• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

04/07/2020
in Berita
74
SHARES
566
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Anggota Komisi VII DPR RI, dari Fraksi PKS, Mulyanto prihatin mengetahui pendapatan negara dari PT. Freeport Indonesia (PTFI) anjlok dari USD 2,195 juta menjadi USD 950 juta. Padahal saat ini Indonesia merupakan pemegang saham mayoritas di PTFI.

Mulyanto minta Pemerintah mengganti pejabat-pejabat terkait yang tidak mampu membawa nilai lebih atas kepemilkan saham 51% di PTFI.

Seharusnya dengan akuisisi 51% saham, pendapatan negara meningkat, dari royalty tembaga, emas dan perak yang semula masing-masing sebesar 1,5%, 1% dan 1% menjadi sebesar 4%, 3.75% dan 3.25%. Belum lagi pendapatan tidak langsung berupa pembagian dividen.

“Pendapatan negara dari PTFI di tahun 2018 mencapai USD 2,195 juta (termasuk deviden sebesar 180 juta USD). Tapi tahun 2019, pendapatan negara anjlok menjadi hanya sebesar USD 950 juta (deviden tidak dibagikan).

“Ini mengkhawatirjan. Sebagai wakil rakyat kita kecewa atas kinerja ini. Karena keputusan Pemerintah divestasi 51% saham PTFI tahun 2018 lalu jadi dipertanyakan hasilnya”, tegas Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan saham Indonesia di PTFI sebesar 51%, dibeli dengan cara utang menerbitkan obligasi global bond sebesar USD 4 miliar dengan tenor 30 tahun.

“Dan sekarang untuk membayar cicilan utang yang jatuh tempo, pada Mei 2020, kita utang lagi sebesar USD 2.5 miliar dengan cara yang sama. Ini kan artinya gali lobang tutup lobang. Dari utang ke utang.

Sementara proyeksi penerimaan negara di tahun 2020 (sesuai RKAB) hanya sebesar USD 650 juta (kurang dari sepertiga penerimaan negara sebelum aquisisi). Realisasi selama januari-mei 2020 penerimaan negara hanya sebesar USD 117 juta. Juga tidak ada penerimaan dividen di tahun 2020”, imbuh Wakil Ketua FPKS DPR RI ini.

“Dua tahun berturut-turut, 2019 dan 2020, setelah aquisisi 51% saham PTFI (di akhir 2018), penerimaan negara terus merosot tajam menjadi hampir dari seperempatnya. Sementara untuk membeli PTFI kita utang. Untuk bayar cicilan utang pun kita utang lagi.

Sebagai wakil rakyat kami prihatin dengan kondisi ini. Untuk itu kami minta Dirut Inalum, selaku pejabat yang bertanggungjawab atas masalah ini dapat menjelaskan kondisi perusahaan secara objektif, dengan menampilkan data-data akurat yang diperlukan.

Ini yang bikin Anggota Komisi VII marah, apalagi jawaban-jawaban dari Dirut Inalum itu terkesan “ngeyel” tanpa data.

Harusnya, sesuai tata tertib, mitra mendengarkan dahulu dengan seksama apa yang disampiakan Anggota, baru setelah itu dijawab secara tuntas. Bila belum bisa menjawab tuntas dapat disusulkan dengan jawaban tertulis. Bukan dengan cara “eyel-eyelan”.

Sebaiknya Dirut BUMN yang tidak komunikatif seperti ini diganti saja oleh Pemerintah. Sehingga kinerja BUMN yang sebenarnya dapat dikomunikasikan dengan baik kepada para wakil rakyat, agar muncul apresiasi. Bukan cara “eyel-eyelan” tanpa data seperti ini,” tandas Mulyanto. [My]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

RKI Cianjur dan Yayasan Islam Al-Khairiyah Bantu Korban Kebakaran di Kecamatan Cilaku Cianjur

Next Post

Kisah Pizza Hut di AS yang Ajukan Bangkrut

Next Post

Kisah Pizza Hut di AS yang Ajukan Bangkrut

Belajar Online Permanen

Dua Pandemi

Dua Pandemi

  • Sikapi Karhutla, Salimah Desak Pemerintah Bertindak Cepat Selamatkan Masyarakat dan Ekosistem

    Sikapi Karhutla, Salimah Desak Pemerintah Bertindak Cepat Selamatkan Masyarakat dan Ekosistem

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9631 shares
    Share 3852 Tweet 2408
  • Hasil Pemilu Israel dan Nasib Palestina

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1417 shares
    Share 567 Tweet 354
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4341 shares
    Share 1736 Tweet 1085
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2430 shares
    Share 972 Tweet 608
  • Resep Minuman Elektrolit Alami yang Sehat, Segar, dan Mudah Dibuat di Rumah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga