MATI itu rahasia Allah subhanahu wata’ala: tentang waktunya, lokasinya, juga cara matinya.
Shalahuddin Al-Ayyubi terkenal dengan kehebatannya memimpin perang. Entah berapa peperangan yang beliau pimpin dan ikuti.
Namun menariknya, sosok yang sebagian besar usianya habis dalam perang, wafat karena sakit demam. Beliau wafat di Kota Damaskus pada usia 55 tahun dan dimakamkan di sana.
Begitu pun dengan seorang sahabat Rasul yang dijuluki Syaifullah atau Pedang Allah. Beliau adalah Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu.
Lebih dari 100 peperangan telah beliau ikuti. Tak ada satu jengkal di tubuhnya kecuali ada bekas luka sabetan pedang musuh.
Namun, beliau wafat karena sakit dan di tempat tidur, pada tahun ke-18 hijriyah. Padahal, panglima pasukan Islam ini ingin sekali wafat di medan jihad.
Sebaliknya, dari empat Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali radhiyallahu ‘anhum; hanya satu yang wafat karena sakit. Yaitu, Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Yang lainnya syahid karena terbunuh.
Begitu pun dengan Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bisa dibilang, tak ada guliran waktu berlalu kecuali sosok beliau dalam intaian musuh.
Seorang sahabat bernama Abu Ayyub Al-Anshari selalu mengawal beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, meskipun dalam urusan yang sangat pribadi. Yaitu, mengawal Rasulullah ketika di malam hari pindah ke giliran istri beliau yang lain.
Sosok yang paling mulia ini wafat di pangkuan istri beliau: Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha karena sakit. Beliau wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriyah.
**
Mulia atau tidaknya seseorang tidak ditandai dari bagaimana ia mati. Meskipun, ulama mengajarkan agar selalu meletakkan cita-cita syahid sebagai kematian yang mulia.
Karena itu, jangan buruk sangka ketika ada yang mati terbunuh atau mati karena sakit tertentu. Yang penting adalah seseorang mati dalam husnul khatimah atau akhir yang baik, bukan sedang dalam maksiat.
Dari sekian banyak doa yang kita panjatkan, jangan lupa untuk meminta kematian husnul khatimah. Karena tanpa kematian ini, semuanya terasa menjadi sia-sia.
“Ya Allah, wafatkan kami dalam husnul khatimah, dalam taat dan ibadah kepada-Mu.” [Mh]



