikir bagaimana caranya agar anaknya ridak jatuh. Tapi tidak berpikir bagaimana caranya berdiri, bangun setelah jatuh.

Padahal jatuh adalah sebuah keniscayaan bagi yang berdiri atau berjalan.

Memberikan pekerjaan rumah kepada anak memiliki banyak manfaat, di antaranya:

Menumbuhkan rasa tanggung jawab: Anak akan merasa bertanggung jawab atas pekerjaan yang sudah dikerjakannya.

Menumbuhkan rasa percaya diri: Anak akan merasa bangga ketika berhasil menyelesaikan pekerjaan yang dianggap sulit.

Melatih kemampuan motorik: Pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, dan mengelap jendela melibatkan gerakan dan koordinasi tubuh.

Melatih kerja sama: Anak akan belajar bahwa pekerjaan rumah akan lebih mudah dan cepat jika dikerjakan bersama-sama.

Menumbuhkan rasa empati: Anak akan belajar untuk peduli dan membantu orang lain.

Menumbuhkan rasa kepemilikan: Anak akan merasa bahwa pekerjaan rumah juga merupakan tanggung jawabnya.

Menumbuhkan rasa ketertiban: Anak akan terbiasa meletakkan barang pada tempatnya.

Mempererat hubungan orang tua dan anak: Anak bisa membantu meringankan pekerjaan orang tua.

Membantu anak belajar mandiri: Anak akan belajar untuk melakukan tugas-tugas tertentu tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.

Membantu anak belajar berkomunikasi: Anak bisa melatih kemampuan komunikasinya saat mengerjakan pekerjaan rumah.

Kita jangan lupa dengan dengan ujaran bikak nenek moyang kita yang orang pelaut, “Pelaut ulung tidak dilahirkan dilaut yang tenang (apalagi kolam renang), tetapi lahir dari lautan yang penuh ombak dan badai”.[Sdz]

Sumber: Serambi Ilmu dan Faidah

Tags: Jangan Jadikan Anakmu Generasi Stroberi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kehancuran Penjajah Sudah Dekat

Next Post

Usia 54 Tahun

Next Post
Usia 54 Tahun

Usia 54 Tahun

Siswi SMK di Semarang Tewas Tertabrak Kereta Api

Siswi SMK di Semarang Tewas Tertabrak Kereta Api

Keppres RI Terbitkan Biaya Penyelenggaraan Haji pada 12 Februari 2025

Keppres RI Terbitkan Biaya Penyelenggaraan Haji pada 12 Februari 2025

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8658 shares
    Share 3463 Tweet 2165
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4421 shares
    Share 1768 Tweet 1105
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11453 shares
    Share 4581 Tweet 2863
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2220 shares
    Share 888 Tweet 555
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2231 shares
    Share 892 Tweet 558
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    286 shares
    Share 114 Tweet 72
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    247 shares
    Share 99 Tweet 62
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga