• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 14 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Wanita pun Bisa Berjihad

07/11/2025
in Nasihat
Kemenangan Harus Diperjuangkan

Ilustrasi, foto: wosrobertquinn.blogspot.com

76
SHARES
583
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JIHAD dalam Islam merupakan perjuangan melawan penjajah dan kezaliman. Bukan hanya pria yang berjihad, wanita pun bisa.

Indonesia begitu kaya dengan kisah pahlawan. Bahkan pahlawan dari kalangan wanita. Di antara mereka adalah Cut Nyak Dien.

Pada abad ke-18, Belanda menyatakan perang melawan Aceh. Tapi, Belanda salah besar. Aceh bukan wilayah yang mudah ditaklukkan. Di antara pejuang itu adalah seorang wanita yang punya pasukan sendiri.

Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Aceh. Ayahnya seorang bangsawan keturunan Minangkabau. Namanya Teuku Nanta Seutia.

Saat muda, Cut Nyak Dien merupakan gadis yang cantik, berani, dan punya prinsip. Sebagaimana umumnya orang Aceh, Cut Nyak Dien memiliki dasar Islam yang bagus. Ia begitu taat pada ayah ibunya.

Bahkan, ketika dijodohkan dengan pria bernama Teuku Cek Ibrahim Lamnga, ia nurut saja pada orang tua. Meskipun saat itu usianya baru 12 tahun. Boleh jadi, usia segitu sudah lumrah untuk wanita menikah.

Pada tahun 1973, Belanda menyatakan perang terhadap Aceh. Lebih dari tiga ribu prajurit diturunkan ke daratan Aceh. Hal ini disambut seruan jihad oleh para pemimpin Aceh. Dan Belanda mengalami pukulan hebat dari rakyat Aceh.

Suami Cut Nya Dien menjadi salah satu yang syahid. Pada tahun 1880, atau sekitar pada usia 32 tahun, Teuku Umar melamar Cut Nyak Dien. Awalnya ia menolak. Tapi karena ada janji dari Teukur Umar bahwa Cut Nyak Dien nantinya dibolehkan ikut berjihad, maka ia pun menerima.

Bisa dibilang, rumah tangga Cut Nyak Dien dan Teuku Umar berada di sela-sela jihad. Keduanya sama-sama mujahid. Dari pernikahan ini, Cut Nyak Dien dianugerahi satu orang putri bernama Cut Gambang. Gen jihad terwariskan ke Cut Gambang yang kelak meneruskan perjuangan ayah ibunya.

Pada tahun 1899, Belanda melakukan serangan besar-besaran. Banyak mujahid Aceh yang syahid. Di antara mereka adalah Teuku Umar sendiri.

Saat itu usia Cut Gambang sekitar 17 tahun. Ia menangis karena ayahnya gugur. Melihat itu, Cut Nyak Dien menampar Cut Gambang.

Cut Nyak Dien mengatakan, “Sebagai wanita Aceh, kita pantang menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid!”

Meski suaminya syahid, Cut Nyak Dien terus menggelorakan jihad. Ia melakukan perlawanan melalui gerilya. Tidak kurang dari 25 tahun gerilya itu ia lakukan bersama pasukan yang ada.

Pada tahun 1905, Belanda berhasil menangkap Cut Nyak Dien. Itu pun terjadi karena salah seorang anggota pasukannya yang membocorkan keberadaan Cut Nyak Dien. Saat itu usianya sudah 62 tahun. Sebelum ditangkap, ia meminta putrinya untuk melarikan diri ke hutan.

Menariknya, anggota pasukan wanitanya yang membocorkan itu lebih karena kasihan dengan keadaan pemimpinnya itu yang sakit-sakitan: encok dan matanya rabun.

Ketika Belanda membawa Cut Nyak Dien ke Banda Aceh, ia bukan hanya dipenjara. Tapi juga diberikan perawatan medis.

Untuk menghilangkan pengaruh semangat perjuangan rakyat Aceh, akhirnya Belanda mengasingkan Cut Nyak Dien ke Sumedang, Jawa Barat.

Karena kendala bahasa, tokoh-tokoh Sumedang tidak tahu kalau sosok wanita tua yang diasingkan itu adalah seorang pejuang Aceh. Mereka hanya tahu kalau beliau paham agama.

Mereka biasa menyebut sosok wanita tua itu dengan Ibu Perbu. Hal ini karena Cut Nya Dien biasa mengajarkan Al-Qur’an. Ia wafat di Sumedang tiga tahun kemudian atau pada 1908, dan dimakamkan di wilayah itu.

**

Lemah atau kuat itu bukan pada keadaan fisik. Melainkan pada mentalitas atau jiwa. Jika jiwanya kuat, fisik akan mengikuti.

Seorang mujahid itu jiwanya terus ‘menyala’. Bagaimana pun keadaan fisiknya, selemah apa pun keadannya, ia akan berjihad hingga titik darah penghabisan. [Mh]

Tags: Cut Nyak DienWanita pun Bisa Berjihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ketahui, Beberapa Manfaat Eucalyptus Bagi Kesehatan

Next Post

Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Next Post
Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Tips Memilih dan Menyimpan Mangga yang Tepat untuk Si Kecil

Keluarga Islami Tegar Memperjuangkan Misi

Keluarga Harus Diperkuat Saat Beban Berat

Nasihat Kenabian Buat Para Pejabat: Jangan Menyengsarakan Rakyat

Larangan Membela Pemimpin yang Zalim (Bag. 1)

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9314 shares
    Share 3726 Tweet 2329
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11757 shares
    Share 4703 Tweet 2939
  • Konferensi Keluarga Asia Pasifik 2026: Kuatkan Keluarga untuk Cetak Generasi Tangguh dan Berdaya Saing

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4223 shares
    Share 1689 Tweet 1056
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4801 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    408 shares
    Share 163 Tweet 102
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga