• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 26 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Unggulan

20 Persen Keluarga Miskin di 5 Metropolitan Tidak Pernah Terima Bansos Pemerintah

12/06/2021
in Unggulan
IDEAS: Sudahi Kelalaian Dalam Menjaga ‘Gerbang Negara’

IDEAS: Sudahi Kelalaian Dalam Menjaga ‘Gerbang Negara’

76
SHARES
582
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Survei Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menunjukkan bahwa masih terdapat 20 persen keluarga miskin di wilayah metropolitan, yang seharusnya berhak menerima bantuan sosial, namun belum pernah menerimanya sama sekali selama masa pandemi, baik dari pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten-kota.

Survei tersebut digelar di lima wilayah aglomerasi utama di Indonesia yaitu Jakarta Raya (Jabodetabek), Semarang Raya, Surabaya Raya, Medan Raya dan Makassar Raya pada awal tahun 2021. Survei dilakukan kepada 1.013 kepala keluarga miskin secara tatap muka.

“Dengan responden seluruhnya adalah keluarga miskin yang berlokasi di 5 wilayah aglomerasi utama, seharusnya tidak sulit untuk di-identifikasi dan di-jangkau, ditambah waktu survei dilakukan 10 bulan setelah pandemi melanda, tingkat exclusion error sebesar 20,0 persen ini sangat mengkhawatirkan,” kata Yusuf Wibisono, Direktur IDEAS dalam keterangan tertulisnya pada kamis (10/06/2021).

Lebih jauh, dia menambahkan bahwa celah exclusion error sebesar 20,0 persen ini tidak mampu ditutup seluruhnya oleh bansos dari sumber selain pemerintah.

“Dari 20 persen responden yang tidak tercakup oleh bansos dari pemerintah, hanya 6,8 persen saja yang mampu ditutup oleh bansos dari institusi non pemerintah dan lingkungan terdekat, sedangkan 13,2 persen sisanya sama sekali tidak pernah menerima bansos apapun di masa pandemi,” ujar Yusuf.

Baca Juga : Strategi Zero-Covid dari IDEAS

Menurutnya beban berat yang dihadapi keluarga miskin di masa pandemi, yang bahkan telah menyentuh kebutuhan paling dasar yaitu pangan, membuat eksistensi bansos menjadi krusial.

“Menjadi sangat penting bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem penyaluran bansos secepatnya. Penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran dan lamban di tengah krisis adalah amat memprihatinkan,” kata Yusuf.

Cakupan bansos dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten-kota dan desa (BLT Desa) untuk keluarga miskin di masa pandemi, berturut-turut adalah 60,7 persen, 12,1 persen, 12,5 persen dan 12,0 persen. Meski cakupan bansos pemerintah ini secara keseluruhan mendekati 100,0 persen, yaitu 97,4 persen, namun irisan antar bansos membuat cakupan aktual hanya 80,0 persen.

Dari responden penerima bansos pemerintah pusat di masa pandemi, mayoritas responden menerima bansos diskon listrik PLN 52% dan program keluarga harapan (PKH) 36,1%, diikuti kemudian dengan kartu sembako (BPNT) 22,9%, bansos tunai 12,8%, BLT UMKM 3,3% dan kartu prakerja 2,1%.

IDEAS menilai, dengan cakupan program dengan sasaran yang paling tinggi sebesar 52 persen, bansos diskon listrik PLN sangat layak untuk dipertahankan selama masa pandemi. Menjadi memprihatinkan ketika program diskon listrik ini justru dihentikan oleh pemerintah di semester II 2021 ini.

Sangat ironis di saat yang sama, program yang cakupannya sangat rendah, seperti Kartu Prakerja yang hanya 2,1 persen, justru dipertahankan bahkan dengan anggaran yang sangat besar.

“Perekonomian yang diklaim telah mengalami pemulihan, tidak dapat dijadikan alasan untuk menghentikan bansos, karena pandemi masih jauh dari berlalu sehingga krisis juga masih akan terjadi, dan bagi keluarga miskin bansos sangat dibutuhkan untuk bertahan melewati krisis,” ungkap Yusuf.

Ketika koordinasi antar bansos pemerintah berjalan baik maka setiap keluarga miskin hanya menerima 1 bansos. Penerima 1 bansos mencapai 63,4 persen, yaitu bansos pemerintah pusat 45,6 persen, pemerintah provinsi 5,0 persen, pemerintah kabupaten-kota 7,0 persen dan BLT Desa 5,7 persen. Sedangkan 16,6 persen responden menerima lebih dari 1 bansos.

“Kasus keluarga miskin menerima lebih dari 1 bansos sebenarnya dapat diterima dan bahkan harus dipandang sebagai bentuk saling melengkapi antar bansos. Namun ketika tingkat exclusion error tinggi, maka tumpang tindih antar bansos adalah memprihatinkan,” papar Yusuf.

Baca Juga : IDEAS Launching Hasil Riset Ketahanan Keluarga Miskin

Dibutuhkan reformasi sistem bansos di masa pandemi, dimana bansos dituntut tepat sasaran dan tepat waktu secara sempurna. Di masa pandemi, inclusion error dapat diabaikan, namun sebaliknya tingkat toleransi terhadap exclusion error harus sangat minimal, mendekati nol.

“Sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder masyarakat sipil yang kredibel, seperti Lembaga Amil Zakat, menjadi penting dan tak terelakkan untuk meningkatkan ketepat-sasaran dari bansos, agar tidak ada satupun keluarga miskin yang tidak mendapatkan bantuan,”tutupnya.[Wmh]

Tags: 20 Persen Keluarga Miskin di 5 Metropolitan Tidak Pernah Terima Bansos Pemerintah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Maimaid.id Solusi Mudah Mencari Pekerja Rumah Tangga Profesional dan Terpercaya

Next Post

Membersihkan Kompor Gas yang Baik dan Benar

Next Post
Membersihkan Kompor Gas yang Baik dan Benar

Membersihkan Kompor Gas yang Baik dan Benar

Tafsir Surat Yasin Ayat 72 Tentang Penjinakan Hewan Ternak

Tafsir Surat Yasin Ayat 72 Tentang Penjinakan Hewan Ternak

Syekh Abdurrauf As-Singkili, Ulama Aceh yang Produktif dalam Berkarya

Syekh Abdurrauf As-Singkili, Ulama Aceh yang Produktif dalam Berkarya

  • Rekor Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9606 shares
    Share 3842 Tweet 2402
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1401 shares
    Share 560 Tweet 350
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2559 shares
    Share 1024 Tweet 640
  • MUI Rilis Fatwa Ibadah Puasa dan Idul Fitri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Alaska Tawarkan Turis Vaksin Covid-19 Mulai 1 Juni

    110 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Anis Byarwati Kunjungi Dua Titik Pengungsian di Jakarta Timur

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2490 shares
    Share 996 Tweet 623
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga