• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 1 Desember, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Anak Ibarat Bayang-Bayang Ranting

Januari 2, 2023
in Parenting
Anak Ibarat Bayang-Bayang Ranting

Foto: Pixabay

155
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERBICARA tentang keteladanan ini mari kita telaah perkataan Imam Al-Ghazali, “Dan kapankah bayang-bayang ranting bisa lurus jika rantingnya bengkok?”

Kalimat yang sederhana namun sangat dalam maknanya. Bayang-bayang akan selalu mengikuti bendanya. Lalu bagaimana bayang-bayang ranting bisa lurus jika rantingnya itu sendiri sudah bengkok.

Ini sama seperti bagaimana kita bisa melahirkan anak-anak yang shaleh jika kita tidak menshalehkan diri kita sendiri. Keshalihan orang tua adalah pokok yang utama dalam proses pendidikan ananda.

“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim).

Hadis di atas bermakna bahwa manusia difitrahkan (memiliki sifat pembawaan sejak lahir) dengan kuat di atas Islam. Akan tetapi, tentu harus ada pembelajaran Islam dengan perbuatan atau tindakan.Pembelajaran itu berasal dari keteladanan orangtua.

Orangtualah yang kemudian menjadikan anak-anaknya sebagai muslim sejati, yahudi, nasrani atau majusi.

Baca Juga: Ketahui Cara Deteksi Kecerdasan Anak yang Tepat

Anak Ibarat Bayang-Bayang Ranting

Untuk melahirkan anak-anak yang shaleh tidak cukup hanya dengan menitipkan mereka ke lembaga-lembaga pendidikan yang kita pikir bagus. Tidak juga cukup hanya dengan memanggil guru ngaji ke rumah.

Bagaimana bisa kita berharap anak-anak akan menjadi anak yang penyabar jika kita sendiri tidak sabaran. Bagaimana bisa kita menginginkan anak-anak shalat tepat waktu jika kita sendiri masih asyik dengan gadget saat adzan berkumandang.

Ayah Bunda mari kita menshalehkan diri agar kelak kita berkumpul bersama umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar seluruh keluarga berkumpul di surganya Allah.

Ada sepuluh hal yang perlu kita perhatikan agar kita mampu menjadi teladan bagi anak-anak:

1. Sabar.

Sabar dalam menghadapi tingkah polah anak-anak yang terkadang membuat kita pusing tujuh keliling. Sabar dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan kritis mereka. Sabar dalam memberikan perhatian kepada seluruh anggota keluarga.

2. Senantiasa bersifat penuh kasih dan tidak pilih kasih.

Memberi perhatian dan kasih sayang yang sama terhadap anggota keluarga.

3. Jujur.

Senantiasa berkata dan bersikap jujur karena kita selalu dalam pengamatan anak-anak. Mereka akan segera tahu dan merasa soal ketulusan dan kejujuran orangtuanya. Kejujuran ini juga merupakan sumber kebanggaan mereka kepada orangtuaya. Kejujuran orangtua akan menghasilkan anak taat.

4. Lembut dan santun.

Bersikap lembut kepada anak-anak tidak akan melunturkan wibawa. Kita tidak harus membentak-bentak atau bahkan memaki saat kita sedang kesal.

5. Tegas.

Memberi kasih sayang bukan berarti bersikap abai. Abai saat anak-anak berbuat kesalahan. Kita tetap harus bersikap tegas dan konsisten memberikan peringatan atau hukuman kepada anaka-anak jika mereka berbuat salah.

6. Konsisten dalam melakukan ibadah.

Selalu berusaha untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah. Konsisten beribadah akan memberikan keteladanan yang berbekas pada anak-anak dan akan menumbuhkan kecintaan pada diri anak pada Allah.

7. Berani meminta maaf.

Tidak sungkan meminta maaf ketika kita melakukan kesalahan. Hal ini akan membangun kepercayaan diri pada anak dan juga kepercayaan dirinya kepada orangtua. Anak merasa dihargai dan dianggap sebagai manusia.

8. Memberikan kesempatan untuk berbicara.

Orangtua tidak perlu mendominasi setiap pembicaraan. Ada saatnya kita perlu mendengarkan pendapat anak-anak tentang suatu hal. Hal ini kan membangkitkan gairah mereka untuk mengeksplorasi segala hal.

9. Mengayomi.

Memberikan rasa aman dan nyaman pada anak sehingga anak mempunyai tempat untuk mencurahkan kegelisahannya. Anak-anak mempunyai tempat untuk bersandar saat mereka lelah.

10. Bekerja keras.

Ketika orangtua mempunyai sifat yang ulet dan bekerja keras, anak-anak akan mampu menghormati orangtuanya.

Keteladanan orangtua merupakan oase kehidupan untuk ananda. Keteladanan orangtua memberikan gambaran nyata tentang akhlak seorang muslim sebenarnya. [My/Ln]

 

 

 

 

Tags: Anak Ibarat Bayang-Bayang Ranting
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Melepas Jilbab karena Takut Dipecat

Next Post

Paragon Tutup Tahun 2022 dengan 10 Penghargaan Bergengsi

Next Post
Paragon Tutup Tahun 2022 dengan 10 Penghargaan Bergengsi

Paragon Tutup Tahun 2022 dengan 10 Penghargaan Bergengsi

LAZ UCare Indonesia

Dengan Zakat Produktif, Keluarga Penerima Manfaat PKH Kota Bekasi Disiapkan Jadi Muzakki

Paris oh Paris

Aku Iri dengan Banyak Ibu Lainnya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7668 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    204 shares
    Share 82 Tweet 51
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Resep Seblak Mie Shirataki, Ide Olahan Menu Otentik untuk yang Sedang Diet

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Bahaya Kebiasaan Meminjam Helm

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Palestina Alquds Resto and Cafe, Tempat Makan Unik di Bogor dengan Hiasan Dinding Ornamen Masjidil Aqsha

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga