PEKERJAAN itu menghasilkan nafkah hidup. Usahakanlah agar pekerjaan juga penuh berkah.
Ketika Nabi Musa alaihissalam lahir, Firaun sudah mengumumkan akan mencelakai bayi laki-laki. Hal ini membuat takut para ibu termasuk ibu Nabi Musa.
Di tengah ketakutan itu, Allah subhanahu wata’ala mengilhamkan kepada ibu Nabi Musa untuk melarung sang bayi ke sungai Nil.
Allah subhanahu wata’ala mengabarkan kalau bayi itu akan menjadi seorang Rasul. Ibu Nabi Musa juga diberikan jaminan kalau putranya itu akan dikembalikan.
“Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, ‘Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang Rasul.” (QS. Al-Qasas: 7)
Benar saja. Singkat cerita, bayi itu ‘jatuh’ dalam asuhan istri Firaun. Ia ingin mempekerjakan seorang ibu yang air susunya cocok untuk bayi ‘Nabi Musa’. Dan sang ibu yang dicari itu adalah ibu kandung Nabi Musa sendiri. Janji Allah tertunaikan.
Sepanjang sang ibu menyusui Nabi Musa, selama itu pula ia digaji oleh kerajaan. Ia pun diberikan fasilitas tempat tinggal yang layak, makanan yang layak, dan tentu saja bisa terus bersama dengan putra kesayangan.
Selain itu, selama itu pula, ibu Nabi Musa tak lagi pernah takut dan khawatir kalau-kalau ia akan ditangkap atau sang bayi akan dicelakai oleh Firaun. Justru, di situlah tempat yang paling aman dan nyaman yang ada di Mesir saat itu.
Bayangkan betapa berkahnya pekerjaan dari Ibu Nabi Musa. Ia menunaikan kewajiban sebagai seorang ibu, ikut membesarkan dan mendidik seorang calon Rasul, dan semua pekerjaan itu difasilitasi penuh oleh kerajaan.
**
Islam memberikan pilihan pekerjaan yang baik dan berkah. Yaitu, pekerjaan yang juga bagian dari amal Islami dan mendapatkan gaji dari kebaikan itu.
Di antara pekerjaan itu adalah sebagai pengelola atau amil zakat, sebagai guru dan pengelola sekolah Islam, sebagai dai dari ormas atau lembaga dakwah Islam, dan lain-lain.
Selain mendapatkan penghidupan yang baik, di situ, para pelaksana juga mendapatkan pahala dan keberkahan karena ikut membesarkan syiar Islam. Dunia dapat, akhirat pun terjamin. [Mh]





