• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 26 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Sebelum Semuanya Terlambat

Hidup ini seperti main game. Semuanya menjadi serba nanti dan tanggung. Baru setelah listrik mati, permainan sudah tidak menarik lagi.

18/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Sebelum Semuanya Terlambat

Ilustrasi, foto: Pinterest

89
SHARES
687
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Hidup ini seperti main game. Semuanya menjadi serba nanti dan tanggung. Baru setelah listrik mati, permainan sudah tidak menarik lagi.

Kalau ditanya apa tugas utama hidup, jawabnya begitu sederhana: ibadah. Dalilnya pun mungkin sudah kita tahu. Bahwa, Allah tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah kepadaNya.

Jadi nilai hidup ini adalah satu: ibadah. Selebihnya tak ada yang berarti. Kecuali, kegiatan pemenuhan sarana untuk ibadah. Makanan bergizi untuk ibadah. Istirahat cukup untuk ibadah. Ekonomi mapan juga untuk ibadah. Menimba ilmu, apalagi kalau bukan untuk ibadah.

Masih banyak sisi lain dari hidup ini yang mestinya ditujukan untuk ibadah. Tak ada tujuan lain. Ibarat petani yang bersusah payah di sawah, tujuannya untuk meraih panen sebanyak-banyaknya. Begitu pun hidup ini, tujuannya untuk bisa panen pahala di akhirat.

Namun, siapa sangka semua idealisme itu kadang bisa hanyut dalam alam fatamorgana ini. Alih-alih hal besar yang diniatkan untuk ibadah, ibadah rutinnya saja kurang terurus. “Ah, masih ada waktu. Masih ada satu jam lagi,” begitulah saat waktu shalat berlalu begitu jauh.

Padahal, waktu shalat yang tersebar menjadi lima sudut hidup ini memiliki tujuan tersendiri. Intinya, Allah menginginkan hamba-hambaNya bersua di momen-momen penting dari putaran hari: saat bangun tidur, saat paling asyik menyelami sibuknya ruang hari, saat suasana hari akan berganti, dan saat malam akan menjelang.

Jangan pernah merasa lebih tahu dengan pilihan waktu-waktu ini. Jangan ubah segarnya fajar menjadi terbitnya matahari. Jangan ubah puncak siang menjadi menjelang sore. Dan, jangan ubah menjelang malam menjadi tengah malam sekali.

Pilihan itu datang dari Yang Maha Tahu tentang hikmah perguliran hari. Di momen-momen itulah ruh kita merasakan dahaga. Haus untuk mereguk sapaan Ilahi. Tepatilah pilihan waktu-waktu itu. Karena pilihan itu menyimpan seribu satu hikmah yang bisa kita raih.

Begitu pun dengan sebagian rezeki yang diperoleh. Obat kikir itu sedekah. Berat, memang. Tapi paksakanlah, karena obat mujarab umumnya memang terasa pahit.

Logika dunia memang mengajarkan apa yang bertambah itu keuntungan. Dan, apa yang berkurang itu kerugian. Padahal, bertambah dan berkurang itu kalkulasi semu. Ada unsur hidup yang tak terkait dengan bertambah dan berkurang: yaitu bahagia.

Inilah rumus yang belakangan menjadi cara baru meraih sehat batin di masyarakat Barat. Silahkan hadiahkan harta yang paling disuka, karena di situlah tersembunyi kunci bahagia.

Sayangnya, dunia kadang menjadi terbalik. Kita yang sejak lahir memiliki ajaran pamungkas ini terus menjauh, sementara mereka yang selama ini terkungkung materi justru mulai merapat. Dan, mulai menemukan sisi lain rumus sedekah.

Hal pasti yang kerap dilupakan adalah mati. Inilah momen pemutus semua angan-angan. Bahwa, dunia tidak pantas diletakkan jauh melampaui keterbatasannya.

Ada saatnya ketika mati datang di luar kalkulasi nafsu. Tiba-tiba, dia sudah di depan mata. Lenyaplah semua obsesi dan khayalan. Tersibaklah semua hijab. Tentang, seperti apa nasib kita di alam yang tak lama lagi akan dikunjungi.

Cahaya terasa mulai redup. Nafas tersenggal. Udara seperti menipis. Mata tak lagi mampu melihat yang nyata. Hanya mata batin yang terus terbelalak. Dihadapkan dengan pemandangan berbeda di alam baru sana.

Kita pun mulai berujar, “Sekiranya ajalku bisa ditunda sesaat. Aku akan ibadah lebih baik, dan bersedekah lebih banyak.”

Sayangnya momen penting itu tak mengenal kata tunda. Semuanya sudah berlalu. Dan, kematian seperti listrik mati yang menyudahi semua permainan dan angan-angan. (Mh)

 

 

 

 

Tags: MuhasabahNasihatsebelum semuanya terlambat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Covid-19 Menyulitkan Perawatan Pasien kanker di Gaza

Next Post

Muslim Uighur Gelar Aksi Protes di Luar Kedubes China di Turki

Next Post
Muslim Uighur Gelar Aksi Protes di Luar Kedubes China di Turki

Muslim Uighur Gelar Aksi Protes di Luar Kedubes China di Turki

Resep Potato Bolognese Schotel, Ide Sarapan Pagi Padat Gizi

Resep Potato Bolognese Schotel, Ide Sarapan Pagi Padat Gizi

15 Tahun Tak ke Dufan, Ini Cerita Seru Nycta Gina Ajak Kedua Anaknya

15 Tahun Tak ke Dufan, Ini Cerita Seru Nycta Gina Ajak Kedua Anaknya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8959 shares
    Share 3584 Tweet 2240
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11622 shares
    Share 4649 Tweet 2906
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4044 shares
    Share 1618 Tweet 1011
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2301 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3502 shares
    Share 1401 Tweet 876
  • Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

    460 shares
    Share 184 Tweet 115
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2380 shares
    Share 952 Tweet 595
  • Jangan Sampai Anak Kehilangan Arah, Ini 10 Kepribadian Muslim yang Wajib Dibangun Orang Tua Sejak Dini

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga