• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

10 Strategi Mendisiplinkan Anak yang Layak Diketahui Setiap Orang Tua

02/01/2025
in Parenting
Kegiatan Ngabuburit yang Seru Bersama Anak

(Foto: Pexels/Jessica West)

80
SHARES
619
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA sebuah strategi mendisiplinkan anak yang layak diketahui setiap orang tua. Perilaku positif lebih banyak diperhatikan daripada perilaku negatif.

Melalui metode disiplin positif, anak-anak dapat diajari cara mengendalikan diri dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Metode disiplin positif juga dapat digunakan untuk membuat anak-anak sadar bagaimana perilaku mereka dapat mempengaruhi mereka dan orang lain juga.

Baca Juga: Menggunakan Konsekuensi Alami dan Logis Sebagai Strategi Disiplin Anak

10 Strategi Mendisiplinkan Anak yang Layak Diketahui Setiap Orang Tua

Berikut adalah beberapa metode disiplin positif yang harus layak dicoba untuk mendisiplinkan anak:

1. Tidak Ada anak bandel, yang ada hanya perilaku buruk

Jika anak berperilaku buruk dengan memukul anak lain, alih-alih memanggilnya ‘bocah nakal atau nakal’, katakan padanya tindakannya itu tidak baik atau buruk.

Kita bisa dengan sopan mengatakan, “Kamu seharusnya tidak memukul orang lain. Segera meminta maaf ya, Mas.” Dengan cara ini anak akan belajar bahwa ia perlu mengubah perilakunya.

2. Tunjukkan padanya bagaimana bersikap yang baik

Jika kita melihat anak akan melakukan sesuatu yang salah, daripada hanya mengatakan, “Jangan lakukan itu!”, lebih baik mengatakan kepadanya apa yang harus ia lakukan. Ajari anak bagaimana bersikap dengan benar dengan menunjukkan kepadanya cara yang benar untuk bersikap.

3. Bersikap tegas tetapi berempati

Menunjukkan empati adalah cara yang bagus untuk membuat anak melihat jika kita memahami perasaannya, tetapi ia masih perlu berperilaku dengan cara yang benar. Misalnya, jika anak berkata, “Ia yang memulainya lebih dulu! Dia tidak mau berbagi bola.”Anda dapat menjawab dengan,”Ibu tahu kamu benar-benar ingin bermain bola dan dia tidak mau berbagi dengan kamu, tapi memukul bukanlah cara yang baik.”

Si kecil mungkin tidak bisa langsung mengikuti perkataan kita. Kita harus mengulanginya berkali-kali dengan sabar. Jika ingin mengubah perilaku anak menjadi baik, bersabarlah  dan jangan marah.

4. Kenalkan Time-Out

Time-out lebih seperti masa tenang bagi anak di mana ia dapat mengintrospeksi perilakunya (mis. Jika ia melakukan kesalahan).

Namun, sebagai orang tua, kita perlu mengingatkan bahwa waktu istirahat bukanlah hukuman. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan mengatur kursi di tempat terpencil di mana anak dapat duduk sebentar dan memikirkan kegiatan dan perilakunya. Jangan biarkan dia seperti ini selama lebih dari lima menit setiap kali time out.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

5. Tawarkan Pilihan

Menawarkan pilihan akan memberi anak perasaan jika ia bisa melakukan sesuatu sesuai kehendaknya dan tidak akan membuatnya merasa jika kita mendikte dirinya apa yang harus dilakukan.

Jika anak memukul orang lain, kita dapat menawarkan dua pilihan. Misalnya, “Apakah kamu mau meminta maaf atau ingin istirahat (time out) sampai kamu tenang?”

6. Ubah kesalahan menjadi pelajaran

Jika anak mengambil mainan dari orang lain, kita juga bisa menggunakan pengalaman masa lalunya untuk membantunya memahami mengapa ia tidak boleh melakukannya.

Misalnya, kita bisa mengatakan, “Apakah kamu ingat waktu teman kamu mengambil mainan kamu? Kamu merasa sedih, bukan?

Ketika kamu mengambil sesuatu milik orang lain, akan membuat mereka merasakan hal yang sama.” Menggunakan pendekatan ini akan membantu anak memahami emosi teman bermainnya dan dia akan tumbuh menjadi orang yang baik dan penuh kasih sayang.

7. Tetapkan batas dan harapan

Jika anak suka bermain, itu bagus, tetapi orangtua harus menetapkan aturan tegas tentang waktu bermain. Misalnya, anak bisa bermain setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, atau dia bisa makan es krim setelah menghabiskan semua sayurannya.

8. Jangan memerintah

Daripada memerintahkan atau mendikte anak tentang apa yang harus dilakukan, Anda bisa belajar mengadopsi cara-cara baru untuk membuatnya melakukan apa yang Anda inginkan.

Misalnya, jika anak meninggalkan pakaiannya di tempat tidur tanpa melipatnya, kita selalu bisa bertanya, “Di mana kita seharusnya meletakkan pakaian kita ya?” Bukannya berkata, “Taruh pakaian kamu di lemari!”

9. Hadapi Konsekuensi

Jika anak menolak untuk mendengarkan dan masih saja bersikap nakal, kita dapat membuatnya menghadapi konsekuensi dari perilaku buruknya.

Misalnya, jika anak suka menonton pertunjukan tertentu, menghilangkan hak istimewa untuk menonton pertunjukan itu pada hari ia berkelakuan buruk terbukti efektif menghentikan perliku buruknya. Namun, tetap jangan bersikap kasar kepada anak.

10. Berilah hadiahi saat anak berperilaku baik

Perilaku yang baik harus selalu dihargai karena dapat mendorong anak untuk tetap berperilaku baik. Memberi hadiah atau pujian kepada anak tapi tidak harus menyuap anak.

Jika kita mencoba memotivasi anak dengan menawarkan hadiah, ini adalah suap. Menyuap anak-anak mengajarkan mereka untuk menjadi manipulate.

Jika orangtua terus menyuap mereka, mereka hanya akan melakukan apa yang orangtua inginkan jika orangtua memberi mereka sesuatu untuk itu. Jadi hindari menyuap tetapi tetap memberikan hadiah kepadanya ketika dia melakukan sesuatu yang baik.

Anak-anak bisa keras kepala dan menguji kesabaran kita. Namun sebagai orang tua, adalah tanggung jawab kita untuk mengajari mereka cara yang benar untuk berperilaku.

Dengan tetap konsisten dan tegas dalam menerapkan strategi mendisiplinkan anak ini, anak akan segera belajar bagaimana berperilaku yang baik dan kita tidak perlu memukul atau berteriak. [Maya/Cms/Sdz]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ibu yang Tegas dan Disiplin Memiliki Anak-anak yang Lebih Sukses

Next Post

Menggunakan Konsekuensi Alami dan Logis Sebagai Strategi Disiplin Anak

Next Post
Menggunakan Konsekuensi Alami dan Logis Sebagai Strategi Disiplin Anak

Menggunakan Konsekuensi Alami dan Logis Sebagai Strategi Disiplin Anak

Mendisiplinkan Anak dalam Kebaikan

Mendisiplinkan Anak dalam Kebaikan

Mendisiplinkan Waktu Tidur Anak

Mendisiplinkan Waktu Tidur Anak

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    238 shares
    Share 95 Tweet 60
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Resep Singkong Keju Goreng

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7818 shares
    Share 3127 Tweet 1955
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga