• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Selalu Ada Wanita Mulia di Balik Tokoh Besar

25/04/2025
in Nasihat
Oh Ibu Malang

Ilustrasi, foto: blogspot.com

82
SHARES
630
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SELALU ada wanita mulia di balik tokoh besar. Boleh jadi, ia bukan ibu, istri, saudara, dan anak. Tapi, ‘hanya’ pelayan. 

Ada sosok wanita mulia di balik kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Wanita ini sudah melayani Nabi sebelum beliau lahir, masa anak, remaja, menikah, menjadi Nabi, di saat jihad, bahkan hingga wafatnya.

Wanita mulia ini bernama Barakah binti Tsa’labah atau biasa dipanggil Ummu Aiman radhiyallahu ‘anhuma. Bisa dibilang, beliaulah manusia yang paling kenal dengan sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Awalnya, Ummu Aiman adalah seorang pelayan atau budak yang memang disiapkan untuk melayani ibu Nabi, Aminah binti Wahab, yang sedang hamil. Begitu pun ketika Nabi lahir, Ummu Aiman terus mendampingi dan melayani Rasulullah.

Jadi, Ummu Aiman selalu bersama kehidupan Nabi sejak bayi, anak-anak, remaja, pemuda, menikah, menjadi Rasul, hijrah, jihad, hingga wafatnya. Rasulullah meninggal lebih dahulu dari Ummu Aiman. Ummu Aiman wafat di masa Kekhalifahan Usman bin Affan.

Sebenarnya, Rasulullah sudah memerdekakan Ummu Aiman ketika beliau menikah dengan Khadijah. Tapi cintanya dengan Nabi seperti magnit yang menjadikan dirinya tak mau jauh dengan Rasulullah.

Ketika sudah merdeka, Ummu Aiman juga menikah dengan pemuda bernama Ubaid bin Zaid. Dari pernikahan ini, lahirlah Aiman radhiyallahu ‘anhu dan anak ini ikut berjuang bersama Nabi. Tapi tak lama Aiman lahir, suaminya meninggal dunia.

Ketika Islam datang, Ummu Aiman juga tergolong orang pertama yang masuk Islam. Begitu pun ketika perintah hijrah datang, Ummu Aiman pula yang pertama berangkat hijrah ke Madinah, meskipun dengan berjalan kaki.

Ummu Aiman juga ikut menemani Nabi berjihad di Perang Uhud dan Khaibar. Posisinya di barisan belakang untuk mengurus tentara yang terluka, urusan dapur, dan lainnya. Tapi jika terpaksa, Ummu Aiman juga siap di barisan depan sebagai pemanah wanita.

Hubungannya dengan Nabi sudah seperti ibu dan anak. Sangat dekat. “Ia adalah keluargaku yang masih tersisa. Ia sudah seperti ibuku sendiri sepeninggal ibuku,” ungkap Rasulullah suatu kali.

Tidak heran jika Nabi suka bercanda dengan Ummu Aiman. “Ya Rasulullah, aku ingin ikut denganmu,” ucap Ummu Aiman ketika suatu kali Nabi hendak berangkat ke suatu tempat.

“Boleh saja. Tapi, Ummu Aiman akan naik anak unta,” ucap Nabi.

Ummu Aiman tersinggung ketika Nabi menyebut anak unta. “Mana kuat anak unta membawaku. Aku ingin naik unta dewasa,” sergah Ummu Aiman.

Padahal maksud Nabi, semua unta adalah pasti juga anak unta. Meskipun unta itu sudah dewasa. Inilah bentuk candaan Nabi yang tetap bernilai benar, tidak berbohong.

Di lain kesempatan, Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah terkejut ketika tiba-tiba Ummu Aiman seperti latah ingin ikut minum ketika Nabi sedang minum. “Aku juga ingin minum,” ucapnya ketika melihat Nabi minum.

Aisyah menegur Ummu Aiman. “Itu tidak sopan terhadap Nabi,” ucap Aisyah.

Tapi Nabi langsung memberikan minum untuk Ummu Aiman.

Suatu kali ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah wafat, Ummu Aiman dikunjungi Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma. Keduanya ingin menghidupkan sunnah Nabi yaitu selalu mengunjungi Ummu Aiman.

Tapi, keduanya mendapati Ummu Aiman sedang menangis di rumahnya. Abu Bakar dan Umar menasihati Ummu Aiman bahwa hal itu tak patut karena Nabi sudah hidup bahagia di alam barzakh.

Ummu Aiman mengatakan, “Aku menangis bukan karena itu. Aku menangis karena dengan wafatnya Nabi, wahyu dari Allah sudah putus.”

Mendengar jawaban itu, Abu Bakar dan Umar pun ikutan menangis.

**

Jangan pernah menyepelekan peran seseorang hanya karena latar belakang atau tugasnya yang sederhana. Boleh jadi, di sisi Allah, perannya jauh lebih besar dari yang lain. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Selalu Ada Wanita di Balik Tokoh Besar
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Mengenal Para Perempuan Berdaya Pilihan ParagonCorp di Terang dari Hati

Next Post

Perang Dunia Ketiga terjadi di Tahun Ini?

Next Post
Oreshnik, Si Kacang Penghancur Dunia

Perang Dunia Ketiga terjadi di Tahun Ini?

Menghormati Adat Pernikahan yang Sesuai dengan Syariat

Menghormati Adat Pernikahan yang Sesuai dengan Syariat

Gaya Jalan Sang Khalifah

Gaya Jalan Sang Khalifah

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    251 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Resep Singkong Keju Goreng

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7818 shares
    Share 3127 Tweet 1955
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1645 shares
    Share 658 Tweet 411
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga