• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 14 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

10 Strategi Mendisiplinkan Anak yang Layak Diketahui Setiap Orang Tua

15/01/2026
in Parenting
Kegiatan Ngabuburit yang Seru Bersama Anak

(Foto: Pexels/Jessica West)

82
SHARES
628
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA sebuah strategi mendisiplinkan anak yang layak diketahui setiap orang tua. Perilaku positif lebih banyak diperhatikan daripada perilaku negatif.

Melalui metode disiplin positif, anak-anak dapat diajari cara mengendalikan diri dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Metode disiplin positif juga dapat digunakan untuk membuat anak-anak sadar bagaimana perilaku mereka dapat mempengaruhi mereka dan orang lain juga.

Baca Juga: Menggunakan Konsekuensi Alami dan Logis Sebagai Strategi Disiplin Anak

10 Strategi Mendisiplinkan Anak yang Layak Diketahui Setiap Orang Tua

Berikut adalah beberapa metode disiplin positif yang harus layak dicoba untuk mendisiplinkan anak:

1. Tidak Ada anak bandel, yang ada hanya perilaku buruk

Jika anak berperilaku buruk dengan memukul anak lain, alih-alih memanggilnya ‘bocah nakal atau nakal’, katakan padanya tindakannya itu tidak baik atau buruk.

Kita bisa dengan sopan mengatakan, “Kamu seharusnya tidak memukul orang lain. Segera meminta maaf ya, Mas.” Dengan cara ini anak akan belajar bahwa ia perlu mengubah perilakunya.

2. Tunjukkan padanya bagaimana bersikap yang baik

Jika kita melihat anak akan melakukan sesuatu yang salah, daripada hanya mengatakan, “Jangan lakukan itu!”, lebih baik mengatakan kepadanya apa yang harus ia lakukan. Ajari anak bagaimana bersikap dengan benar dengan menunjukkan kepadanya cara yang benar untuk bersikap.

3. Bersikap tegas tetapi berempati

Menunjukkan empati adalah cara yang bagus untuk membuat anak melihat jika kita memahami perasaannya, tetapi ia masih perlu berperilaku dengan cara yang benar. Misalnya, jika anak berkata, “Ia yang memulainya lebih dulu! Dia tidak mau berbagi bola.”Anda dapat menjawab dengan,”Ibu tahu kamu benar-benar ingin bermain bola dan dia tidak mau berbagi dengan kamu, tapi memukul bukanlah cara yang baik.”

Si kecil mungkin tidak bisa langsung mengikuti perkataan kita. Kita harus mengulanginya berkali-kali dengan sabar. Jika ingin mengubah perilaku anak menjadi baik, bersabarlah  dan jangan marah.

4. Kenalkan Time-Out

Time-out lebih seperti masa tenang bagi anak di mana ia dapat mengintrospeksi perilakunya (mis. Jika ia melakukan kesalahan).

Namun, sebagai orang tua, kita perlu mengingatkan bahwa waktu istirahat bukanlah hukuman. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan mengatur kursi di tempat terpencil di mana anak dapat duduk sebentar dan memikirkan kegiatan dan perilakunya. Jangan biarkan dia seperti ini selama lebih dari lima menit setiap kali time out.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

5. Tawarkan Pilihan

Menawarkan pilihan akan memberi anak perasaan jika ia bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya dan tidak akan membuatnya merasa jika kita mendikte dirinya apa yang harus dilakukan.

Jika anak memukul orang lain, kita dapat menawarkan dua pilihan. Misalnya, “Apakah kamu mau meminta maaf atau ingin istirahat (time out) sampai kamu tenang?”

6. Ubah kesalahan menjadi pelajaran

Jika anak mengambil mainan dari orang lain, kita juga bisa menggunakan pengalaman masa lalunya untuk membantunya memahami mengapa ia tidak boleh melakukannya.

Misalnya, kita bisa mengatakan, “Apakah kamu ingat waktu teman kamu mengambil mainan kamu? Kamu merasa sedih, bukan?

Ketika kamu mengambil sesuatu milik orang lain, akan membuat mereka merasakan hal yang sama.” Menggunakan pendekatan ini akan membantu anak memahami emosi teman bermainnya dan dia akan tumbuh menjadi orang yang baik dan penuh kasih sayang.

7. Tetapkan batas dan harapan

Jika anak suka bermain, itu bagus, tetapi orangtua harus menetapkan aturan tegas tentang waktu bermain. Misalnya, anak bisa bermain setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, atau dia bisa makan es krim setelah menghabiskan semua sayurannya.

8. Jangan memerintah

Daripada memerintahkan atau mendikte anak tentang apa yang harus dilakukan, Anda bisa belajar mengadopsi cara-cara baru untuk membuatnya melakukan apa yang Anda inginkan.

Misalnya, jika anak meninggalkan pakaiannya di tempat tidur tanpa melipatnya, kita selalu bisa bertanya, “Di mana kita seharusnya meletakkan pakaian kita ya?” Bukannya berkata, “Taruh pakaian kamu di lemari!”

9. Hadapi Konsekuensi

Jika anak menolak untuk mendengarkan dan masih saja bersikap nakal, kita dapat membuatnya menghadapi konsekuensi dari perilaku buruknya.

Misalnya, jika anak suka menonton pertunjukan tertentu, menghilangkan hak istimewa untuk menonton pertunjukan itu pada hari ia berkelakuan buruk terbukti efektif menghentikan perliku buruknya. Namun, tetap jangan bersikap kasar kepada anak.

10. Berilah hadiahi saat anak berperilaku baik

Perilaku yang baik harus selalu dihargai karena dapat mendorong anak untuk tetap berperilaku baik. Memberi hadiah atau pujian kepada anak tapi tidak harus menyuap anak.

Jika kita mencoba memotivasi anak dengan menawarkan hadiah, ini adalah suap. Menyuap anak-anak mengajarkan mereka untuk menjadi manipulate.

Jika orangtua terus menyuap mereka, mereka hanya akan melakukan apa yang orangtua inginkan jika orangtua memberi mereka sesuatu untuk itu. Jadi hindari menyuap tetapi tetap memberikan hadiah kepadanya ketika dia melakukan sesuatu yang baik.

Anak-anak bisa keras kepala dan menguji kesabaran kita. Namun sebagai orang tua, adalah tanggung jawab kita untuk mengajari mereka cara yang benar untuk berperilaku.

Dengan tetap konsisten dan tegas dalam menerapkan strategi mendisiplinkan anak ini, anak akan segera belajar bagaimana berperilaku yang baik dan kita tidak perlu memukul atau berteriak. [Maya/Cms/Sdz]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Banjir Lahar Hujan

Next Post

Kenali Manfaat Pisang sesuai Warna Kulit

Next Post
Yuk, Manjakan Rambut dengan Masker Pisang dan Zaitun

Kenali Manfaat Pisang sesuai Warna Kulit

Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

Kronologi Pendaki Syafiq Ali yang Hilang di Gunung Slamet, Kini Sudah Ditemukan

Emas yang Jadi Mahar, Apakah Wajib Zakat

Emas yang Jadi Mahar, Apakah Wajib Zakat

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1917 shares
    Share 767 Tweet 479
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    263 shares
    Share 105 Tweet 66
  • Dakwah Mendunia: Ustaz Muda Indonesia Gaungkan Al-Quran di Selandia Baru

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    652 shares
    Share 261 Tweet 163
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3571 shares
    Share 1428 Tweet 893
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1832 shares
    Share 733 Tweet 458
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11205 shares
    Share 4482 Tweet 2801
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4495 shares
    Share 1798 Tweet 1124
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8067 shares
    Share 3227 Tweet 2017
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga