• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Rezeki yang Dicari, Rezeki yang Mencari

28/12/2024
in Nasihat
Dua Sayap untuk Ayah Ibu

Ilustrasi, foto: Pinterest

107
SHARES
825
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

REZEKI itu ada yang dicari, tapi ada pula yang mencari orang yang berhak mendapatkannya.

Ada kisah menarik antara Imam Malik rahimahullah dan Imam Syafi’i rahimahullah saat masih belia. Hubungan dua tokoh, guru dan murid ini berkenaan tentang masalah rezeki.

Keduanya berbeda pendapat, apakah rezeki harus dicari dahulu baru diperoleh, atau diperoleh begitu saja tanpa dicari.

Menurut Imam Syafi’i muda, rezeki itu harus dicari dahulu, baru kemudian akan diperoleh. Sementara Imam Malik mengatakan bahwa kalau kita bertawakal pada Allah, maka rezeki yang akan mencari kita.

Imam Malik menunjukkan sebuah hadis Rasul yang berbunyi, “Andai saja kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti halnya Allah memberikan rezeki kepada burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Malik)

Tapi, Imam Syafi’i masih belum puas dengan pendapat gurunya. Menurutnya, bukankah burung baru mendapatkan rezekinya setelah keluar dari sarang dan mencari rezekinya.

Suatu kali, Imam Syafi’i melewati kebun anggur yang petaninya sedang panen. Imam Syafi’i dimintai bantuannya oleh petani untuk ikut memanen. Setelah selesai, petani memberikannya seikat anggur yang lezat.

“Aha!” begitu kira-kira yang ada di pikiran Imam Syafi’i. Ia mendapatkan rezeki berupa anggur bukan karena berdiam diri. Tapi karena bekerja membantu si petani. Kalau ia tidak mau membantu, tentu ia tidak mendapat anggur.

Pengalaman ini tentu menguatkan pendapatnya. Sambil membawa anggur, ia pun bergegas ke rumah gurunya untuk menceritakan pengalamannya.

“Guru, saya mendapatkan rezeki berupa anggur setelah saya ikut membantu sang petani memanen kebunnya,” ungkap Imam Syafi’i sambil menyediakan seikat anggur yang dimakan keduanya.

“Ya, tadi aku pun membayangkan Allah akan memberikan aku rezeki anggur, dan ternyata engkau membawakannya,” sahut Imam Malik yang memberikan isyarat bahwa rezeki berupa anggur itu datang tanpa ia cari.

Keduanya pun akhirnya tertawa sambil terus menikmati kelezatan anggur.

**

Lakukanlah dengan baik apa yang menjadi kewajiban kita: berikhtiar, beribadah, dan bertawakal; serahkanlah hasilnya kepada Allah dalam bentuk tawakal yang sempurna.

Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatan mereka.” (QS. Al-A’raf: 96) [Mh]

 

 

Tags: tawakal terhadap rezeki dari Allah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Cinta Keluarga hingga ke Surga

Next Post

Berprestasi, Enam Penyandang Disabilitas Raih Penghargaan dari Kemensos

Next Post
Berprestasi, Enam Penyandang Disabilitas Raih Penghargaan dari Kemensos

Berprestasi, Enam Penyandang Disabilitas Raih Penghargaan dari Kemensos

Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata Berhasil Lulus di Dua Universitas yang Beda Negara

Nyi Raden Calvinca Naomi Poerawinata Berhasil Lulus di Dua Universitas yang Beda Negara

Mengajak Anak untuk Belajar Islam ketika Ibu dan Ayah Berbeda Keyakinan

Cara agar Nasi di Rice Cooker Tidak Mudah Basi dan Kering

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9573 shares
    Share 3829 Tweet 2393
  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Baterai HP Lebih Tahan Lama dengan 5 Kebiasaan Sederhana Ini

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1382 shares
    Share 553 Tweet 346
  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11858 shares
    Share 4743 Tweet 2965
  • Ini Manfaat Kurma Ajwa untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4876 shares
    Share 1950 Tweet 1219
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2531 shares
    Share 1012 Tweet 633
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    409 shares
    Share 164 Tweet 102
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga