• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 25 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Wanita pun Bisa Berjihad

07/11/2025
in Nasihat
Kemenangan Harus Diperjuangkan

Ilustrasi, foto: wosrobertquinn.blogspot.com

75
SHARES
579
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JIHAD dalam Islam merupakan perjuangan melawan penjajah dan kezaliman. Bukan hanya pria yang berjihad, wanita pun bisa.

Indonesia begitu kaya dengan kisah pahlawan. Bahkan pahlawan dari kalangan wanita. Di antara mereka adalah Cut Nyak Dien.

Pada abad ke-18, Belanda menyatakan perang melawan Aceh. Tapi, Belanda salah besar. Aceh bukan wilayah yang mudah ditaklukkan. Di antara pejuang itu adalah seorang wanita yang punya pasukan sendiri.

Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Aceh. Ayahnya seorang bangsawan keturunan Minangkabau. Namanya Teuku Nanta Seutia.

Saat muda, Cut Nyak Dien merupakan gadis yang cantik, berani, dan punya prinsip. Sebagaimana umumnya orang Aceh, Cut Nyak Dien memiliki dasar Islam yang bagus. Ia begitu taat pada ayah ibunya.

Bahkan, ketika dijodohkan dengan pria bernama Teuku Cek Ibrahim Lamnga, ia nurut saja pada orang tua. Meskipun saat itu usianya baru 12 tahun. Boleh jadi, usia segitu sudah lumrah untuk wanita menikah.

Pada tahun 1973, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh. Lebih dari tiga ribu prajurit diturunkan ke daratan Aceh. Hal ini disambut seruan jihad oleh para pemimpin Aceh. Dan Belanda mengalami pukulan hebat dari rakyat Aceh.

Suami Cut Nya Dien menjadi salah satu yang syahid. Pada tahun 1880, atau sekitar pada usia 32 tahun, Teuku Umar melamar Cut Nyak Dien. Awalnya ia menolak. Tapi karena ada janji dari Teukur Umar bahwa Cut Nyak Dien nantinya dibolehkan ikut berjihad, maka ia pun menerima.

Bisa dibilang, rumah tangga Cut Nyak Dien dan Teuku Umar berada di sela-sela jihad. Keduanya sama-sama mujahid. Dari pernikahan ini, Cut Nyak Dien dianugerahi satu orang putri bernama Cut Gambang. Gen jihad terwariskan ke Cut Gambang yang kelak meneruskan perjuangan ayah ibunya.

Pada tahun 1899, Belanda melakukan serangan besar-besaran. Banyak mujahid Aceh yang syahid. Di antara mereka adalah Teuku Umar sendiri.

Saat itu usia Cut Gambang sekitar 17 tahun. Ia menangis karena ayahnya gugur. Melihat itu, Cut Nyak Dien menampar Cut Gambang.

Cut Nyak Dien mengatakan, “Sebagai wanita Aceh, kita pantang menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid!”

Meski suaminya syahid, Cut Nyak Dien terus menggelorakan jihad. Ia melakukan perlawanan melalui gerilya. Tidak kurang dari 25 tahun gerilya itu ia lakukan bersama pasukan yang ada.

Pada tahun 1905, Belanda berhasil menangkap Cut Nyak Dien. Itu pun terjadi karena salah seorang anggota pasukannya yang membocorkan keberadaan Cut Nyak Dien. Saat itu usianya sudah 62 tahun. Sebelum ditangkap, ia meminta putrinya untuk melarikan diri ke hutan.

Menariknya, anggota pasukan wanitanya yang membocorkan itu lebih karena kasihan dengan keadaan pemimpinnya itu yang sakit-sakitan: encok dan matanya rabun.

Ketika Belanda membawa Cut Nyak Dien ke Banda Aceh, ia bukan hanya dipenjara. Tapi juga diberikan perawatan medis.

Untuk menghilangkan pengaruh semangat perjuangan rakyat Aceh, akhirnya Belanda mengasingkan Cut Nyak Dien ke Sumedang, Jawa Barat.

Karena kendala bahasa, tokoh-tokoh Sumedang tidak tahu kalau sosok wanita tua yang diasingkan itu adalah seorang pejuang Aceh. Mereka hanya tahu kalau beliau paham agama.

Mereka biasa menyebut sosok wanita tua itu dengan Ibu Perbu. Hal ini karena Cut Nya Dien biasa mengajarkan Al-Qur’an. Ia wafat di Sumedang tiga tahun kemudian atau pada 1908, dan dimakamkan di wilayah itu.

**

Lemah atau kuat itu bukan pada keadaan fisik. Melainkan pada mentalitas atau jiwa. Jika jiwanya kuat, fisik akan mengikuti.

Seorang mujahid itu jiwanya terus ‘menyala’. Bagaimana pun keadaan fisiknya, selemah apa pun keadannya, ia akan berjihad hingga titik darah penghabisan. [Mh]

Tags: Cut Nyak DienWanita pun Bisa Berjihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui, Beberapa Manfaat Eucalyptus Bagi Kesehatan

Next Post

Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Next Post
Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Mengapa Rasulullah disebut Al Amin?

Mengapa Rasulullah disebut Al Amin?

Keluarga Islami Tegar Memperjuangkan Misi

Keluarga Harus Diperkuat Saat Beban Berat

  • Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    Tips Merawat Pakaian Berbahan Cotton Dobby dengan Cara yang Tepat

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh dan Dinkes Aceh Tamiang Perkuat Kompetensi Kader Posyandu Pascabencana

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9172 shares
    Share 3669 Tweet 2293
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1232 shares
    Share 493 Tweet 308
  • 3 Kreasi Olahan Sagu Tinggi Protein untuk Segala Usia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    718 shares
    Share 287 Tweet 180
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    377 shares
    Share 151 Tweet 94
  • Heboh Duit Palsu Grade A

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11709 shares
    Share 4684 Tweet 2927
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga